Penyaluran 200 Paket PMT dari Pemprov Jatim, Upaya Percepat Penurunan Stunting
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
- visibility 22
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Madiun menyerahkan 200 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita melalui Posyandu di wilayah Kabupaten Magetan. Penyerahan yang dilakukan di Pendopo Surya Graha ini sebagai bagian dari program intervensi percepatan penurunan stunting di wilayah Jawa Timur.
Salah satu penerima manfaat, Haning Susanti, tampak sumringah usai menerima paket PMT berisi telur, kacang hijau, beras, dan beberapa lainnya tersebut. “Alhamdulillah senang. Bantuan ini bisa menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak di Magetan,” ujarnya. Haning berharap program serupa dapat dilakukan lebih sering agar balita di Magetan semakin sehat.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menegaskan bahwa bantuan PMT dari Pemprov Jatim merupakan bukti kepedulian terhadap perbaikan gizi anak di daerah. “Magetan mendapat 200 bingkisan PMT dari Gubernur Jawa Timur. Isinya makanan bergizi untuk balita. Terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi,” kata Nanik.
Ia menjelaskan, PMT ini ditujukan untuk mendukung intervensi penurunan stunting—program yang menunjukkan hasil positif di Magetan. “Angka stunting kita turun menjadi 10,2%, dan di bulan timbang mencapai 8,2%. Magetan juga mendapat reward dari Kementerian Kesehatan sebesar Rp. 5,9 miliar,” jelasnya.
Kepala Bakorwil Madiun, Heru Wahono Santoso, turut hadir dan menjelaskan bahwa PMT merupakan program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam upaya menekan angka stunting. “Prevalensi stunting Jawa Timur berada di angka 14,7%, nomor dua terendah secara nasional setelah Bali, dan terbaik di Pulau Jawa,” ungkap Heru.
Ia menyebutkan bahwa keberhasilan ini merupakan kontribusi seluruh kabupaten/kota, termasuk Magetan yang dinilai memiliki capaian baik. “Di wilayah Bakorwil, rata-rata stunting berada di kisaran 11%. Magetan di angka 10,2%, artinya sudah di bawah rata-rata dan cukup bagus,” katanya.
Heru menegaskan bahwa program PMT dilaksanakan di enam kabupaten prioritas di wilayah Bakorwil Madiun: Ngawi, Ponorogo, Madiun, Magetan, Tulungagung, dan Trenggalek. “Ini bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas. Generasi muda harus tumbuh sehat, cerdas, dan itu membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk pola asuh orang tua,” tegasnya.
Dengan distribusi PMT ini, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap penurunan angka stunting dapat terus berlanjut dan menjadikan daerah ini sebagai salah satu wilayah dengan perkembangan anak terbaik di Jawa Timur.(Nan/Krs).
- Penulis: Kusnanto


