Berita Terkini
Trending Tags

Anak Sapi Bermata Tiga dan Bermocong Dua Lahir di Magetan Bikin Heboh

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
  • visibility 196
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Anak sapi bermata tiga lahir di Desa Setren Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Fenomena langka menghebohkan warga Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Seekor anak sapi jantan hasil persilangan induk Simental dengan pejantan Limousin lahir dengan kelainan fisik berupa tiga mata, dua moncong, dua lidah, namun hanya memiliki satu kepala dan satu badan.

Anak sapi tersebut lahir pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB di kandang milik Parmin (57), warga RT 21 RW 08 Dusun 5, Desa Setren. Sehari setelah kelahirannya, kabar mengenai kondisi anak sapi yang tidak biasa itu menyebar luas hingga menarik perhatian warga dari berbagai daerah untuk datang melihat secara langsung.

Parmin mengaku sama sekali tidak menyangka anak sapi yang dilahirkan induknya memiliki kondisi fisik yang sangat langka. Ia bahkan mengaku terkejut saat membantu proses persalinan sapi tersebut.

“Awalnya saya bantu menarik saat proses melahirkan. Begitu keluar saya langsung kaget. Kepalanya satu, tetapi mulutnya dua dan matanya tiga. Saya sampai memanggil istri karena tidak percaya melihatnya,” ujar Parmin, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, selama masa kebuntingan hingga menjelang persalinan induk sapi tidak memunculkan tanda-tanda yang mencurigakan maupun perlakuan khusus. Proses perawatan dilakukan sebagaimana biasanya dan kondisi induk juga dalam keadaan sehat.

Parmin menjelaskan, anak sapi tersebut merupakan kelahiran kedua dari induknya. Anak pertama lahir normal tanpa kelainan. Bayi sapi berjenis kelamin jantan itu kemudian diberi nama Brilian dan diputuskan akan dipelihara sendiri meski sudah ada sejumlah orang yang menyatakan minat untuk membelinya.

“Saya ingin memeliharanya sampai besar. Meski ada yang bertanya ingin membeli, saya belum berniat menjualnya,” katanya.

Pria yang telah beternak sapi sejak masih duduk di bangku sekolah dasar itu mengaku baru kali ini menyaksikan kelahiran sapi dengan kondisi seperti tersebut sepanjang hidupnya.

Fenomena itu pun menjadi tontonan warga. Sejak Senin pagi hingga kini, masyarakat terus berdatangan ke kandang Parmin untuk melihat dari dekat anak sapi yang dianggap sangat langka tersebut.

Salah seorang warga, Sadimin, mengatakan dirinya baru pertama kali melihat sapi dengan kondisi seperti itu. Menurutnya, meski wilayah Desa Setren dikenal sebagai sentra peternakan sapi dengan hampir setiap keluarga memelihara ternak, belum pernah ada kasus serupa.

“Kalau anak sapi lahir kembar mungkin pernah ada. Tetapi kalau satu kepala dengan dua mulut dan tiga mata, baru kali ini saya melihat. Warga juga banyak yang penasaran sehingga datang silih berganti,” ungkapnya.

Fenomena kelahiran anak sapi dengan kelainan bawaan seperti ini tergolong sangat jarang terjadi. Dalam dunia kedokteran hewan, kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan gangguan perkembangan embrio di dalam kandungan yang menyebabkan terbentuknya bagian tubuh ganda pada area kepala atau wajah. Meski demikian, penyebab pastinya hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter hewan.

Hingga kini, anak sapi yang diberi nama Brilian tersebut masih berada di kandang milik Parmin dan menjadi perhatian masyarakat yang penasaran dengan salah satu fenomena kelahiran ternak paling langka yang pernah terjadi di wilayah Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAD Kabupaten Madiun Belum Capai Target, Retribusi RSUD Jadi Penyumbang Defisit Terbesar

    PAD Kabupaten Madiun Belum Capai Target, Retribusi RSUD Jadi Penyumbang Defisit Terbesar

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun masih belum mencapai target. Hingga 11 Desember 2025, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat realisasi PAD baru berada di angka 92,48 persen atau Rp. 405,3 miliar dari target Rp. 438,3 miliar. Kekurangan realisasi PAD tersebut didominasi oleh sektor retribusi daerah, […]

    Bagikan
  • DPRD Kab Madiun Terima Audiensi Dari PPDI, Bahas 5 Poin Aduan

    DPRD Kab Madiun Terima Audiensi Dari PPDI, Bahas 5 Poin Aduan

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Madiun dibawah pimpinan Suntoyo bersama 13 anggotanya melakukan Audensi dan Silaturahmi dengan Komisi A DPRD Kabupaten Madiun serta Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Kabupaten Madiun, Senin siang (06/01/2025). Pertemuan yang digelar di ruang rapat DPRD Kabupaten ini, dari pihak PPDI menyampaikan beberapa poin aduan. […]

    Bagikan
  • Cegah Kecelakaan, Daop 7 Madiun Pasang Speed Bump di 42 Titik Perlintasan Sebidang 

    Cegah Kecelakaan, Daop 7 Madiun Pasang Speed Bump di 42 Titik Perlintasan Sebidang 

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api menjadi perhatian serius PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun. Sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan keamanan di perlintasan sebidang, KAI Daop 7 Madiun melakukan pemasangan speed bump di 42 titik perlintasan sebidang tidak terjaga. Manager Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul […]

    Bagikan
  • Tiga Sekolah di Lembeyan Belum Pernah Menerima MBG, Wali Murid Pertanyakan Pemerataan Program

    Tiga Sekolah di Lembeyan Belum Pernah Menerima MBG, Wali Murid Pertanyakan Pemerataan Program

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah bergulir hampir satu tahun di Kabupaten Magetan ternyata belum dirasakan oleh sejumlah sekolah di Kecamatan Lembeyan. Setidaknya TK Tapen, SDN 1 Tapen, dan SDN 2 Tapen masih belum pernah menerima distribusi MBG hingga akhir Januari 2026. Temuan tersebut terungkap berdasarkan pantauan lapangan dan keluhan […]

    Bagikan
  • Tingkatkan Produksi Padi, Pemkab Madiun Minta Bantuan Alsintan ke Pemerintah Pusat

    Tingkatkan Produksi Padi, Pemkab Madiun Minta Bantuan Alsintan ke Pemerintah Pusat

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan panen raya padi bulan April ini mencapai luas 15 ribu hektar. Kegiatan panen raya digelar di area persawahan Desa Banjarsari, Kecamatan Madiun, Senin (07/04/2025), dan dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama jajaran Forkopimda. Hari Wuryanto mengatakan, panen kali ini menunjukkan hasil memuaskan. Meski masih […]

    Bagikan
  • Jembatan Sesek Dinilai Berhahaya, Danrem Untoro Prioritaskan Bangun Jembatan Garuda

    Jembatan Sesek Dinilai Berhahaya, Danrem Untoro Prioritaskan Bangun Jembatan Garuda

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat dari program Jembatan Garuda mendorong Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto terus bergerak hingga ke pelosok wilayah jajarannya untuk mencari lokasi yang membutuhkan kehadiran program tersebut. Kini, ia meninjau langsung kondisi jembatan sesek di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Rabu (6/5/2026). Peninjauan dilakukan guna mengidentifikasi […]

    Bagikan
expand_less