Jelang Idul Adha 2026, Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah Naik, Permintaan Daging Sapi Naik
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 49
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Dinas Perdagangan Kota Madiun bersama tim Satgas Pangan melakukan peninjauan harga bahan pokok penting (Bapokting) di Pasar Besar Madiun pada Senin (25/5/2026). Pengecekan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Idul Adha 2026 pekan ini.
Subkoordinator Stabilisasi HargaBarang Kebutuhan Pokok danBarang Penting Disperdag Kota Madiun, Tri Prasetyaningrum mengungkapkan bahwa sejumlah harga bahan pokok seperti beras hingga minyak terpantau stabil. Sejumlah pedagang pun telah menerima dropping beras SPHP maupun Minyakita dari Bulog jelang hari raya kurban.
“Ini memantau ketersediaan pasokan sama harga terkait, utamanya di pasar tradisional. MinyaKita sudah disuplai oleh Perum Bulog 350 dus untuk di pasar besar. Untuk beras SPHP aman, per pedagang dapat suplai 1-2 ton,” ujarnya.
Lebih lanjut, Analis Perdagangan Ahli Muda ini memastikan untuk stok akan kembali di suplai Bulog pekan depan. Hal itu agar tidak ada gejolak harga untuk beras maupun minya goreng. Namun, komoditi yang mengalami kenaikan harga yakni cabai rawit dan bawang merah.
“Kalau untuk cabai itu harga acuan penjualan (HAP) sekitar Rp. 50-60 ribu per kilogram. Ini tadi untuk cabai rawit itu Rp. 75 ribu per kilogram,” jelas Tri.
Sementara, untuk harga bawang merah kini mencapai Rp. 55 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai rawit maupun bawang merah diduga karena faktor cuaca dan meningkatnya permintaan pasar. Dalam pantauan di PBM ini, untuk harga daging sapi maupun ayam cukup stabil.
“Untuk harga daging sapi itu normal, malah justru normal karena mungkin menghadapi Iduladha ya. Pedagang tadi ketika kita tanyain itu stok mereka normal, pasokannya normal. Karena mungkin ada musim nikahan, tapi harganya masih normal juga, enggak ada kenaikan sama sekali,” tutup Tri.
Sementara itu, Puri Trisnawati, salah satu penjual daging sapi mengatakan bahwa harga daging sapi jelang Idul Adha tidak ada kenaikan sama sekali. Harga masih diangka Rp. 120-130 ribu per kilogram.
“Kalau untuk harga sapi, per hari ini menjelang Iduladha belum ada kenaikan yang signifikan. Masih sama, 120 per kilo sampai 130 per kilo. Harga jualnya segitu,” terangnya.
Lebih lanjut, permintaan daging sapi malah cenderung naik pada momen hari besar ini. Hal itu dipengaruhi oleh banyaknya masyarakat yang menggelar hajatan.
“Kalau untuk permintaan, Alhamdulillah meningkat. Karena kan juga berbarengan sama yang ada orang punya hajat, walaupun momennya momen Iduladha. Kenaikan permintaan itu sekitar 30-40 persen,” jelas Puri.
Dirinya memperkirakan untuk harga tidak mengalami kenaikan di momen Idul Adha ini. Untuk stok per hari dirinya menyediakan 100 – 200 kilogram.
“Untuk kenaikan sepertinya tidak ada ya. Biasanya itu H-7 atau H-4 naik, tp ini tidak. Harga masih stabil,” pungkasnya.
Pemantauan harga Bapokting juga dilakukan di Pasar Sleko dan pada modern. Disperdag dan Satgas Pangan memastikan untuk stok maupun harga Bapokting masih aman dan dihimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





