Harga Daging Sapi di Ponorogo Tembus Rp150 Ribu per Kilogram
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
- visibility 85
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Harga daging sapi di Kabupaten Ponorogo mengalami kenaikan cukup signifikan. Di Pasar Legi Ponorogo, harga daging sapi kualitas super kini menembus Rp150 ribu per kilogram. Harga tersebut naik dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp130 ribu per kilogram.
Kenaikan harga daging sapi ini dirasakan pedagang secara bertahap sejak Hari Raya Idul Adha. Dalam kurun waktu tersebut, harga daging sapi disebut telah mengalami kenaikan hingga tujuh kali.
Penjual daging sapi di Pasar Legi Ponorogo, Ardi Argananta, mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap. Kondisi tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual kepada konsumen.
“Kalau dulu Rp130 ribu sudah dapat sekilo, sekarang Rp150 ribu. Salah satunya karena kelangkaan sapi, sehingga harganya naik,” kata Ardi, Jumat (14/8/2026).
Menurut Ardi, kenaikan harga tidak hanya berpengaruh terhadap harga jual, tetapi juga terhadap jumlah pembelian masyarakat. Konsumen yang sebelumnya membeli dalam jumlah tertentu kini cenderung mengurangi pembelian dan menyesuaikannya dengan kemampuan masing-masing.
Kondisi tersebut membuat pedagang harus menghadapi penurunan daya beli. Meski kebutuhan terhadap daging sapi tetap ada, masyarakat dinilai lebih berhati-hati dalam berbelanja karena harus membagi pengeluaran untuk berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Kalau harga naik, pembelian juga ikut berkurang. Konsumen biasanya menyesuaikan dengan uang yang mereka punya,” ujar Ardi.
Salah seorang pembeli, Siti Khodijah, warga Mrican, Kecamatan Jenangan, mengaku ikut mengurangi jumlah daging sapi yang dibeli. Ia memilih membeli secukupnya agar kebutuhan rumah tangga lainnya tetap dapat terpenuhi.
Menurutnya, daging sapi bukan satu-satunya kebutuhan yang harus dibeli. Ada kebutuhan sehari-hari lainnya, termasuk keperluan anak sekolah yang harus diprioritaskan.
“Ya mau tidak mau. Namanya kebutuhan sehari-hari untuk bekal anak sekolah, pokoknya secukupnya sesuai uang yang ada,” ucapnya.
Siti mengatakan, kenaikan harga membuat dirinya harus lebih cermat dalam menentukan jumlah daging yang dibeli. Jika sebelumnya bisa membeli lebih banyak, kini pembelian disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia.
Sementara itu, berdasarkan harga yang berlaku di Pasar Legi Ponorogo, daging sapi kualitas nomor satu saat ini dijual Rp150 ribu per kilogram. Sedangkan daging sapi kualitas nomor dua atau yang biasa digunakan untuk rawonan dijual sekitar Rp125 ribu per kilogram.
Perbedaan harga tersebut membuat sebagian konsumen memilih daging dengan harga yang lebih terjangkau untuk menekan pengeluaran. Pedagang pun berharap kondisi harga tidak terus mengalami kenaikan.
Pedagang berharap harga sapi di tingkat pasokan dapat kembali stabil sehingga harga daging sapi di pasaran juga ikut terkendali. Dengan harga yang lebih stabil, daya beli masyarakat diharapkan kembali meningkat dan aktivitas perdagangan daging sapi di Pasar Legi dapat berjalan normal.
Kenaikan harga daging sapi ini menjadi perhatian pedagang dan konsumen. Di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berjalan, konsumen kini harus menyesuaikan pembelian dengan kondisi harga dan kemampuan ekonomi masing-masing. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez



