Ini Empat Nama Kandidat Yang Bertarung di Seleksi Sekda Ponorogo
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 39
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo memasuki tahap lanjutan. Dari sebelumnya lima peserta, kini tersisa empat pejabat eselon II yang melanjutkan proses seleksi berikutnya.
Satu peserta tidak melanjutkan tahapan seleksi karena sakit sehingga tidak mengikuti tes lanjutan. Akibatnya, peserta tersebut tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Plh Kepala BKPSDM Ponorogo, Suko Widodo, menjelaskan pada prinsipnya dalam tahapan seleksi ini tidak ada sistem gugur secara langsung. Namun karena salah satu peserta tidak mengikuti rangkaian tes lanjutan, maka otomatis tidak dapat melanjutkan proses seleksi.
“Sebenarnya kami menyebut tidak ada sistem gugur. Tetapi karena salah satu peserta tidak melanjutkan tahapan seleksi karena sakit, maka nilainya tidak memenuhi untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Akhirnya sekarang tinggal empat peserta yang melanjutkan proses seleksi selanjutnya,” ujarnya.
Empat kandidat yang masih bertahan yakni Agus Sugiarto, Kepala BPPKAD sekaligus Pj Sekda Ponorogo, Henry Indrawardhana ,Kepala DPPKB Ponorogo, Imam Bashori, Kepala Inspektorat Ponorogo, dan Masun, Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo.
Sebelumnya para peserta telah mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) dan seleksi kemampuan bidang. Tahapan selanjutnya dijadwalkan berlangsung Rabu (11/3) hingga Kamis (12/3) berupa uji gagasan melalui penulisan makalah serta wawancara di hadapan panitia seleksi.
Dalam tahapan tersebut peserta akan diberikan tema secara mendadak oleh panitia seleksi. Peserta kemudian diminta menulis makalah di tempat, memaparkan gagasannya di hadapan tim pansel, serta menjalani sesi tanya jawab.
“Tema makalah diberikan saat pelaksanaan. Peserta diminta menulis, kemudian memaparkan gagasannya dan dilanjutkan tanya jawab dengan panitia seleksi,” jelasnya.
Ia menambahkan seluruh rangkaian seleksi berlangsung cukup berat karena dilakukan secara maraton sejak pagi hingga sore hari.
“Seleksi ini memang maraton dari pagi sampai sore, bahkan sampai menjelang buka puasa. Jadi bukan hanya menguji kemampuan berpikir, tetapi juga ketahanan fisik para peserta,” pungkasnya.(ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez
