Berita Terkini
Trending Tags

Relawan Magetan Tembus Daerah Terisolasi di Sumatera, Salurkan Bantuan Hingga ke Titik Terujung Longsor

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 230
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Relawan asal Kab.Magetan, Jawa Timur, mengantarkan bantuan ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra, Foto: Istimewa

Sinergia | Sumatera Barat – Perjalanan ribuan kilometer tak menghalangi tekad relawan asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, untuk mengantarkan bantuan ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra. Dengan menempuh jalur darat selama empat hari, tim ini berupaya menembus kawasan yang sempat terisolasi akibat kerusakan parah infrastruktur.

Enam anggota Relawan 24 Jam Magetan bersama dua personel BPBD Magetan memulai perjalanan pada 17 Desember 2025. Setelah melintasi lebih dari 2.000 kilometer, mereka menjangkau tiga lokasi bencana di Sumatra Barat diantaranya Batu Busuak (Padang), Malalak (Agam), dan Malolo (Tanah Datar).

Setibanya di lokasi, tantangan terbesar langsung menghadang. Jalanan yang longsor dan dipenuhi material banjir membuat akses menuju titik-titik terdampak nyaris mustahil dilewati kendaraan biasa

Salah satu relawan, Setyo Budi Hariyanto, menuturkan bahwa tim harus berjibaku dengan medan berat. Ia menyampaikan bahwa di beberapa titik, kendaraan mereka menjadi yang pertama mampu mencapai lokasi terdampak.

“Saat masuk kawasan Malalak, kendaraan kami menjadi mobil relawan pertama yang mencapai daerah paling ujung. Kondisi jalan rusak parah, dan banyak rumah warga yang sudah tidak layak karena sapuan longsor,” ungkapnya, Selasa (23/12/2025).

Kendaraan double cabin berpenggerak ganda yang mereka gunakan merupakan bantuan dari seorang donatur, diberikan hanya dua hari sebelum keberangkatan. Mobil tersebut memungkinkan tim mengangkut logistik langsung ke titik yang terisolasi.

Dalam misi dua hari itu, relawan menyalurkan hampir 100 paket sembako berisi beras, gula, minyak goreng, dan obat-obatan senilai Rp100.000–Rp125.000 per paket. Mereka juga membawa sekitar 60 paket perlengkapan sekolah berupa tas dan alat tulis untuk anak-anak penyintas.

“Kami juga memberikan bantuan uang tunai. Banyak kebutuhan warga yang tidak selalu bisa dipenuhi hanya dengan paket sembako,” kata Setyo.

Selain itu, tim turut membagikan air mineral, telur, dan bahan pokok dalam kemasan karton yang diangkut langsung dengan kendaraan lapangan. Penasihat Hukum Relawan 24 Jam Magetan, Gunadi, menjelaskan bahwa seluruh bantuan merupakan hasil gotong royong masyarakat, instansi, hingga donatur pribadi.

“Dukungan masyarakat sangat tinggi. Donasi tetap masuk meski relawan sudah berada di Sumatra,” ujarnya.

Total donasi yang tersalurkan melebihi Rp100 juta. Sekitar Rp20 juta hingga Rp24 juta berupa sembako dibawa langsung dari Magetan, sementara sisanya berasal dari pembelanjaan logistik di lokasi dan pemberian tunai kepada warga terdampak.

Gunadi mengatakan ada donatur yang bahkan membeli unit double cabin hanya beberapa hari sebelum keberangkatan untuk memastikan bantuan tersampaikan dengan lancar. “Jika dihitung semuanya mulai sembako, perlengkapan anak, sampai uang tunai nilainya memang lebih dari Rp100 juta,” tambahnya.

Dalam perjalanan panjang itu, para relawan juga menjaga transparansi dan efisiensi penggunaan dana. Gunadi menyebut tim beberapa kali mengurungkan rencana membeli makanan di tempat tertentu karena harganya dianggap tidak wajar. “Uang itu titipan donatur. Kami harus menggunakannya sebijak mungkin supaya manfaatnya maksimal bagi korban,” jelasnya.

Usai dua hari penuh menyalurkan bantuan langsung dari rumah ke rumah, tim relawan segera kembali ke Magetan. Mereka menempuh rute pulang dengan kondisi medan yang tidak jauh berbeda dari perjalanan berangkat.

“Kami menyelesaikan tugas kemanusiaan dan langsung kembali. Perjalanannya sama beratnya, tapi yang terpenting bantuan sampai ke warga,” tutup Gunadi.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi, Ini Pernyataan Wali Kota Nonaktif Maidi

    Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi, Ini Pernyataan Wali Kota Nonaktif Maidi

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (11/6/2026). Sidang perdana tersebut beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain Maidi, dua terdakwa lainnya yang turut menjalani sidang perdana yakni mantan Kepala Dinas […]

    Bagikan
  • Hari Otoda ke-29, Sinergi Harmonis Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045

    Hari Otoda ke-29, Sinergi Harmonis Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Pemkab Madiun menggelar apel peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-29 di Lapangan Desa/Kec Jiwan, Kab Madiun, Jum’at (25/04/2025). Tema peringatan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan jangka panjang. Kolaborasi yang harmonis diharapkan dapat memperkuat fondasi Indonesia untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, yakni menjadi […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Maut Dua Truk di Jalur Ngawi–Mantingan, 5 Orang Luka dan 4 Sempat Terjepit di Kabin photo_camera 4

    Kecelakaan Maut Dua Truk di Jalur Ngawi–Mantingan, 5 Orang Luka dan 4 Sempat Terjepit di Kabin

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua truk terjadi di Jalan Raya Ngawi–Mantingan, tepatnya di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 10.15 WIB. Insiden ini menyebabkan lima orang mengalami luka-luka, dengan empat di antaranya sempat terjepit di dalam kabin kendaraan. Petugas bersama warga berjibaku mengevakuasi para korban dari truk […]

    Bagikan
  • Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Wilayah Korem 081 Rampung, Warga Rasakan Dampak Ekonomi

    Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Wilayah Korem 081 Rampung, Warga Rasakan Dampak Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia — Sejumlah Jembatan Perintis Garuda telah rampung dibangun di wilayah jajaran Korem 081/DSJ. Infrastruktur tersebut kini mulai dimanfaatkan masyarakat dan dinilai mampu meningkatkan aksesibilitas serta aktivitas ekonomi warga di sejumlah daerah. Pembangunan jembatan ini mempermudah mobilitas masyarakat, terutama untuk kegiatan pertanian, pendidikan, hingga akses layanan kesehatan. Sebelumnya, warga harus menempuh jalur lebih jauh dan […]

    Bagikan
  • Pejabat Eselon II di Ponorogo Terancam Non Job, Diduga Langgar Aturan ASN

    Pejabat Eselon II di Ponorogo Terancam Non Job, Diduga Langgar Aturan ASN

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Seorang pejabat Eselon II setingkat Kepala Dinas (Kadin) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terancam dinonjobkan. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono. Namun, Agus belum menyebut secara gamblang siapa pejabat yang dimaksud. “Pak Bupati sudah mengambil kebijakan seperti itu. Ada hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan,” […]

    Bagikan
  • TPP ASN Kota Madiun Belum Cair 2 Bulan, Ini Penyebabnya! Pemkot Janji Bayar Rapel Sekaligus

    TPP ASN Kota Madiun Belum Cair 2 Bulan, Ini Penyebabnya! Pemkot Janji Bayar Rapel Sekaligus

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 607
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun belum cair selama dua bulan terakhir. Keterlambatan ini dipastikan bukan karena masalah anggaran, melainkan faktor administratif menyusul status kepala daerah yang kini diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Sekretaris Daerah Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto, menjelaskan bahwa pencairan […]

    Bagikan
expand_less