Berita Terkini
Trending Tags

Provinsi Dorong Akselerasi Ekonomi Magetan, UMKM, Infrastruktur, dan Sektor Unggulan Jadi Fokus

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
  • visibility 290
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati dan Wakil Bupati Magetan bersama Forkopimda saat Musrenbang RKPD 2027, (26/3), Foto : Kusnanto

Sinergia | Magetan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan pentingnya sinkronisasi perencanaan pembangunan antara daerah dan provinsi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas pada 2027. Hal ini disampaikan oleh Endy Alim Abdi Nusa, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, yang hadir mewakili Bapperida Provinsi Jawa Timur dalam Musrenbang RKPD Kabupaten Magetan Tahun 2027 di Pendapa Surya Graha, Kamis (26/3/2026).

Endy menekankan bahwa arah pembangunan 2027 akan diarahkan pada “penguatan pelayanan dasar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas”, selaras dengan tema RKP Nasional 2027: Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri.

Dalam paparannya, Endy menyampaikan bahwa struktur ekonomi Magetan masih didominasi sektor pertanian dengan porsi 27,52%, disusul perdagangan 16,09%, industri 12,48%, dan konstruksi 7,69%. Dengan PDRB ADHB mencapai Rp 26,37 triliun, kontribusi ekonomi Magetan terhadap Jawa Timur berada di angka 0,77–0,80% dalam lima tahun terakhir.

“Magetan memiliki potensi besar di sektor pertanian, jasa pendidikan, kesehatan, hingga informasi dan komunikasi. Sektor-sektor ini menunjukkan peningkatan spesialisasi dan daya saing yang lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi,” ujar Endy.

Ia menambahkan bahwa peluang percepatan ekonomi terbuka lebar apabila Magetan mampu memperkuat hilirisasi, meningkatkan produktivitas, dan memanfaatkan inovasi di sektor-sektor tersebut.

Sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Endy menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM harus menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, ekonomi inklusif tidak mungkin terwujud tanpa penguatan UMKM.

“UMKM Magetan membutuhkan ekosistem yang lebih adaptif—pelatihan, akses pembiayaan, sertifikasi, hingga digitalisasi. Pertumbuhan harus dirasakan seluruh pelaku ekonomi, termasuk usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ungkapnya.

Ia menilai Magetan memiliki peluang besar dalam sektor ekonomi kreatif, produk olahan pertanian, pariwisata kuliner, serta jasa, yang dapat ditingkatkan untuk menciptakan lapangan kerja lokal.

Selain ekonomi, provinsi juga memberikan arahan strategis pembangunan wilayah. Endy menguraikan beberapa intervensi prioritas untuk Magetan. Diantaranya pemenuhan layanan dasar seperti air minum, pengelolaan limbah, dan ruang terbuka hijau, penataan kawasan kumuh terpadu dan pembangunan hunian murah bersanitasi baik serta preservasi dan peningkatan konektivitas jalan Madiun–Magetan dan Madiun–Ponorogo–Pacitan. 

Selain juga persiapan simpul transportasi publik untuk menunjang mobilitas dan ekonomi, redistribusi tanah dan pemberdayaan reforma agraria dan penguatan aksi pembangunan rendah karbon dan penurunan emisi GRK.

“Konektivitas dan kualitas layanan dasar menjadi fondasi. Bila akses dasar terpenuhi, ekonomi otomatis bergerak lebih cepat. Kami mendorong Magetan mempercepat konektivitas antarwilayah, terutama yang terhubung dengan pariwisata, kawasan industri, dan pusat ekonomi kreatif,” tegas Endy.

Endy juga menyoroti kondisi sosial-ekonomi Magetan. Meski pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 4,69–5,23%, masih diperlukan upaya signifikan untuk menurunkan kemiskinan yang berada pada rentang 7,39–8,24%, selaras dengan target provinsi.

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Magetan sudah masuk kategori tinggi, tetapi peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan harus terus digencarkan. Ini penting agar SDM Magetan siap menghadapi transformasi ekonomi,” katanya.

Provinsi juga mendorong penguatan layanan kesehatan, pengendalian penyakit tidak menular, intervensi stunting pra-nikah, serta standardisasi alat ukur posyandu sebagai fondasi pembangunan sosial jangka panjang.

Dalam penutupannya, Endy menegaskan bahwa capaian target pertumbuhan ekonomi 2027 tidak mungkin dicapai hanya dengan APBD. Pemerintah daerah wajib kreatif menggali pembiayaan alternatif.

“Kami mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan creative financing. Dunia berubah cepat, dan kita tidak bisa mengandalkan satu sumber pendanaan saja. Kolaborasi dengan sektor swasta, BUMN, hingga skema ekonomi hijau harus mulai dirancang,” tegasnya.

Ia berharap Musrenbang tidak hanya menjadi forum seremonial, tetapi momentum strategis untuk membangun arah pembangunan yang kuat, terukur, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat Magetan. (Nan)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembali Terjadi ! Diduga Keracunan menu MBG, Puluhan Siswa di Mantingan Dilarikan ke Puskemas

    Kembali Terjadi ! Diduga Keracunan menu MBG, Puluhan Siswa di Mantingan Dilarikan ke Puskemas

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini, puluhan siswa dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, harus mendapat perawatan medis setelah mengalami gejala keracunan makanan, Kamis (4/12/2025). Mereka diketahui menyantap hidangan MBG sehari sebelumnya, Rabu (03/12/2025). Hingga pukul 12.00 WIB, lebih dari 40 anak […]

    Bagikan
  • Kelas Inspirasi 11, Saat Anak-Anak SD di Gemarang Belajar Langsung dari Para Profesional

    Kelas Inspirasi 11, Saat Anak-Anak SD di Gemarang Belajar Langsung dari Para Profesional

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Suasana belajar di delapan sekolah dasar (SD) di Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, berubah tidak seperti biasanya. Anak-anak tampak antusias menyambut para tamu istimewa, relawan dari berbagai profesi yang datang bukan untuk mengajar mata pelajaran, melainkan berbagi pengalaman hidup. Mereka datang sebagai bagian dari Kelas Inspirasi Madiun 11, sebuah kegiatan tahunan […]

    Bagikan
  • DPRD Kota Madiun Soroti Piutang Daerah Tahun 2024 sebesar Rp. 21 Miliar

    DPRD Kota Madiun Soroti Piutang Daerah Tahun 2024 sebesar Rp. 21 Miliar

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Proses evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kota Madiun terus berjalan secara intensif. Dalam Rapat Paripurna pada Rabu (21/05/2025), Fraksi-Frkasi DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah hal, salah satunya Piutang Daerah. Saldo netto piutang pendapatan tahun 2024 tercatat sebesar Rp.21.8 Miliar. Nominal tersebut meningkat jumlahnya jika dibanding dengan saldo piutang pada […]

    Bagikan
  • Tim Banggar DPRD Minta Efisiensi Anggaran Tidak Pengaruhi Pelayanan Publik

    Tim Banggar DPRD Minta Efisiensi Anggaran Tidak Pengaruhi Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menyepakati rencana pemerintah pusat terkait dengan efisiensi anggaran sesuai Inpres nomor 1/2025. Salah satunya meminimalisir acara seremonial dan perjalanan dinas. Selain itu, dana transfer daerah yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk daerah yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana […]

    Bagikan
  • Madiun Batik Heritage Festival 2026 Jadi Ruang Belajar dan Pelestarian Batik, Libatkan 33 Perajin serta Generasi Muda

    Madiun Batik Heritage Festival 2026 Jadi Ruang Belajar dan Pelestarian Batik, Libatkan 33 Perajin serta Generasi Muda

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ada suasana berbeda di halaman tengah Balai Kota Madiun, Kamis (16/7/2026). Sayup alunan gamelan menyambut setiap pengunjung yang melangkah masuk. Tiang-tiang dan sudut balai kota dihiasi lembaran kain batik hasil karya para perajin serta pelajar Kota Madiun, menghadirkan nuansa budaya yang kental sejak pandangan pertama. Pemandangan itu menjadi bagian dari […]

    Bagikan
  • Resahkan Warga, Polisi Amankan 200 Selongsong Petasan dari Rumah Warga di Jenangan

    Resahkan Warga, Polisi Amankan 200 Selongsong Petasan dari Rumah Warga di Jenangan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Aparat kepolisian mengamankan ratusan selongsong petasan dari sebuah rumah warga di Kelurahan Singosaren, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Senin (16/3/2026). Penemuan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang mengaku resah dan merasa tidak nyaman dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Informasi dari warga itu kemudian ditindaklanjuti petugas dengan melakukan patroli dan pengecekan langsung […]

    Bagikan
expand_less