
Sinergia | Ponorogo – Permasalahan limbah kotoran sapi yang menumpuk di Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo, kini mulai menemukan solusi. Limbah yang sebelumnya kerap mencemari sungai, kini diolah menjadi pupuk organik, bahan makanan untuk budidaya cacing, hingga diubah menjadi gas yang bermanfaat bagi warga.
Salah satu warga Pudak, Sumali, berhasil mengelola kotoran sapi miliknya untuk pakan budidaya cacing. Menurutnya, langkah ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi.
“Saat ini sudah banyak peternak yang ikut membudidayakan cacing. Meski harus berbagi hasil dengan investor yang menyediakan bibit dan sarana, tetap saja hasilnya menguntungkan,” jelas Sumali.
Populasi sapi perah di Kecamatan Pudak sendiri mencapai sekitar 7.000 ekor. Sebelumnya, hampir semua peternak membuang kotoran sapinya ke sungai, sehingga menyebabkan pencemaran. Namun kini, ratusan peternak telah tergabung dalam koperasi dan memanfaatkan limbah sapi untuk usaha budidaya cacing.

Ketua Koperasi Berkah Cacing, Didik Eko, menambahkan bahwa usaha ini tidak hanya menekan jumlah limbah kandang, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi. “Dalam satu kilogram cacing, peternak bisa meraup keuntungan hingga Rp10 ribu. Ini jelas sangat membantu perekonomian warga,” ungkapnya.
Program pengelolaan limbah ini juga mendapat dukungan dari siswa SMK Pemda dan sejumlah perguruan tinggi yang ikut terlibat dalam pendampingan. Dengan adanya kolaborasi ini, Pudak tidak hanya berhasil mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Ega patria – Sinergia