
Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan terus berupaya menjaga stabilitas harga hortikultura dan meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu langkah terbaru adalah pemanfaatan teknologi ozon melalui generator plasma ozon yang kini resmi beroperasi di Kantor Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Magetan.
Bupati Magetan, Nanik Endang, menyebut teknologi tersebut menjadi solusi strategis untuk mengatasi fluktuasi harga pasar, terutama pada komoditas yang kerap memicu inflasi seperti cabai rawit.
“Generator plasma ozon ini menjadi solusi strategis bagi petani dalam menghadapi fluktuasi harga, terutama cabai rawit. Saat harga turun, hasil panen bisa disimpan lebih lama sehingga petani tidak rugi,” ujar Nanik, Selasa (13/1/2026).
Teknologi ozon bekerja dengan memanfaatkan gas O₃ sebagai disinfektan alami untuk membunuh mikroorganisme, mengurangi residu pestisida, serta memperlambat proses pembusukan. Dengan teknologi ini, bahan pangan dapat disimpan lebih lama tanpa menurunkan kualitas maupun kandungan nutrisi.
Di Magetan, cold storage ber-ozon diklaim mampu mempertahankan kesegaran sayuran hingga tiga bulan, memberi kelonggaran bagi petani untuk menunda penjualan saat harga pasar anjlok.
“Kalau sewaktu-waktu harga jatuh, produk bisa disimpan dulu. Ketika harga kembali normal, baru dikeluarkan dan dijual. Ini memberi ruang bagi petani untuk mengatur waktu jual agar tidak merugi,” kata Bupati.
Kepala Dinas TPHP Magetan, Uswatul Chasanah, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi ozon masih dalam tahap awal. Sosialisasi kepada kelompok tani akan diperluas.

“Teknologi ozon ini masih tahap pengenalan. Nantinya akan kami sosialisasikan ke lebih banyak kelompok tani. Karena komoditas seperti cabai sangat fluktuatif harganya, teknologi ini bisa memperpanjang umur simpan sehingga petani lebih leluasa menentukan waktu jual,” ujar Uswatul.
Ia menambahkan, kapasitas cold storage yang digunakan saat ini mencapai 1,5 ton, dan ke depan tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan unit.
“Untuk kapasitas yang sekarang sekitar satu setengah ton. Ke depan bisa ditambah, terutama untuk wilayah Magetan bagian atas yang volume hortikulturan besar dan cepat rusak,” jelasnya.
Sejumlah hasil uji teknologi ozon menunjukkan peningkatan signifikan pada masa simpan dan waktu layak jual komoditas hortikultura.
Berikut rangkuman hasil penelitian:
• Cabai Rawit Merah: dari kontrol 4 hari menjadi 30–35 hari; masa simpan maksimal 45 hari
• Cabai Merah Besar: dari 7 hari menjadi 30–38 hari; masa simpan maksimal 60 hari
• Cabai Keriting: dari 7 hari menjadi 38–45 hari; masa simpan maksimal 65 hari
• Tomat: dari 5 hari menjadi 10–20 hari; masa simpan maksimal 20–25 hari
• Sayuran daun (seledri, selada, sawi, daun bawang, brokoli): dari 2 hari menjadi 6–10 hari; masa simpan maksimal 12 hari
Peningkatan daya simpan ini dianggap sangat relevan bagi petani Magetan yang kerap menghadapi anjlok harga mendadak, terutama pada musim panen raya.
Dengan teknologi ozon, Pemkab Magetan optimistis dapat menahan gejolak harga komoditas dan memperkuat ketahanan pangan daerah. “Teknologi tepat guna seperti ini harus terus dikembangkan agar petani semakin sejahtera dan harga komoditas tetap stabil,” tegas Bupati Nanik.(Nan/Krs).