Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Dinkes Madiun Dekatkan Dokter Spesialis Jiwa ke Desa, ODGJ Tak Perlu ke Rumah Sakit

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • visibility 158
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Layanan Sahabat Jiwa menghadirkan dokter spesialis ke Desa Lembah. (18/9/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mendekatkan layanan kesehatan jiwa kepada masyarakat melalui Sahabat Jiwa. Program ini memungkinkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi dokter spesialis jiwa lebih dekat dengan tempat tinggalnya tanpa harus datang ke rumah sakit.

Pelayanan tersebut salah satunya digelar di Halaman Kantor Desa Lembah, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jumat (18/9/2026). Kegiatan dikemas menyerupai posyandu, dengan melibatkan ODGJ, keluarga pendamping, kader, pemerintah desa, puskesmas, hingga dokter spesialis jiwa.

Kegiatan diawali dengan skrining kesehatan bagi ODGJ dan keluarga pendamping. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, berat badan, tinggi badan, gula darah, kolesterol, dan pemeriksaan kesehatan lainnya.

Setelah skrining, peserta mengikuti senam bersama yang dipandu tim dari Puskesmas Mlilir. Para ODGJ kemudian mendapat kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis jiwa yang didatangkan ke kantor desa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, mengatakan layanan Sahabat Jiwa merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami gangguan jiwa.

“Dinas Kesehatan sangat peduli. Ini dibuktikan bahwa kami tidak hanya di Lembah , sudah ada di Kebonagung, kemudian Purworejo. Semuanya kita kumpulkan,” ujar Agung.

Menurutnya, proses pemulihan ODGJ tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga diperlukan agar ODGJ tetap berinteraksi dengan masyarakat.

Image Not Found
Peserta mengikuti senam bersama yang dipandu tim dari Puskesmas Mlilir. Foto : Tova-Sinergia

“Yang penting mereka mampu berinteraksi. Kalau masih muda, mudah-mudahan bisa sampai mampu mencari nafkah sendiri. Tetapi bagi yang sudah sepuh, yang penting bisa berinteraksi dengan tetangga,” katanya.

Agung menambahkan, keluarga perlu terus mengajak ODGJ berkomunikasi dan beraktivitas agar proses pemulihan dapat berjalan secara bertahap.

“Untuk meringankan cobaan ini dalam rangka kesembuhan, tidak hanya tergantung pada tim kesehatan. Tetapi dukungan pemerintah desa, kemudian yang lebih kecil lingkupnya dukungan keluarga, diajak terus berinteraksi, diajak ngobrol dan sebagainya,” jelasnya.

Agung menjelaskan, program Sahabat Jiwa dibentuk karena jumlah ODGJ di Kabupaten Madiun cukup banyak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, terdapat sekitar 2.998 ODGJ, dengan lebih dari 1.400 di antaranya masuk kategori gangguan jiwa berat.

Kondisi geografis Kabupaten Madiun yang luas menjadi salah satu pertimbangan pemerintah mendekatkan layanan kesehatan jiwa kepada masyarakat.

“Awal mulanya terbentuk Sahabat Jiwa ini merupakan inovasi dari Dinas Kesehatan. Pasien ODGJ kita di Kabupaten Madiun ada 2.998. Dari itu ada 1.400 sekian yang berat,” ungkapnya.

Karena itu, Dinkes menggandeng puskesmas untuk menghadirkan dokter spesialis jiwa secara langsung ke wilayah yang memiliki kebutuhan layanan kesehatan jiwa.

“Sehingga masyarakat yang memiliki gangguan jiwa tidak perlu datang ke rumah sakit, tetapi tiap bulan kita mendekatkan pelayanan untuk pemeriksaan gangguan jiwanya lebih dekat kepada masyarakat,” imbuh Agung.

Dalam pelayanan Sahabat Jiwa, ODGJ tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan jiwa. Mereka juga memperoleh pemeriksaan kesehatan umum dan konsultasi terkait pengobatan.

“Di Sahabat Jiwa mereka mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis. Ada tensi, pengukuran tinggi badan, berat badan, kemudian gula darah, kolesterol dan sebagainya,” jelas Agung.

Setelah itu, dokter spesialis jiwa melakukan konsultasi untuk mengevaluasi kondisi pasien, termasuk menentukan apakah pengobatan tetap dilanjutkan atau perlu dilakukan penyesuaian.

“Dilakukan konsultasi dengan dokter spesialis jiwa, apakah pengobatannya dilanjutkan atau kemudian ditambah. Sehingga mereka tetap terkontrol kesehatan maupun kesehatan jiwanya,” katanya.

Image Not Found
Skrining kesehatan dalam layanan Sahabat Jiwa. Foto : Tova-Sinergia

14 ODGJ di Desa Lembah

Sementara itu, Kepala Desa Lembah, Andik Eko Widodo, mengatakan terdapat 14 ODGJ yang mengikuti layanan Sahabat Jiwa di desanya. Seluruhnya masuk kategori gangguan jiwa sedang.

Menurut Andik, kondisi ODGJ di Desa Lembah saat ini relatif stabil. Keluarga juga dinilai kooperatif dalam mendampingi anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa.

“Untuk kondisi sehat jiwa di Desa Lembah, alhamdulillah sampai saat ini kondisinya stabil dan ini kondisi sedang. Tidak ada yang over, tidak ada yang temperamen,” kata Andik.

Ia menilai keberadaan Sahabat Jiwa memberikan manfaat karena ODGJ dapat memperoleh layanan dan pengambilan obat secara rutin setiap bulan.

Sebelum adanya layanan tersebut, kata dia, sebagian pasien kesulitan menjalani pengobatan secara teratur karena harus datang ke fasilitas kesehatan.

“Dengan adanya posyandu ini tiap bulan, jamnya ditentukan dari tim kesehatan dan kader. Pendaftarannya rutin tiap bulan,” ujarnya.

Andik memastikan ODGJ di Desa Lembah tidak harus datang ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan rutin dalam program tersebut.

“Alhamdulillah tidak,” jawabnya saat ditanya apakah pasien harus datang ke rumah sakit untuk kontrol.

Ia juga menyebut tidak ada kasus pemasungan terhadap ODGJ di Desa Lembah. Pemerintah desa memilih memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh warga dengan tetap mendorong keluarga dan masyarakat untuk ikut mendukung proses pemulihan. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panen Berkah Penjual Bunga di Magetan, Penjualan Melonjak Jelang Ramadan

    Panen Berkah Penjual Bunga di Magetan, Penjualan Melonjak Jelang Ramadan

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, para penjual bunga untuk kebutuhan ziarah di Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan menikmati berkah musiman. Tradisi ziarah makam yang dilakukan warga pada periode ini membuat para pedagang kebanjiran pembeli dari wilayah sekitar hingga desa tetangga. Setiap tahun, permintaan bunga campur, terdiri dari mawar, melati, kenanga, […]

    Bagikan
  • Tradisi Farewell Parade Warnai Sertijab Kapolres Madiun Kota 

    Tradisi Farewell Parade Warnai Sertijab Kapolres Madiun Kota 

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tradisi Farewell Parade digelar di halaman Mapolres Madiun Kota pada Selasa pagi (22/4/2025), menandai serah terima jabatan Kapolres Madiun Kota dari AKBP Agus Dwi Suryanto kepada AKBP Wiwin Junianto Supriyadi. Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan suguhan atraksi pencak silat serta penampilan drumband dari personel Polres Madiun Kota. AKBP Agus […]

    Bagikan
  • Total Dana Banpol Rp 2,9 miliar, PKB Terima Senilai Rp 574 juta, Hanura terima Rp 95 juta

    Total Dana Banpol Rp 2,9 miliar, PKB Terima Senilai Rp 574 juta, Hanura terima Rp 95 juta

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab. Madiun | Dana hibah dari Pemkab Madiun untuk partai politik (Parpol) tahun 2025 akan segera cair. Besaran dana hibah parpol itu dihitung berdasarkan hasil Pemilu 2024. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bankesbangpol) Kabupaten Madiun, Mashudi mengatakan setidaknya ada delapan Parpol yang menerima Banpol itu. Tertinggi PKB dengan perolehan suara […]

    Bagikan
  • Pamit Menyusul Ibunya, Gadis 15 Tahun Hilang di Hutan Jati

    Pamit Menyusul Ibunya, Gadis 15 Tahun Hilang di Hutan Jati

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang remaja perempuan bernama Ilut Apriliani (15) dilaporkan hilang di kawasan hutan jati Desa Lembeyan Wetan, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sejak Jumat sore (09/05/2025). Hingga Sabtu siang (10/05/2025), proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Ilut, warga Dusun Tegal Rejo RT 02 RW 04, terakhir terlihat berjalan […]

    Bagikan
  • Dinas Pendidikan Kota Madiun Bakal “Ngantor” di Lembaga Sekolah

    Dinas Pendidikan Kota Madiun Bakal “Ngantor” di Lembaga Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Pendidikan Kota Madiun bakal menggelar program “Ngantor di Lapangan” sebagai bagian dari tindak lanjut program Wali Kota Madiun. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan menyasar seluruh sekolah negeri di lingkup Kota Madiun. Program ini yang melibatkan seluruh jajaran Dinas Pendidikan ini ditugaskan secara bergiliran di sekolah-sekolah untuk […]

    Bagikan
  • Kejar Tahun Ajaran Baru, Wamen PU Perintahkan Percepatan Proyek Sekolah Rakyat di Madiun

    Kejar Tahun Ajaran Baru, Wamen PU Perintahkan Percepatan Proyek Sekolah Rakyat di Madiun

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Rabu (1/4/2026) Siang.  Dalam kunjungan tersebut, ia meminta kontraktor menambah jumlah tenaga kerja guna mempercepat penyelesaian proyek agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026–2027. Saat ini, progres […]

    Bagikan
expand_less