Petakan Titik Kerawanan Suroan 2026 di Madiun, Anarkisme Ditindak Tegas
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 47
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Aparat keamanan menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk tindakan anarkis maupun penyebaran ketakutan di tengah masyarakat selama peringatan Bulan Muharram atau Suro 2026. Titik-titik kerawanan telah dipetakan dan ratusan personel gabungan disiagakan untuk memastikan situasi di Madiun Raya tetap aman dan kondusif.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Suro 2026 yang digelar di Alun-Alun Kota Madiun, Senin (15/6/2026). Apel dihadiri Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, Bupati Madiun Hari Wuryanto, Ketua DPRD Kota Madiun Armaya, jajaran TNI-Polri, serta perwakilan perguruan pencak silat.
Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif bersama Forkopimda Kota dan Kabupaten Madiun, TNI, serta berbagai pemangku kepentingan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama rangkaian kegiatan Suroan.
“Dengan pemerintah dan Forkopimda Kabupaten maupun Kota Madiun bersama TNI, kami sudah melakukan antisipasi terhadap potensi-potensi konflik antar kelompok,” ujar Wiwin.
Menurutnya, Operasi Aman Suro 2026 difokuskan pada pengamanan kegiatan sejumlah perguruan pencak silat yang menggelar agenda rutin selama Bulan Suro, di antaranya Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), PSHW Tunas Muda, dan OCC Pangastuti.
Meski demikian, Wiwin menyebut tidak terdapat titik kerawanan dengan kategori tinggi di wilayah hukum Polres Madiun Kota. Kendati demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan melalui langkah-langkah preventif dan pengamanan terpadu.
“Semua tetap kita lakukan kewaspadaan dan antisipasi. TNI-Polri, Forkopimda, dan seluruh stakeholder menyakinkan kepada masyarakat bahwa kegiatan Suroan dan Suran Agung berjalan baik dan damai,” katanya.
Sebanyak 983 personel gabungan diterjunkan dalam Operasi Aman Suro 2026. Personel tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
Kapolres juga memastikan aparat akan mengambil tindakan tegas apabila terjadi kericuhan atau pelanggaran hukum yang mengganggu keamanan masyarakat.
“Kericuhan di wilayah Kota Madiun maupun Madiun Raya tentunya akan kami lakukan tindakan represif. Represif dalam arti penegakan hukum secara profesional,” tegasnya.

Selain itu, aparat juga akan menindak oknum yang menyebarkan provokasi maupun rasa takut melalui media sosial.
“Kami pastikan apabila masih ada oknum yang membuat suasana tidak aman atau menebar ketakutan melalui media sosial, pasti akan kami sikapi,” tambah Wiwin.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan apel gelar pasukan menjadi bentuk kesiapan seluruh unsur dalam mengamankan agenda tahunan yang menjadi perhatian masyarakat Madiun Raya.
“Pengamanan harus dilakukan secara sinergis antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait. Dengan gelar apel ini, arahan dari seluruh pemangku kebijakan menjadi jelas,” ujarnya.
Bagus mengungkapkan, titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan telah dipetakan oleh kepolisian dan disiapkan personel untuk mengantisipasi segala kemungkinan.
“Potensi di titik-titik kerawanan sudah dipetakan oleh teman-teman Polri. Di situ juga sudah disiapkan personel untuk mengantisipasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Hal senada disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto. Ia berharap pelaksanaan Bulan Suro tahun ini dapat berlangsung aman, damai, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah hadir bersama masyarakat untuk mengamankan Aman Suro di Kabupaten dan Kota Madiun. Insyaallah Kabupaten dan Kota Madiun tetap kondusif, aman, dan agenda ini juga dapat meningkatkan perekonomian daerah,” tandasnya.
Bulan Suro menjadi atensi oleh aparat keamanan dan pemerintah daerah di wilayah Madiun dan sekitarnya. 2 perguruan pencak silat di Madiun yakni PSHT dan PSHW Tunas Muda memiliki agenda besar pengesahan warga baru dan Suran Agung. Termasuk beberapa perguruan pencak silat lainnya yang juga memiliki kegiatan di bulan Suro. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





