Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Kebakaran Hutan Lereng Lawu Magetan Belum Padam, Api Bergerak ke Arah Ngawi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 186
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petugas membuat ilaran untuk menghambat penjalaran api. (14/9/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kebakaran hutan pinus di lereng Gunung Lawu, Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, hingga Senin (14/9/2026) sore belum berhasil dipadamkan. Kobaran api terus bergerak ke arah utara dan mulai mendekati kawasan yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Ngawi.

Kondisi tersebut membuat petugas gabungan lebih memprioritaskan upaya mitigasi dan pembuatan sekat bakar atau ilaran untuk memutus jalur penjalaran api. Langkah ini dinilai lebih aman dibandingkan memaksakan pemadaman langsung di tengah medan pegunungan yang curam dan sulit dijangkau.

Kapolsek Panekan AKP Mahfud Sidiq mengatakan, keberadaan asap pertama kali terlihat pada Senin pagi. Setelah menerima informasi tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Koramil, BPBD, LMDH, serta masyarakat tani hutan untuk mencari lokasi titik api.

Petugas kemudian bergerak menuju kawasan hutan di petak 50+A1 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu Ds. Perjalanan menuju lokasi tidak mudah karena medan berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian hampir 1.000 meter di atas permukaan laut.

“Awalnya pagi kelihatan ada asap dari wilayah Polsek. Kami bergabung dengan teman-teman Koramil, kemudian mengecek lokasi dan berkoordinasi dengan BPBD, LMDH, serta masyarakat tani hutan yang ada di wilayah Bedagung. Bersama-sama kami naik untuk mencari titik lokasi api,” ujar Mahfud.

Setelah mencapai lokasi, petugas bersama unsur terkait langsung melakukan pembuatan ilaran. Vegetasi di sekitar jalur api dibersihkan untuk menciptakan batas agar kobaran tidak mudah menjalar ke kawasan hutan lainnya.

Image Not Found
Kapolsek Panekan, AKP Mahfud Sidiq. Foto : Kus-Sinergia

Menurut Mahfud, kondisi di lokasi semakin sulit karena api telah membesar dan angin bertiup cukup kencang. Kondisi geografis kawasan yang berada di lereng pegunungan juga membuat pemadaman secara langsung berisiko terhadap keselamatan personel.

“Api juga sudah membesar karena anginnya cukup kencang. Ilaran ini kita upayakan untuk memisahkan api dan mengantisipasi agar tidak menjalar,” katanya.

Mahfud menyebut pemadaman langsung menjadi tantangan tersendiri. Selain akses menuju lokasi yang sulit, petugas harus mempertimbangkan keselamatan karena berada di kawasan pegunungan dengan medan yang rawan.

“Kalau memadamkan, luar biasa sulit. Dengan kondisi geografis di pegunungan seperti ini cukup rawan. Kita juga penting memikirkan keselamatan personel yang ada, sehingga tetap fokus pada pembuatan ilaran untuk memisahkan api,” jelasnya.

Hingga sekitar pukul 15.00 WIB, hasil pemantauan petugas menunjukkan pergerakan api mengarah ke utara. Arah tersebut menjadi perhatian karena kawasan kebakaran berada tidak jauh dari wilayah Kabupaten Ngawi.

Image Not Found
Kobaran api bergerak ke arah utara mendekati Ngawi. Foto : Kus-Sinergia

“Hasil pantauan dari teman-teman kelihatannya ke arah utara. Kebetulan ini berdampingan atau bersampingan dengan wilayah Ngawi,” kata Mahfud.

Hingga sore hari, api belum sepenuhnya padam. Petugas gabungan masih melakukan mitigasi, penyisiran, serta memperkuat ilaran di sejumlah titik guna menghambat pergerakan api.

Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Petugas masih berkonsentrasi pada pengendalian kebakaran dan mencegah api meluas sebelum dilakukan penelusuran lebih lanjut terkait sumber api. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Toko Jajanan Lebaran di Magetan Diserbu Pembeli, Penjualan Naik Hingga 80 Persen Menjelang Idulfitri

    Toko Jajanan Lebaran di Magetan Diserbu Pembeli, Penjualan Naik Hingga 80 Persen Menjelang Idulfitri

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang Hari Raya Idulfitri, sejumlah toko yang menjual camilan khas lebaran di Kabupaten Magetan mulai dibanjiri pembeli. Kurang dari sepekan sebelum lebaran, antusiasme masyarakat untuk membeli aneka kue kering, snack kiloan, hingga jajanan kaleng semakin tinggi. Pantauan di salah satu toko camilan lebaran di Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Magetan Kota, menunjukkan sejak […]

    Bagikan
  • Logistik PSU untuk 4 TPS di Magetan Siap Didistribusikan 

    Logistik PSU untuk 4 TPS di Magetan Siap Didistribusikan 

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur memastikan bahwa empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Magetan siap untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Sabtu (22/3/2025). Keempat TPS yang telah ditinjau pada Jumat (21/3/2025) pukul 16.00 WIB meliputi TPS 001 dan TPS 004 di Desa Kinandang, Kecamatan Bendo, TPS 001 […]

    Bagikan
  • Harga Cabai Naik, Pengusaha Kuliner dan Produsen Sambal Tercekik

    Harga Cabai Naik, Pengusaha Kuliner dan Produsen Sambal Tercekik

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Harga cabai rawit di Ponorogo, Jawa Timur hingga kini masih tinggi. Bahkan sempat menyentuh angka Rp. 120 Ribu per kilogramnya. Meski kini turun di kisaran harga Rp. 85 Ribu per kilogram, namun itu masih jauh dari harga normal. Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap pelaku usaha kuliner dan produsen sambal […]

    Bagikan
  • BPBD Magetan Petakan Titik Rawan Bencana, Fokus Pengawasan di Wilayah Dataran Tinggi

    BPBD Magetan Petakan Titik Rawan Bencana, Fokus Pengawasan di Wilayah Dataran Tinggi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya intensitas hujan. Pemantauan difokuskan pada kawasan dataran tinggi yang memiliki potensi longsor lebih besar. Plt Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Cahaya Wijaya, menjelaskan bahwa wilayah rawan bencana kini terbagi menjadi dua zona besar, yaitu daerah bawah dengan risiko banjir, […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat, 260 Siswa Bersiap Ikuti Pendidikan Berasrama

    Bupati Madiun Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat, 260 Siswa Bersiap Ikuti Pendidikan Berasrama

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Madiun resmi dimulai pada Jumat (31/7/2026). Pembukaan dilakukan langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto di kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi, Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, sekaligus menandai dimulainya operasional sekolah berasrama bagi ratusan siswa dari keluarga prasejahtera. Sebanyak 260 peserta didik yang […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Catat 26.417 Penumpang pada H+2 Lebaran 2026

    KAI Daop 7 Madiun Catat 26.417 Penumpang pada H+2 Lebaran 2026

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Volume penumpang kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun meningkat pada hari kedua Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kenaikan tercatat sekitar 8 persen dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data sementara pada Minggu (22/3/2026), total penumpang mencapai 26.417 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 13.846 penumpang […]

    Bagikan
expand_less