Ketika Gontor Memanggil, Puluhan Ribu Alumni Datang dari Berbagai Penjuru Dunia
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 52 menit yang lalu
- visibility 32
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Puluhan ribu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mulai memadati kawasan pondok untuk mengikuti rangkaian peringatan 100 tahun Gontor. Para alumni datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga sejumlah penjuru dunia dengan beragam cara perjalanan.
Ketua Panitia Reuni Peringatan 100 Tahun Gontor, Dr. Riza Azhari, M.Pd., mengatakan para alumni telah berdatangan sejak Jumat (18/9/2026) pagi hingga sore hari. Mereka mengikuti sejumlah agenda, di antaranya khataman Al-Qur’an dan sujud syukur.
Riza menyebut tingginya antusiasme alumni tidak lepas dari rasa rindu terhadap almamater. Momentum satu abad Gontor menjadi kesempatan bagi para lulusan dari berbagai generasi untuk kembali berkumpul di lingkungan pesantren.
“Mereka antusias karena kangen kepada pondok tercintanya; mereka pulang kampung kepada ‘ibunya’. Ini artinya mereka sangat sayang kepada pondoknya,” ujar Riza kepada awak media di PMDG, Jumat (18/9/2026).
Alumni yang hadir memiliki rentang usia dan latar belakang yang beragam. Mulai dari alumni berusia sekitar 80-an tahun hingga belasan tahun dari berbagai marhalah atau angkatan.

Mereka juga menempuh perjalanan dengan berbagai moda transportasi. Ada yang berjalan kaki, berlari, bersepeda, menggunakan sepeda motor dan mengikuti touring. Sebagian lainnya datang menggunakan kapal maupun pesawat.
“Mereka datang dari berbagai penjuru dunia, lintas marhalah, dari yang berumur 80-an sampai yang berumur belasan tahun. Ada yang datang berupa berjalan kaki, lari, naik sepeda, bermotor, touring, hingga menggunakan kapal dan pesawat,” jelasnya.
Salah satu alumni yang turut hadir adalah Fajin Nafida Firdaus, alumni Gontor angkatan 2017 asal Bandung. Fajin tiba di Gontor pada Jumat sekitar pukul 07.00 WIB bersama teman-temannya.
Ia mengaku sengaja menempuh perjalanan jauh untuk kembali merasakan suasana dan nuansa kehidupan pesantren yang pernah menjadi bagian dari perjalanan pendidikannya.
“Kami baru datang tadi jam tujuh pagi, bareng teman-teman. Datang jauh-jauh untuk merasakan lagi nuansa pesantrennya,” ujar Fajin.
Bagi Fajin, peringatan 100 tahun Gontor menjadi momentum untuk kembali bertemu dengan sesama alumni sekaligus bernostalgia dengan lingkungan pondok.
Ia berharap Gontor yang telah memasuki usia satu abad dapat terus berkembang dan menjadi lebih baik ke depannya.
“Harapannya untuk Gontor semoga menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Sementara itu, Riza menilai berkumpulnya alumni lintas generasi tersebut menunjukkan kuatnya ikatan kebersamaan yang terbangun selama mereka menempuh pendidikan di Gontor.
“Ini membuktikan bahwa hasil pendidikan Gontor mengenai ukhuwah islamiyah terbukti dan digunakan secara efektif oleh para alumninya,” terangnya.
Rangkaian peringatan 100 Tahun Gontor dilanjutkan dengan agenda utama pada Sabtu (19/9/2026) yang dijadwalkan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada minggu (20/9/2026). (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





