Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Kebakaran Lereng Lawu di Perbatasan Magetan-Ngawi Sebagian Padam, Petugas Tetap Siaga

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 155
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kebakaran hutan lereng Lawu sebagian mulai padam. (15/9/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, kawasan perbatasan Kabupaten Magetan dan Ngawi, mulai terkendali setelah petugas gabungan melakukan penanganan sejak Senin (14/9/2026). Hingga Selasa (15/9/2026), titik api yang berada di wilayah administratif Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, sebagian telah dinyatakan padam.

Meski demikian, penanganan belum sepenuhnya dihentikan. Petugas masih melakukan pemantauan di kawasan perbatasan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api serta memastikan api dari wilayah sekitar tidak kembali menjalar ke kawasan Magetan.

Kebakaran pertama kali diketahui pada Senin pagi sekitar pukul 07.58 WIB di kawasan Gunung Lawu, tepatnya Petak 50 RPH Bedagung, yang berbatasan dengan Desa Karangrejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.

Api kemudian membakar vegetasi di kawasan hutan pinus. Kondisi medan yang berada di lereng pegunungan, ditambah tiupan angin yang cukup kencang, membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.

Sejak awal kejadian, petugas gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Perhutani, Dinas Sosial, Tagana, relawan, LMDH, MPA, dan masyarakat diterjunkan ke lokasi. Total sekitar 276 personel terlibat dalam operasi penanganan kebakaran.

Petugas melakukan pemadaman secara manual sekaligus membuat sekat bakar atau ilaran untuk memutus jalur penjalaran api. Ilaran dibuat di sejumlah titik, termasuk memanfaatkan kondisi alam seperti sungai sebagai batas alami.

Kalaksa BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, operasi kembali dilakukan Selasa pagi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa di wilayah Magetan.

“Pagi tadi secara visual dari bawah asap sudah tidak nampak, tetapi ketika di atas ternyata masih ada titik api. Teman-teman melakukan upaya pemadaman, tetapi ada juga yang memang tidak terjangkau. Seluruhnya tadi juga membuat ilaran,” ujar Eka.

Setelah dilakukan penanganan, titik api di Petak 50 yang masuk wilayah administratif Desa Jabung sebagian dinyatakan padam. Namun, petugas masih bersiaga karena terdapat satu titik yang diduga berada di wilayah Kabupaten Ngawi.

Image Not Found
Petugas gabungan memantau titik api di lereng Lawu. Foto : Kus-Sinergia

“Kalau untuk area Magetan sudah normal. Ada satu titik yang dimungkinkan di wilayah Ngawi, tetapi kami masih standby semua untuk memastikan tidak ada hambatan kembali ke area Magetan,” kata Eka.

Pergerakan api sebelumnya mengarah ke utara akibat tiupan angin. Karena itu, petugas juga berkoordinasi dengan unsur terkait di Kabupaten Ngawi. Pembuatan sekat bakar dilakukan di kawasan Campurejo, Ngawi, untuk mengisolasi titik api dan mencegah penjalaran lebih lanjut.

Di sisi Magetan, ilaran yang dibuat dalam penanganan terakhir mencapai sekitar 1,5 kilometer. Total panjang sekat bakar yang telah dibuat sejak Senin masih dalam proses pendataan.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, petugas juga telah mendirikan posko karhutla di Kantor Desa Ngliliran, Kecamatan Panekan. Posko tersebut digunakan sebagai titik koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di kawasan lereng Lawu.

Sementara itu, luasan pasti kawasan yang terbakar masih belum dapat dipastikan. Data sementara mencatat kebakaran terjadi di Petak 50 dan Petak 44 RPH Bedagung dengan perkiraan luasan sekitar 2 hektare, namun angka tersebut masih menunggu hasil pendataan lebih lanjut oleh petugas dan Perhutani.

Eka mengatakan, penetapan luasan harus dilakukan setelah kondisi benar-benar aman dan seluruh area terdampak dapat dipetakan.

“Luasan itu belum bisa dipastikan karena masih terus berkembang nyalanya. Bahkan dari Perhutani pun belum bisa memastikan karena harus benar-benar fix nanti berapa area yang terdampak,” jelasnya.

BPBD Magetan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran selama kondisi kering. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak menyalakan api di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Batik Nasional 2026, Regenerasi Pembatik di Kota Madiun Masih Jadi Tantangan

    Hari Batik Nasional 2026, Regenerasi Pembatik di Kota Madiun Masih Jadi Tantangan

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Peringatan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober menjadi momentum untuk melihat perkembangan industri batik sekaligus tantangan regenerasi perajin. Di Kota Madiun, batik terus berkembang dengan beragam motif khas, namun minat generasi muda untuk menekuni profesi sebagai pembatik masih dinilai rendah. Kepala Bidang Perindustrian Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan […]

    Bagikan
  • Dampak Banjir di Ngawi, Jembatan Penghubung Putus dan Rumah Warga Rusak photo_camera 4

    Dampak Banjir di Ngawi, Jembatan Penghubung Putus dan Rumah Warga Rusak

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi pada Sabtu (14/2/2026) petang, mengakibatkan kerusakan cukup parah. Selain merusak satu rumah warga, derasnya arus juga memutus jembatan penghubung antar-dusun di Desa Jeblogan. Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan intens mengguyur kawasan itu selama sekitar satu jam. Air Sungai Buntung meluap dan menghantam bangunan […]

    Bagikan
  • Baru 4 Gerai KKMP di Kota Madiun Proses Pembangunan, Hadapi Kendala Keterbatasan Lahan

    Baru 4 Gerai KKMP di Kota Madiun Proses Pembangunan, Hadapi Kendala Keterbatasan Lahan

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disnaker KUKM) terus mengakselerasi pembangunan Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Saat ini, pembangunan empat gerai tengah berlangsung dan ditargetkan dapat segera beroperasi. Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Disnaker KUKM Kota Madiun, Angga Wahyu Nur Cahyo, […]

    Bagikan
  • Hasil Uji Lab, Polisi Temukan Bakteri Pada Makanan Penyebab Keracunan di Bondrang dan Belang

    Hasil Uji Lab, Polisi Temukan Bakteri Pada Makanan Penyebab Keracunan di Bondrang dan Belang

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Polres Ponorogo mengungkap hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal yang menimpa puluhan warga di dua kecamatan beberapa waktu lalu. Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Rudi Hidajanto, menyebutkan sampel yang diperiksa meliputi air, bumbu gulai, kecap, sate, tongseng, gulai kambing, serta sejumlah peralatan memasak dari […]

    Bagikan
  • Debit Waduk Dawuhan Menyusut, Ratusan Hektare Sawah di Madiun Kekurangan Air

    Debit Waduk Dawuhan Menyusut, Ratusan Hektare Sawah di Madiun Kekurangan Air

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Ratusan hektare lahan sawah di Kabupaten Madiun mulai kekurangan pasokan air setelah volume Waduk Dawuhan di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, terus menyusut. Kondisi ini terjadi di tengah cuaca panas dan tidak adanya pasokan air dari sungai menuju waduk. Saat ini, volume air Waduk Dawuhan hanya tersisa sekitar 15 persen atau 520 […]

    Bagikan
  • Warga Sayutan Bersikukuh Tolak Tambang Galian C, Khawatir Sumber Air hingga Makam Leluhur Terancam

    Warga Sayutan Bersikukuh Tolak Tambang Galian C, Khawatir Sumber Air hingga Makam Leluhur Terancam

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penolakan warga terhadap aktivitas tambang galian C di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, masih terus bergulir. Meski DPRD Magetan telah memfasilitasi rapat dengar pendapat (RDP) antara warga, pemerintah daerah, dan pihak penambang, masyarakat tetap bersikukuh meminta seluruh aktivitas penambangan dihentikan. Bagi warga, persoalan tambang tidak semata menyangkut investasi maupun legalitas […]

    Bagikan
expand_less