Ratusan Peternak di Magetan Bagikan 3 Ton Telur Gratis, Protes Harga Anjlok di Bawah HPP
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 49
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membagikan telur secara gratis kepada pengguna jalan Rabu (6/5/2026). Hal itu sebagai bentuk protes atas anjloknya harga telur yang dinilai berada di bawah harga acuan pemerintah (HAP).
Aksi tersebut dilakukan di kawasan simpang empat Monumen Raden Tumenggung Soerjo, tepatnya di utara Masjid Agung Magetan, Alun-Alun Magetan. Sedikitnya tiga ton telur dibagikan kepada masyarakat yang melintas di lokasi.
Perwakilan peternak, Teguh Wahyudi, mengatakan kondisi saat ini sangat memprihatinkan bagi peternak rakyat. Harga telur terus melemah, sementara biaya produksi, khususnya pakan, justru mengalami kenaikan.
“Peternak saat ini merasa tertekan. Harga telur cenderung turun, sementara harga pakan melonjak. Ini sangat merugikan peternak rakyat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, harga telur di tingkat peternak saat ini berada di kisaran Rp22.800 per kilogram, jauh di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) yang seharusnya sekitar Rp26.500 per kilogram. Bahkan, dalam praktiknya, harga jual dari kandang masih dipotong oleh pengepul hingga Rp1.000–Rp1.600 per kilogram.
Selain faktor harga, peternak juga menghadapi persoalan kelebihan pasokan. Teguh menyebut produksi telur tidak hanya melimpah di Magetan, tetapi juga terjadi secara nasional.
“Produksi telur sudah sangat berlebih. Banyak telur di kandang yang tidak terserap pasar,” katanya.
Aksi bagi-bagi telur ini, lanjutnya, juga menjadi simbol bahwa telur merupakan kebutuhan penting masyarakat yang seharusnya tetap terjangkau, sekaligus menjadi pesan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga dan melindungi peternak lokal.
“Kami berharap pemerintah tidak membuka masuknya perusahaan besar atau impor yang berpotensi memperparah kondisi pasar. Produksi dalam negeri itu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional,” pungkasnya.
Usai aksi ini, perwakilan peternak berencana melanjutkan audiensi dengan Dinas Peternakan setempat. Bahkan, mereka juga membuka kemungkinan melakukan aksi lanjutan secara nasional dengan bergerak ke Jakarta guna menyuarakan tuntutan mereka. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





