Refleksi Satu Tahun Harmonis, KKPD Bukti Digitalisasi Tata Kelola Keuangan Yang Akuntanbel
- account_circle Ndor
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 74
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kab Madiun – Dini hari suasana sakral di Pendopo Muda Graha Pemkab Madiun, tidak seperti biasanya. Aroma santap sahur bercampur dengan obrolan santai para kepala OPD yang duduk lesehan.
Tepat satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Madiun dirayakan bukan dengan seremoni mewah, melainkan refleksi sederhana yang dikemas dalam sahur bersama.
Setahun lalu, tepat 20 Februari 2025, keduanya dilantik Presiden Prabowo Subianto. Kini, satu tahun berselang, mereka memilih menengok perjalanan yang telah ditempuh, sembari menyiapkan langkah berikutnya.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengakui berbagai capaian telah diraih. Sekitar 28 penghargaan dari pemerintah pusat dan provinsi berhasil dikantongi. Namun ia menegaskan, angka tersebut belum membuatnya berpuas diri.
“Sudah ada yang bisa kita lakukan, ada juga yang belum maksimal. Insyaallah ke depan kami akan terus berupaya semaksimal mungkin,” ujarnya kalem.
Refleksi, menurut dia, bukan sekadar perayaan. Momentum itu menjadi bahan evaluasi bagi seluruh OPD untuk memperbaiki kinerja dan memperkuat kolaborasi.
Hari Wur sapaan akrab Bupati Madiun menekankan pentingnya keselarasan dengan pemerintah pusat agar parameter keberhasilan lebih mudah dicapai. “Kalau kita linier dengan pusat, target-target pembangunan akan lebih terukur,” katanya.
Dilokasi yang sama, Hadi Sutikno Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD) mengatakan dari puluhan reward itu, pihaknya mendapat pengakuan dalam bidang implementasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah ( KKPD ) dan menyabet predikat terbaik.
Anugerah bergengsi ini diberikan oleh Bank Indonesia Perwakilan Kediri belum lama ini. Pengakuan itu setidaknya telah menjawab kerja keras tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD).
“Sesuai arahan dari bapak bupati agar tidak berpuas diri meskipun sudah mendapatkan anugerah terbaik di tingkat jawa timur,” kata Hadi Sutikno.

Pemkab Madiun, dinilai sangat konsisten di dalam menerapkan digitalisasi transaksi keuangan daerah. Hal itu dibuktikan dengan tingginya volume transaksi pembayaran yang terdeteksi telah menggunakan KKPD.
Hadi Sutikno menegaskan kontribusi yang cukup konsisten inilah menjadi alasan Kabupaten Madiun diganjar sebagai jawara KKPD dan lebih unggul jika dibanding daerah lainya. Tentu saja pencapaian tersebut membuktikan transaksi anggaran yang transparan dan akuntabel.
“Konsep digitalisasi ketika bertransaksi jadi reformasi terdepan dalam tata kelola keuangan daerah, dan ini tentu saja akan kita lakukan lebih fokus lagi,” terangnya.
Sementara itu malam dini hari di pendopo Muda Graha di antara hangatnya kopi dan hidangan sahur, refleksi kepemimpinan satu tahun pasangan Harmonis Bersahaja menjadi lebih dari sekadar seremoni biasa.
Malam itu telah menjelma ruang dialog tentang capaian, kekurangan, dan harapan, agar bumi kampung pesilat bisa melangkah pasti tahun kedua dengan pijakan yang lebih kokoh dan saling memperkuat. ( Ndor).
- Penulis: Ndor
- Editor: Kris/Byg


