Puluhan Satwa Liar Diselamatkan, JSI Serahkan 34 Ekor ke BBKSDA Jatim
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
- visibility 49
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 34 ekor satwa liar berhasil dievakuasi dari wilayah Madiun dan sekitarnya sepanjang November 2025. Penyerahan satwa dilakukan pada Kamis (27/11/2025) oleh organisasi Jaga Satwa Indonesia (JSI) beralamat di Kelurahan Patihan, Kota Madiun, kepada Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui Bidang KSDA Wilayah I Madiun. Dari total satwa yang dievakuasi, 26 ekor di antaranya merupakan ular sanca kembang (Malayopython reticulatus), disusul 4 ekor ular tikus, 4 ekor ular kobra, dan 1 ekor biawak air tawar.
Seluruh satwa tersebut diselamatkan dari berbagai lokasi permukiman dan area pinggiran hutan kota. Operasi mitigasi dilakukan oleh tim JSI bersama Bidang KSDA Wilayah I Madiun sebagai bagian dari penanganan rutin konflik satwa liar yang memasuki kawasan padat penduduk.
Ketua Relawan Jaga Satwa Indonesia, Yonni Purwandana, mengatakan bahwa intensitas kemunculan satwa liar meningkat selama musim hujan. “Banyak satwa yang turun ke permukiman karena habitatnya mulai tergenang. Kami bergerak cepat begitu ada laporan masyarakat agar tidak menimbulkan risiko bagi warga,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kerja sama dengan pemerintah menjadi faktor penting. “Kami tidak hanya mengevakuasi, tetapi juga memberikan edukasi kepada warga agar tidak panik dan tidak menyakiti satwa,” tambahnya.
Sementara itu, Polhut Ahli Madya Bidang I KSDA Wilayah I Madiun, Nur Muhammad Ndarus Sudiro, menjelaskan bahwa seluruh satwa telah dibawa ke Kandang Transit Satwa BBKSDA Jatim di Sidoarjo oleh tim Wildlife Rescue Unit (WRU).
“Setiap satwa akan melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Kami pastikan kondisinya benar-benar layak sebelum dikembalikan ke habitat aslinya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelepasliaran tidak dilakukan secara tergesa-gesa. “Kami mempertimbangkan faktor keselamatan, ekologi, dan kesesuaian habitat. Tujuannya agar satwa bisa kembali beradaptasi tanpa konflik dengan masyarakat,” katanya.
Upaya rutin ini diharapkan dapat mengurangi potensi konflik antara manusia dan satwa liar serta menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah Madiun dan sekitarnya. (Sur/Krs).
- Penulis: Kriswanto


