
Sinergia | Magetan – Ketegangan internal di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) usai beredarnya Risalah Rapat Harian Syuriyah tertanggal 20 November 2025, kini resmi berakhir. Dokumen yang memuat permintaan agar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengundurkan diri dalam batas waktu 3×24 jam itu sempat memicu kegaduhan di lingkungan Nahdliyin.
Hanya dua hari setelah risalah tersebut viral, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menerbitkan Surat Edaran Nomor 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025 pada Sabtu, 22 November 2025. Surat ini mencabut tanda tangan beliau dari SK Nomor 3137/PB.01/A.II.01.71/99/12/2024 mengenai penetapan penasihat khusus Ketua Umum PBNU bidang urusan internasional.
Pada hari yang sama, Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar bersama Katib Aam KH Ahmad Tajul Mafakhir mengeluarkan Surat Tabayun Nomor 4778/PB.02/A.I.01.47/99/11/2025 yang meluruskan proses serta status risalah rapat yang sebelumnya tersebar luas.
Ketua PCNU Magetan, KH Susanto Khoirul Fatwa, menyambut baik langkah-langkah yang ditempuh Syuriyah PBNU. Ia menegaskan bahwa seluruh proses klarifikasi sudah dilakukan secara resmi.
“Syukurlah semuanya sudah selesai. Dua surat dari PBNU pencabutan tanda tangan Rais Aam dan tabayun sudah memberi penjelasan penuh, sehingga tidak ada alasan untuk memperpanjang masalah,” ujar Kiai Susanto, Minggu (23/11/2025).
Kiai yang dikenal dengan sapaan Kiai Santo tersebut meminta warga Nahdliyin, khususnya di Magetan tetap mengedepankan persaudaraan dan ketenangan.
“Saya berharap seluruh Nahdliyin di Magetan menjaga ukhuwah, baik keislaman, kebangsaan, maupun ke-NU-an. Kondisi yang sudah damai ini jangan sampai terganggu. NU adalah rumah kita bersama, jangan biarkan perbedaan pendapat meretakkan persatuan,” pesannya.
Ia juga menyampaikan penghargaan atas langkah cepat dan kebijaksanaan jajaran Syuriyah dalam menangani dinamika ini.
“Keluarnya dua surat tersebut menunjukkan betapa pimpinan Syuriyah benar-benar menjaga martabat organisasi dan hubungan antar kader. Kita patut berterima kasih karena ulama-ulama kita memberi teladan yang menyejukkan,” ungkapnya.
Dengan ditetapkannya penjelasan resmi dari PBNU, PCNU Magetan berharap seluruh elemen Nahdliyin kembali fokus pada pengabdian kepada umat serta menjaga stabilitas wilayah. (Nan/Krs)