Berita Terkini
Trending Tags

Ratusan Peternak di Magetan Bagikan 3 Ton Telur Gratis, Protes Harga Anjlok di Bawah HPP

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 336
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Peternak Magetan bagikan telur gratis sebagai bentuk protes harga anjlok, (6/5/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membagikan telur secara gratis kepada pengguna jalan Rabu (6/5/2026). Hal itu sebagai bentuk protes atas anjloknya harga telur yang dinilai berada di bawah harga acuan pemerintah (HAP).

Aksi tersebut dilakukan di kawasan simpang empat Monumen Raden Tumenggung Soerjo, tepatnya di utara Masjid Agung Magetan, Alun-Alun Magetan. Sedikitnya tiga ton telur dibagikan kepada masyarakat yang melintas di lokasi.

Perwakilan peternak, Teguh Wahyudi, mengatakan kondisi saat ini sangat memprihatinkan bagi peternak rakyat. Harga telur terus melemah, sementara biaya produksi, khususnya pakan, justru mengalami kenaikan.

“Peternak saat ini merasa tertekan. Harga telur cenderung turun, sementara harga pakan melonjak. Ini sangat merugikan peternak rakyat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, harga telur di tingkat peternak saat ini berada di kisaran Rp22.800 per kilogram, jauh di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) yang seharusnya sekitar Rp26.500 per kilogram. Bahkan, dalam praktiknya, harga jual dari kandang masih dipotong oleh pengepul hingga Rp1.000–Rp1.600 per kilogram.

Selain faktor harga, peternak juga menghadapi persoalan kelebihan pasokan. Teguh menyebut produksi telur tidak hanya melimpah di Magetan, tetapi juga terjadi secara nasional.

“Produksi telur sudah sangat berlebih. Banyak telur di kandang yang tidak terserap pasar,” katanya.

Aksi bagi-bagi telur ini, lanjutnya, juga menjadi simbol bahwa telur merupakan kebutuhan penting masyarakat yang seharusnya tetap terjangkau, sekaligus menjadi pesan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga dan melindungi peternak lokal.

“Kami berharap pemerintah tidak membuka masuknya perusahaan besar atau impor yang berpotensi memperparah kondisi pasar. Produksi dalam negeri itu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional,” pungkasnya.

Usai aksi ini, perwakilan peternak berencana melanjutkan audiensi dengan Dinas Peternakan setempat. Bahkan, mereka juga membuka kemungkinan melakukan aksi lanjutan secara nasional dengan bergerak ke Jakarta guna menyuarakan tuntutan mereka. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPMPTSP Sebut Tower BTS PT Mitra Teel Tak Kantongi Izin Resmi

    DPMPTSP Sebut Tower BTS PT Mitra Teel Tak Kantongi Izin Resmi

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebuah menara Base Transceiver Station (BTS) milik PT Mitra Teel yang berdiri di Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, dipastikan belum mengantongi izin resmi. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, pada Selasa (08/07/2025). Arik menyebut, hingga saat […]

    Bagikan
  • Respon KAI Daop 7 Madiun Terkait Insiden Orang Tertemper KA Jayakarta di Perlintasan Sebidang

    Respon KAI Daop 7 Madiun Terkait Insiden Orang Tertemper KA Jayakarta di Perlintasan Sebidang

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang JPL 121, petak jalan Caruban–Babadan, Kabupaten Madiun, pada Kamis (12/2/2026) sore. Seorang pria dilaporkan tewas setelah tertemper Kereta Api (KA) 251B Jayakarta. Peristiwa tragis ini diduga kuat sebagai tindakan bunuh diri. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan bahwa berdasarkan laporan dari Awak Sarana […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Minta Evakuasi Material Longsor Dipercepat, Ratusan Warga Wagir Kidul Terisolasi

    DPRD Ponorogo Minta Evakuasi Material Longsor Dipercepat, Ratusan Warga Wagir Kidul Terisolasi

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Anggota DPRD Ponorogo, Ribut Riyanto, turun langsung meninjau lokasi longsor di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, Kamis (20/11/2025). Ia mendesak BPBD untuk segera mengerahkan alat berat guna membuka akses jalan yang hingga kini masih tertutup material longsor. Ribut mengatakan, kondisi di lapangan cukup mendesak. Selain merusak dua rumah warga, longsor juga […]

    Bagikan
  • Putusan PSU Pilkada Magetan, Timses Paslon 3 Sujatno – Ida Panaskan Mesin Pemenangan

    Putusan PSU Pilkada Magetan, Timses Paslon 3 Sujatno – Ida Panaskan Mesin Pemenangan

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Mahkamah Konstitusi memutuskan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Magetan, dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Senin (24/2/2025). Sebanyak 4 TPS yang diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi diantaranya 2 TPS di Desa Kinandang, Kecamatan Bendo, 1 TPS Desa Selotinatah,Kecamatan Ngariboyo, dan 1 TPS Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan. Gugatan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan […]

    Bagikan
  • ASN Pemkab Ponorogo Diperiksa KPK Secara Maraton di Kota Madiun

    ASN Pemkab Ponorogo Diperiksa KPK Secara Maraton di Kota Madiun

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penyelidikan dugaan suap terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo semakin intensif. Sejak Senin (01/12/2025), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai rangkaian pemeriksaan maraton terhadap sejumlah saksi. Seluruh proses pendalaman perkara tersebut dipusatkan di Gedung Bhara Daksa, Polres Madiun Kota. Terpantau Selasa (02/13/2025), para saksi tampak datang bergiliran memasuki […]

    Bagikan
  • Kasus Warga Madiun Hilang di Korea Belum Terungkap, Disnaker Jatim: Belum Bisa Disimpulkan Ingin Jadi Pekerja Ilegal

    Kasus Warga Madiun Hilang di Korea Belum Terungkap, Disnaker Jatim: Belum Bisa Disimpulkan Ingin Jadi Pekerja Ilegal

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Misteri hilangnya Femas Yani Arianto (22), warga Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, saat mengikuti perjalanan wisata di Korea Selatan masih belum menemukan titik terang. Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum menyimpulkan motif di balik hilangnya pemuda tersebut, termasuk dugaan bahwa ia sengaja menghilang untuk bekerja secara ilegal. Kepala Bidang Penempatan dan […]

    Bagikan
expand_less