Berita Terkini
Trending Tags

Relawan Magetan Tembus Daerah Terisolasi di Sumatera, Salurkan Bantuan Hingga ke Titik Terujung Longsor

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 161
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Relawan asal Kab.Magetan, Jawa Timur, mengantarkan bantuan ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra, Foto: Istimewa

Sinergia | Sumatera Barat – Perjalanan ribuan kilometer tak menghalangi tekad relawan asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, untuk mengantarkan bantuan ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra. Dengan menempuh jalur darat selama empat hari, tim ini berupaya menembus kawasan yang sempat terisolasi akibat kerusakan parah infrastruktur.

Enam anggota Relawan 24 Jam Magetan bersama dua personel BPBD Magetan memulai perjalanan pada 17 Desember 2025. Setelah melintasi lebih dari 2.000 kilometer, mereka menjangkau tiga lokasi bencana di Sumatra Barat diantaranya Batu Busuak (Padang), Malalak (Agam), dan Malolo (Tanah Datar).

Setibanya di lokasi, tantangan terbesar langsung menghadang. Jalanan yang longsor dan dipenuhi material banjir membuat akses menuju titik-titik terdampak nyaris mustahil dilewati kendaraan biasa

Salah satu relawan, Setyo Budi Hariyanto, menuturkan bahwa tim harus berjibaku dengan medan berat. Ia menyampaikan bahwa di beberapa titik, kendaraan mereka menjadi yang pertama mampu mencapai lokasi terdampak.

“Saat masuk kawasan Malalak, kendaraan kami menjadi mobil relawan pertama yang mencapai daerah paling ujung. Kondisi jalan rusak parah, dan banyak rumah warga yang sudah tidak layak karena sapuan longsor,” ungkapnya, Selasa (23/12/2025).

Kendaraan double cabin berpenggerak ganda yang mereka gunakan merupakan bantuan dari seorang donatur, diberikan hanya dua hari sebelum keberangkatan. Mobil tersebut memungkinkan tim mengangkut logistik langsung ke titik yang terisolasi.

Dalam misi dua hari itu, relawan menyalurkan hampir 100 paket sembako berisi beras, gula, minyak goreng, dan obat-obatan senilai Rp100.000–Rp125.000 per paket. Mereka juga membawa sekitar 60 paket perlengkapan sekolah berupa tas dan alat tulis untuk anak-anak penyintas.

“Kami juga memberikan bantuan uang tunai. Banyak kebutuhan warga yang tidak selalu bisa dipenuhi hanya dengan paket sembako,” kata Setyo.

Selain itu, tim turut membagikan air mineral, telur, dan bahan pokok dalam kemasan karton yang diangkut langsung dengan kendaraan lapangan. Penasihat Hukum Relawan 24 Jam Magetan, Gunadi, menjelaskan bahwa seluruh bantuan merupakan hasil gotong royong masyarakat, instansi, hingga donatur pribadi.

“Dukungan masyarakat sangat tinggi. Donasi tetap masuk meski relawan sudah berada di Sumatra,” ujarnya.

Total donasi yang tersalurkan melebihi Rp100 juta. Sekitar Rp20 juta hingga Rp24 juta berupa sembako dibawa langsung dari Magetan, sementara sisanya berasal dari pembelanjaan logistik di lokasi dan pemberian tunai kepada warga terdampak.

Gunadi mengatakan ada donatur yang bahkan membeli unit double cabin hanya beberapa hari sebelum keberangkatan untuk memastikan bantuan tersampaikan dengan lancar. “Jika dihitung semuanya mulai sembako, perlengkapan anak, sampai uang tunai nilainya memang lebih dari Rp100 juta,” tambahnya.

Dalam perjalanan panjang itu, para relawan juga menjaga transparansi dan efisiensi penggunaan dana. Gunadi menyebut tim beberapa kali mengurungkan rencana membeli makanan di tempat tertentu karena harganya dianggap tidak wajar. “Uang itu titipan donatur. Kami harus menggunakannya sebijak mungkin supaya manfaatnya maksimal bagi korban,” jelasnya.

Usai dua hari penuh menyalurkan bantuan langsung dari rumah ke rumah, tim relawan segera kembali ke Magetan. Mereka menempuh rute pulang dengan kondisi medan yang tidak jauh berbeda dari perjalanan berangkat.

“Kami menyelesaikan tugas kemanusiaan dan langsung kembali. Perjalanannya sama beratnya, tapi yang terpenting bantuan sampai ke warga,” tutup Gunadi.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Insiden Bekasi Timur, KAI Daop 7 Batalkan Perjalanan KA Madiun Jaya dan KA Singasari, Tiket Dikembalikan 100 Persen

    Dampak Insiden Bekasi Timur, KAI Daop 7 Batalkan Perjalanan KA Madiun Jaya dan KA Singasari, Tiket Dikembalikan 100 Persen

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur, wilayah KAI Daop 1 Jakarta, berdampak luas terhadap perjalanan kereta api nasional, termasuk layanan di wilayah PT KAI Daop 7 Madiun pada Selasa (28/4/2026). Sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan hingga pembatalan, sementara pelanggan diberikan opsi pengembalian tiket secara penuh. KAI menyampaikan bahwa penyesuaian pola operasi […]

    Bagikan
  • Arus Mudik Mulai Terasa, Kendaraan Keluar Gerbang Tol Madiun Naik 7,77 Persen

    Arus Mudik Mulai Terasa, Kendaraan Keluar Gerbang Tol Madiun Naik 7,77 Persen

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah mulai terlihat di ruas jalan tol wilayah Madiun. Volume kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol (GT) Madiun tercatat meningkat menjelang H-5 Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan data PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), pada Senin (16/3/2026), ribuan kendaraan tercatat keluar melalui GT Madiun. Angka tersebut mengalami kenaikan […]

    Bagikan
  • Pemkot – DPRD Kota Madiun Tetapkan 6  Peraturan Daerah

    Pemkot – DPRD Kota Madiun Tetapkan 6  Peraturan Daerah

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – DPRD Kota Madiun mengadakan Rapat Paripurna dengan agenda pengambilan keputusan 4 Raperda Inisiatif dan 2 Raperda Kota Madiun pada Selasa (4/3/2025). Wali Kota Madiun, Maidi menyampaikan Pendapat sekaligus Pendapat Akhir atas 4 Raperda Inisiatif DPRD diantaranya Raperda Penyelenggaraan Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Raperda Penguatan Nilai-nilai Pancasila dan Pendidikan Wawasan […]

    Bagikan
  • Menumbuhkan Rasa Kebersamaan dan Saling Berbagi di Hari Raya Idul Adha

    Menumbuhkan Rasa Kebersamaan dan Saling Berbagi di Hari Raya Idul Adha

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Warga Perum Pesona Griya Kencana (PGK), Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, kembali melakukan penyembelihan hewan kurban pada perayaan Idul Adha tahun ini. Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan perumahan tersebut berlangsung penuh kebersamaan dengan melibatkan warga secara gotong royong, mulai dari proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban. “Alhamdulillah, hewan kurban dari […]

    Bagikan
  • Menteri KKP Targetkan Indonesia Hasilkan 2,25 Juta Ton Garam Pada 2025

    Menteri KKP Targetkan Indonesia Hasilkan 2,25 Juta Ton Garam Pada 2025

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, menargetkan produksi garam nasional mencapai 2,25 juta ton pada 2025. Target ini sejalan dengan program pemerintah di bidang ketahanan pangan dan sebagai langkah menuju swasembada garam pada 2027. Untuk memastikan distribusi dan ketersediaan garam di pasaran, Menteri KKP melakukan inspeksi mendadak […]

    Bagikan
  • Harga Bumbu Dapur Naik 50 Persen di Kota Madiun Jelang Ramadhan, Disdag Bakal Lakukan Operasi Pasar

    Harga Bumbu Dapur Naik 50 Persen di Kota Madiun Jelang Ramadhan, Disdag Bakal Lakukan Operasi Pasar

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Harga sejumlah bumbu dapur di Kota Madiun mengalami kenaikan signifikan menjelang Ramadhan tahun ini. Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas cabai rawit yang melonjak hingga 50 persen dari harga normal. Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun di Pasar Besar Madiun, harga cabai rawit saat ini menembus Rp 85 ribu […]

    Bagikan
expand_less