Berita Terkini
Trending Tags

Nasib Guru Non-ASN Kian Menggantung, Kota Madiun Masih Kekurangan 158 Guru

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • visibility 92
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Guru non-ASN di Kota Madiun masih dibayangi ketidakpastian status. Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun — Nasib guru non-ASN di Kota Madiun diliputi ketidakpastian menyusul kebijakan pemerintah pusat yang melarang sekolah menggunakan tenaga honorer di luar skema ASN mulai 2027. Di tengah kebijakan tersebut, Kota Madiun justru masih menghadapi kekurangan sekitar 158 guru untuk jenjang SD dan SMP.

Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah negeri, terutama jika tidak diiringi penambahan formasi guru baru dari pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, mengatakan pemerintah daerah masih melakukan evaluasi terkait kebutuhan riil tenaga pendidik di Kota Madiun.

“Ini masih kita komunikasikan sama pusat, karena semua keputusan ada di pusat. Kita harus melihat realnya antara kebutuhan dan keinginan,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, mengatakan pemerintah daerah masih menunggu arah kebijakan pusat terkait keberadaan guru non-ASN di sekolah.

Menurut dia, saat ini masih terdapat guru non-ASN yang mengajar di sekolah-sekolah Kota Madiun. Sebagian besar dari mereka telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan mengantongi sertifikat pendidik.

“Guru non-ASN itu semuanya sudah lulus PPG, sehingga mereka sudah mengantongi sertifikat pendidik menjadi guru profesional,” ujar Jumat (21/5/2026).

Lismawati menjelaskan, para guru tersebut telah menerima tunjangan sertifikasi langsung dari kementerian. Karena itu, pemerintah daerah tidak lagi memberikan honor kepada mereka.

Meski demikian, keberlanjutan status mereka setelah 2027 masih belum jelas. Dinas Pendidikan masih menunggu kemungkinan relaksasi kebijakan dari pemerintah pusat, mengingat kebutuhan tenaga pengajar di sekolah masih tinggi.

“Kalau pendidikan dasar tanpa ada gurunya, tentu proses pembelajaran tidak akan berjalan optimal,” katanya.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kota Madiun mencatat kekurangan sekitar 158 guru SD dan SMP, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran.

Untuk mengatasi kekurangan guru kelas, pemerintah daerah sementara mengandalkan guru DPK (diperbantukan) yang selama ini ditempatkan di TK swasta.

“Karena kita punya guru kelas di jenjang TK yang selama ini diperbantukan sebagai guru DPK, maka ini menjadi solusi untuk mengisi kebutuhan guru kelas yang kosong,” kata Lismawati.

Ia menyebut, guru-guru tersebut sebelumnya diperbantukan di TK swasta karena kebutuhan di sekolah negeri masih tercukupi. Namun, seiring meningkatnya kekurangan guru di SD dan SMP negeri, pemerintah daerah mulai menarik kembali guru-guru tersebut.

Langkah itu dinilai menjadi solusi jangka pendek agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal di sekolah negeri.

Sementara untuk kekurangan guru mata pelajaran, Dinas Pendidikan berencana mengusulkan tambahan formasi pada rekrutmen CPNS 2026.

“Untuk guru mata pelajaran memang masih menjadi kebutuhan, dan nanti akan kami ajukan pada formasi CPNS 2026,” tutup Lismawati. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Hari Wur Atasi Sepinya Pasar Caruban Dengan Menghadirkan Investor 

    Bupati Hari Wur Atasi Sepinya Pasar Caruban Dengan Menghadirkan Investor 

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sepinya aktifitas jual beli di Pasar Caruban Baru (PCB) menggugah Bupati Madiun, Hari Wuryanto untuk melihat langsung kondisi pusat perekonomian di Caruban tersebut. Secara langsung, ia telah mendengarkan keluhan tersebut dari para pedagang perihal sepinya pembeli. Bahkan, Bupati juga meninjau kerusakan fasilitas PCB saat melakukan kunjungan beberapa hari lalu. Menurut […]

    Bagikan
  • Polisi Buru Pembuang Bayi di Sawah Sumbergandu

    Polisi Buru Pembuang Bayi di Sawah Sumbergandu

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Misteri penelantaran bayi di area persawahan Desa Sumbergandu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Selasa (15/4/2025) pagi, perlahan mulai terkuak. Satreskrim Polres Madiun kini tengah memburu pelaku yang tega membuang bayi laki-laki tak berdosa tersebut. Begitu mendapat laporan dari warga, polisi langsung bergerak cepat. Kasatreskrim Polres Madiun AKP Agus Andi Anton mengatakan, […]

    Bagikan
  • Tanah Longsor di Telaga Sarangan, Sejumlah Motor Tercebur ke Telaga

    Tanah Longsor di Telaga Sarangan, Sejumlah Motor Tercebur ke Telaga

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peristiwa tanah longsor terjadi tiba-tiba di kawasan wisata Telaga Sarangan, Sabtu (17/6/2025) sekitar pukul 10.45 WIB. Material tanah yang ambrol dari tebing membuat sejumlah sepeda motor milik wisatawan terseret hingga tercebur ke telaga. Insiden ini terjadi saat para pemilik kendaraan tengah beristirahat dan berfoto di titik tersebut. Tidak ada korban jiwa, […]

    Bagikan
  • Cuaca Tak Menentu, Jumlah Pendaki Gunung Lawu Menurun Saat Malam Tahun Baru 2026

    Cuaca Tak Menentu, Jumlah Pendaki Gunung Lawu Menurun Saat Malam Tahun Baru 2026

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026, aktivitas pendakian Gunung Lawu melalui jalur Cemorosewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, tampak menurun. Kondisi cuaca yang tak stabil serta padatnya aktivitas pendaki dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi faktor utama. Data Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan menunjukkan penurunan tersebut. Asisten Perhutani (Asper) […]

    Bagikan
  • Hujan Deras, Jalan Sikatan Gang Gereja Kota Madiun dan Rumah Warga Terendam

    Hujan Deras, Jalan Sikatan Gang Gereja Kota Madiun dan Rumah Warga Terendam

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Hujan deras yang mengguyur Kota Madiun pada Senin sore (27/1/2025) menyebabkan banjir di beberapa titik, salah satunya di Jalan Sikatan Gang Gereja RT 16 RW 05. Banjir ini merendam sekitar 17 rumah warga. Banjir mulai menggenangi kawasan itu usai terjadi hujan lebat dengan ketinggian air mencapai sepaha di Gang Gereja […]

    Bagikan
  • Diduga Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Hantam Truk Bermuatan Tanah

    Diduga Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Hantam Truk Bermuatan Tanah

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Selasa (04/11/2025). Insiden ini melibatkan sebuah sepeda motor dan truk bermuatan tanah urug tengah antri untuk masuk ke lokasi proyek. Truk bermuatan tanah dengan nomor polisi AE 9017 UP dikemudikan oleh Tri Santoso, warga Bondrang, Kecamatan […]

    Bagikan
expand_less