Kebakaran Hutan Lereng Lawu Magetan Belum Padam, Api Bergerak ke Arah Ngawi
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 55 menit yang lalu
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kebakaran hutan pinus di lereng Gunung Lawu, Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, hingga Senin (14/9/2026) sore belum berhasil dipadamkan. Kobaran api terus bergerak ke arah utara dan mulai mendekati kawasan yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Ngawi.
Kondisi tersebut membuat petugas gabungan lebih memprioritaskan upaya mitigasi dan pembuatan sekat bakar atau ilaran untuk memutus jalur penjalaran api. Langkah ini dinilai lebih aman dibandingkan memaksakan pemadaman langsung di tengah medan pegunungan yang curam dan sulit dijangkau.
Kapolsek Panekan AKP Mahfud Sidiq mengatakan, keberadaan asap pertama kali terlihat pada Senin pagi. Setelah menerima informasi tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Koramil, BPBD, LMDH, serta masyarakat tani hutan untuk mencari lokasi titik api.
Petugas kemudian bergerak menuju kawasan hutan di petak 50+A1 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu Ds. Perjalanan menuju lokasi tidak mudah karena medan berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian hampir 1.000 meter di atas permukaan laut.
“Awalnya pagi kelihatan ada asap dari wilayah Polsek. Kami bergabung dengan teman-teman Koramil, kemudian mengecek lokasi dan berkoordinasi dengan BPBD, LMDH, serta masyarakat tani hutan yang ada di wilayah Bedagung. Bersama-sama kami naik untuk mencari titik lokasi api,” ujar Mahfud.
Setelah mencapai lokasi, petugas bersama unsur terkait langsung melakukan pembuatan ilaran. Vegetasi di sekitar jalur api dibersihkan untuk menciptakan batas agar kobaran tidak mudah menjalar ke kawasan hutan lainnya.

Menurut Mahfud, kondisi di lokasi semakin sulit karena api telah membesar dan angin bertiup cukup kencang. Kondisi geografis kawasan yang berada di lereng pegunungan juga membuat pemadaman secara langsung berisiko terhadap keselamatan personel.
“Api juga sudah membesar karena anginnya cukup kencang. Ilaran ini kita upayakan untuk memisahkan api dan mengantisipasi agar tidak menjalar,” katanya.
Mahfud menyebut pemadaman langsung menjadi tantangan tersendiri. Selain akses menuju lokasi yang sulit, petugas harus mempertimbangkan keselamatan karena berada di kawasan pegunungan dengan medan yang rawan.
“Kalau memadamkan, luar biasa sulit. Dengan kondisi geografis di pegunungan seperti ini cukup rawan. Kita juga penting memikirkan keselamatan personel yang ada, sehingga tetap fokus pada pembuatan ilaran untuk memisahkan api,” jelasnya.
Hingga sekitar pukul 15.00 WIB, hasil pemantauan petugas menunjukkan pergerakan api mengarah ke utara. Arah tersebut menjadi perhatian karena kawasan kebakaran berada tidak jauh dari wilayah Kabupaten Ngawi.

“Hasil pantauan dari teman-teman kelihatannya ke arah utara. Kebetulan ini berdampingan atau bersampingan dengan wilayah Ngawi,” kata Mahfud.
Hingga sore hari, api belum sepenuhnya padam. Petugas gabungan masih melakukan mitigasi, penyisiran, serta memperkuat ilaran di sejumlah titik guna menghambat pergerakan api.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Petugas masih berkonsentrasi pada pengendalian kebakaran dan mencegah api meluas sebelum dilakukan penelusuran lebih lanjut terkait sumber api. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





