Orasi di DPRD, Puluhan Mahasiswa Madiun Kecam Maraknya Kabel WIFI Liar Dan Jalan Berlubang
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
- visibility 28
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kab. Madiun – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Madiun Raya (Formmad Raya) menggelar aksi di kantor DPRD Kabupaten Madiun Kamis (20/02/2025). Aksi ini dilakukan untuk menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah mengenai dua permasalahan yang dirasa sangat mengganggu kenyamanan warga. Mulai dari semrawutnya kabel WiFi yang terlihat tidak tertata rapi dan kerusakan jalan berlubang di beberapa titik di wilayah Kabupaten Madiun.
Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyuarakan aspirasinya dengan membawa spanduk dan poster yang berisi tuntutan agar DPRD memfasilitasi audiensi antara masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah daerah. Mereka berharap ada solusi cepat terkait masalah kabel WiFi yang banyak membahayakan pengguna jalan serta perbaikan jalan berlubang yang dapat menyebabkan kecelakaan.
“Teman-teman semuanya gedung ini ( red: DPRD ) gedung kita bersama. Gedung yang dibangun dari uang rakyat yang berasal dari pembayaran pajak yang terpaksa” ucap Haidar Fillah Muhyiddin, koordinator aksi.
Aksi mahasiswa tersebut tidak berlangsung lama, karena mereka diterima oleh perwakilan anggota DPRD Kabupaten Madiun untuk berdiskusi. Dalam pertemuan itu, perwakilan mahasiswa menyampaikan secara langsung keluhan masyarakat yang mereka anggap sudah cukup meresahkan.
“Kami disini membawa isu nasional dan isu daerah yakni salah satunya terkait Keberadaan kabel WIFI yang semrawut dinilai sangat menggangu estetika, kemudian yang kedua jalan berlubang di Kabupaten Madiun sangat banyak ditemukan di hampir setiap sudut jalan” ungkap Haidar.
Para mahasiswa juga menyuarakan isu nasional diantaranya penolakan Inpres nomor 1 tahun 2025. Serta dengan adanya efisiensi dari pemerintah pusat diharapkan tidak mempengaruhi pembangunan daerah. Mereka menganggap hadirnya Inpres tersebut sangat merugikan banyak bidang khususnya bidang kesehatan dan bidang pendidikan.
Anggota DPRD yang hadir memberikan apresiasi terhadap upaya mahasiswa dalam menyuarakan isu, dan berjanji akan segera mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti keluhan tersebut.
“Empat poin aspirasi dari mahasiwa telah kita terima, nantinya DPRD akan menindaklanjuti dengan berkoordinasi OPD Pemkab Madiun” ucap Purwadi Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun usai beraudiensi dengan mahasiswa.
Dalam waktu dekat DPRD Kabupaten Madiun segera akan membahas tindak lanjut raperda yang sempat mandek terkendala Pemilu Legislatif 2024 lalu. Selama orasi hingga audiensi aksi mahasiswa tersebut mendapat kawalan ketat dari pihak kepolisian Polres Madiun.
Dana – Sinergia
- Penulis: Tova Pradana


