Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Lima Peserta PPPK Asal Magetan Gugur, Tak Hadir Saat Ujian Tahap II

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
  • visibility 195
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ujian PPPK yang berlangsung dengan kondusif, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2024 tahap kedua masih berlangsung dan menjadi ajang perebutan ketat para peserta. Namun, sebanyak lima peserta asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dinyatakan gugur lantaran tidak hadir saat ujian.

Ujian dilaksanakan di Asrama Haji, Kota Madiun, pada Rabu (14/05/2025). Ketidakhadiran lima peserta tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi (PPI) BKPSDM Kabupaten Magetan, Nunuk Trisulawati.

“Dari 1.341 peserta yang memilih lokasi ujian di Madiun, terdapat lima orang yang tidak hadir. Jadi, yang hadir sebanyak 1.336 peserta. Dari lima yang absen, dua orang sudah mengundurkan diri (resign), satu orang meninggal dunia, dan dua lainnya merupakan peserta dari jalur umum dan honorer, tidak hadir tanpa keterangan,” jelas Nunuk.

Nunuk menambahkan bahwa untuk tahap selanjutnya, pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Setelah hasil diumumkan, BKPSDM akan menindaklanjuti dengan pengusulan Nomor Induk PPPK bagi peserta yang lolos seleksi.

Adapun kebutuhan formasi PPPK Kabupaten Magetan sebanyak 1.000 orang. Pada tahap pertama, sebanyak 798 formasi telah terisi, sedangkan sisanya diperebutkan pada tahap kedua.

“Sebenarnya formasi tahap pertama itu 800, tapi satu peserta mengundurkan diri dan satu lainnya salah klik saat proses. Jadi hanya 798 yang terisi. Maka di tahap dua ini, formasi tersisa menjadi 202, bukan 200 seperti semula,” terangnya.

Terkait nasib tenaga honorer yang belum lolos seleksi PPPK, Nunuk belum bisa memberikan kepastian. Ia menyebut bahwa kebijakan mengenai pegawai honorer atau sistem PPPK paruh waktu masih menunggu regulasi lebih lanjut dari pemerintah pusat.

“Kebijakan PPPK paruh waktu belum bisa dibahas saat ini. Kita tunggu saja, apakah nanti akan ada sistem seperti itu atau tidak,” jelasnya.

Nunuk menegaskan bahwa pihaknya tetap mengikuti aturan yang berlaku dari instansi kepegawaian pusat, mengingat regulasi yang sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu.

“Yang penting saat ini dijalani dulu. Karena regulasi kepegawaian bisa sangat cepat berubah, jadi belum bisa memberikan jawaban pasti sebelum ada aturan yang mengatur lebih lanjut,” pungkasnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Ungkap Aliran Dana Rp. 1,25 Miliar dalam Skandal Suap Menyeret Bupati Ponorogo

    KPK Ungkap Aliran Dana Rp. 1,25 Miliar dalam Skandal Suap Menyeret Bupati Ponorogo

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengembangkan kasus suap atau gratifikasi yang menyeret Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko serta Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono. Dalam kasus ini, Bupati dan Sekda Ponorogo ditetapkan sebagai tersangka beserta dr. Yunus Mahatma Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo dan Sucipto,pihak swasta atau kontraktor. Bahkan, KPK turut menyita […]

    Bagikan
  • Tiga Calon Dirut Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun Lolos Tahap Akhir, Wawancara KPM Jadi Penentu

    Tiga Calon Dirut Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun Lolos Tahap Akhir, Wawancara KPM Jadi Penentu

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Sinergia  | Kota Madiun – Seleksi calon Direktur Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun memasuki babak akhir. Panitia Seleksi (Pansel) resmi mengumumkan tiga peserta dengan nilai tertinggi Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), Selasa (7/7/2026). Selanjutnya, ketiga kandidat akan mengikuti wawancara bersama Kuasa Pemilik Modal (KPM) sebagai tahapan penentu sebelum direktur definitif ditetapkan. Sekretaris Daerah (Sekda) […]

    Bagikan
  • Meski Bulog Salurkan 18 Ribu Liter Per Pekan, Minyakita di Pasar Sayur Magetan Diharga Rp. 21 Ribu Per Liter

    Meski Bulog Salurkan 18 Ribu Liter Per Pekan, Minyakita di Pasar Sayur Magetan Diharga Rp. 21 Ribu Per Liter

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penyaluran MinyaKita oleh Perum Bulog di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Magetan belum sepenuhnya mampu menekan harga di tingkat konsumen. Meski setiap pekan digelontorkan hingga 18 ribu liter minyak goreng bersubsidi, MinyaKita di Pasar Sayur Magetan masih dijual seharga Rp21.000 per liter atau jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan […]

    Bagikan
  • Anak Terlibat Demo Dikumpulkan, Walikota Madiun: Harus Jadi Pelajaran

    Anak Terlibat Demo Dikumpulkan, Walikota Madiun: Harus Jadi Pelajaran

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar pembinaan terhadap sejumlah pelajar yang terlibat dalam aksi demonstrasi di kantor DPRD Kota Madiun pada (30/08/2025) lalu. Dalam kegiatan yang dihadiri siswa, perwakilan OSIS, orang tua, guru, hingga kepala sekolah tersebut, para pelajar diminta menyampaikan permintaan maaf kepada orang tuanya masing-masing. Walikota Madiun Maidi menegaskan, kegiatan […]

    Bagikan
  • Petani di Magetan Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Pompa Air Sawah

    Petani di Magetan Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Pompa Air Sawah

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang petani lanjut usia di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di area persawahan miliknya di Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo, Sabtu (6/6/2026) pagi. Korban diduga meninggal akibat tersengat aliran listrik saat melakukan perbaikan pompa air yang digunakan untuk mengairi sawah. Korban diketahui bernama Subari (65), warga setempat yang ditemukan dalam […]

    Bagikan
  • Hasil Uji Kasus Dugaan Keracunan MBG di Magetan, Diduga Ada Bakteri dari Alat Masak

    Hasil Uji Kasus Dugaan Keracunan MBG di Magetan, Diduga Ada Bakteri dari Alat Masak

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hasil uji laboratorium terkait kasus dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa belasan siswa di SDN 2 Kediren, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, akhirnya terungkap. Pemerintah setempat memastikan tidak ada kandungan bakteri berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi siswa. Namun hasil uji ditemukan indikasi kuat adanya kontaminasi dari alat […]

    Bagikan
expand_less