
Sinergia | Kab. Ponorogo – Sosok Dewi Astutik alias PA (42), warga asal Ponorogo, menjadi sorotan setelah namanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Badan Narkotika Nasional (BNN) dan red notice Interpol. Ia diduga terlibat dalam jaringan narkoba internasional yang menyelundupkan dua ton sabu melalui jalur laut.
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu, membenarkan bahwa Dewi Astutik merupakan warga Ponorogo. Namun, identitas yang digunakan diketahui palsu, karena memakai nama adiknya dalam dokumen resmi.
“KTP-nya memang Ponorogo. Tapi identitas pertama yang digunakan itu palsu, memakai nama adiknya. Orang situ, tapi kartunya dipalsukan,” jelas AKBP Andin, Rabu (28/05/2025).
Kapolres menambahkan bahwa Dewi Astutik sudah lama menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Ia pernah bekerja di Taiwan sejak 2010 dan sempat pulang ke Indonesia pada 2023 selama satu bulan, sebelum kembali ke luar negeri dan disinyalir berada di Kamboja.
“Dia memang orang Ponorogo, sudah lama jadi PMI,” tambahnya.
Hingga kini, aparat penegak hukum masih terus mendalami kasus ini dan melacak jejak keterlibatan DA dalam sindikat narkoba lintas negara.
Ega patria – Sinergia