Berita Terkini
Trending Tags

Usulan Rp8,5 Miliar untuk Mobil Camat dan Videotron di Magetan Dikritik, DPRD Soroti Prioritas Jalan Rusak

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 60
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Anggota Badan Anggaran DPRD Magetan dari Fraksi Golkar, Didik Haryono. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengalokasikan anggaran sekitar Rp8,5 miliar untuk pengadaan 18 mobil operasional camat dan lima unit videotron mendapat sorotan dari DPRD Magetan. Di tengah ruang fiskal daerah yang terbatas, belanja tersebut dinilai perlu dikaji kembali agar anggaran lebih banyak diarahkan untuk kebutuhan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Magetan dari Fraksi Golkar, Didik Haryono, secara khusus menilai rencana pengadaan lima videotron dengan nilai sekitar Rp3,4 miliar hingga Rp3,5 miliar belum menunjukkan urgensi yang memadai.

Menurut Didik, nilai investasi tersebut tidak sebanding dengan potensi penerimaan daerah dari pajak reklame videotron yang disebut hanya sekitar Rp245 juta per tahun. Perhitungan itu, kata dia, belum memasukkan biaya pemeliharaan, operasional, serta risiko kerusakan perangkat.

“Pengadaan videotron Rp3,5 miliar itu menurut saya tidak rasional sekali,” kata Didik, Jumat (21/8/2026).

Dia menilai pemerintah perlu menghitung secara lebih matang manfaat ekonomi dari pengadaan aset tersebut sebelum memasukkannya dalam belanja daerah.

“Sekarang pendapatan pajak reklame videotron di Magetan setahun hanya Rp245 juta. Sementara pengadaannya sampai Rp3,5 miliar. Kira-kira butuh berapa tahun sampai rusak, itu tidak akan dapat pengembaliannya untuk menutupi biaya tersebut,” ujarnya.

Didik khawatir videotron justru menjadi aset yang membutuhkan biaya besar tetapi tidak memberikan kontribusi penerimaan yang sepadan.

“Tidak produktif dan boros itu,” tegasnya.

Sorotan juga diarahkan pada rencana pembelian 18 mobil operasional camat dengan anggaran sekitar Rp5 miliar. Pemkab Magetan sebelumnya menyebut kendaraan yang digunakan para camat rata-rata telah berusia sekitar 20 tahun, sehingga boros bahan bakar dan sering mengalami kerusakan.

Didik tidak mempersoalkan kebutuhan untuk mengganti kendaraan yang memang sudah tidak layak. Namun, dia mempertanyakan keputusan mengganti seluruh kendaraan secara bersamaan.

“Memang kondisi mobil camat itu sudah banyak yang rusak. Itu perlu diganti, saya sepakat. Tetapi apakah harus diganti secara bersamaan sehingga menyedot anggaran sampai Rp5 miliar?” ujarnya.

Menurutnya, pengadaan kendaraan dinas dapat dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kendaraan yang kondisinya paling buruk atau memiliki tingkat kebutuhan operasional paling tinggi.

Skema tersebut dinilai lebih sesuai dengan kondisi fiskal daerah yang saat ini harus membagi ruang anggaran untuk berbagai kebutuhan pelayanan publik.

Didik kemudian membandingkan rencana belanja tersebut dengan persoalan infrastruktur yang masih dihadapi masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah kerusakan sejumlah ruas jalan kabupaten.

Dia mencontohkan jalur Bendo-Kawedanan yang disebut masih mengalami kerusakan dan menjadi salah satu jalur utama masyarakat. Kondisi jalan tersebut, menurutnya, tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

“Masih banyak kondisi jalan di Magetan itu rusak parah. Contohnya jalur Bendo-Kawedanan. Sering menyebabkan kecelakaan, itu jalur utama,” katanya.

Karena itu, Didik mempertanyakan dasar penentuan prioritas belanja Pemkab Magetan. Dia menilai pemerintah perlu menjelaskan alasan sebuah program dianggap lebih mendesak dibanding kebutuhan infrastruktur yang langsung digunakan masyarakat setiap hari.

“Pemda selalu berdalih tidak ada anggaran untuk perbaikan jalan. Penting mana, mobil atau jalan itu?” sindirnya.

Dalam rencana Pemkab Magetan, lima videotron tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, antara lain kawasan Pasar Sayur, Pasar Baru, dan Alun-Alun Magetan.

Pemerintah daerah sebelumnya menyampaikan bahwa videotron tidak hanya difungsikan sebagai media penyebarluasan informasi kepada masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat membuka peluang pendapatan melalui pemasangan iklan.

Namun, bagi Fraksi Golkar, potensi tersebut tetap harus dibandingkan dengan nilai investasi awal dan biaya pengelolaan aset. Perhitungan mengenai masa pengembalian investasi atau break even point dinilai penting agar pengadaan tidak sekadar menghasilkan aset baru tanpa manfaat fiskal yang jelas.

Usulan pengadaan mobil camat dan videotron tersebut saat ini masih menjadi bagian dari pembahasan Perubahan APBD (P-APBD) 2026 antara Pemkab Magetan dan DPRD. Dengan demikian, belum ada keputusan final bahwa seluruh usulan tersebut akan direalisasikan.

Didik berharap pembahasan anggaran tidak hanya didasarkan pada kebutuhan perangkat daerah, tetapi juga mempertimbangkan urgensi, kemampuan keuangan daerah, manfaat publik, serta dampak jangka panjang terhadap APBD.

“Harapan saya dalam menentukan pos anggaran itu didasarkan pada skala prioritas, bukan sekadar butuh,” ujarnya.

Terkait detail perencanaan dan pengusulan anggaran tersebut, Didik menyebut informasi lebih lanjut dapat dikonfirmasi kepada Bappeda/Bapperida Magetan sebagai pihak yang berkaitan dengan proses perencanaan program pembangunan daerah.

Di tengah keterbatasan fiskal, pilihan antara menambah aset pemerintah atau mempercepat penanganan infrastruktur publik menjadi bagian penting dalam menentukan arah belanja daerah pada P-APBD 2026. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Ngawi Tangkap Dua Terduga Pengedar Pil Koplo Trihexyphenidyl, Satu Pelaku Masih Berusia 15 Tahun

    Polres Ngawi Tangkap Dua Terduga Pengedar Pil Koplo Trihexyphenidyl, Satu Pelaku Masih Berusia 15 Tahun

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Satuan Reserse Narkoba Polres Ngawi kembali mengungkap kasus dugaan peredaran obat keras berbahaya (okerbaya) di wilayah Kabupaten Ngawi. Dalam operasi yang digelar pada Minggu (5/7/2026), polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam peredaran pil koplo jenis trihexyphenidyl di Kecamatan Kedunggalar. Pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Ngawi di […]

    Bagikan
  • lKAPTK Madiun Halal Bihalal Bareng Sesepuh, Dorong Dukungan Penuh untuk Program “Bersahaja”

    lKAPTK Madiun Halal Bihalal Bareng Sesepuh, Dorong Dukungan Penuh untuk Program “Bersahaja”

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kabupaten Madiun menggelar halal bihalal di salah satu hotel di Kota Madiun, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), sekaligus penguatan komitmen dalam mendukung program pembangunan daerah. Ketua IKAPTK Kabupaten Madiun, Joko Lelono, mengatakan para […]

    Bagikan
  • Warga Ngawi Temukan Jasad Pria Mengambang di Sungai, Ternyata Tetangga Yang Hilang

    Warga Ngawi Temukan Jasad Pria Mengambang di Sungai, Ternyata Tetangga Yang Hilang

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi — Warga Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria yang mengambang di Sungai Kedung Merak, Selasa (11/8/2026) pagi. Jasad tersebut sempat dikira sampah oleh warga sebelum akhirnya diketahui merupakan tubuh manusia. Korban diketahui bernama Khanani (51), warga setempat yang dilaporkan hilang sejak Senin (10/8/2026). Jasad […]

    Bagikan
  • Terduga Pelaku Curanmor di Ponorogo Babak Belur Dihajar Warga Usai Gagal Bawa Kabur Motor

    Terduga Pelaku Curanmor di Ponorogo Babak Belur Dihajar Warga Usai Gagal Bawa Kabur Motor

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Aksi pencurian sepeda motor terjadi di Jalan Ponorogo–Pacitan, tepatnya di sebuah bengkel di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Sabtu (16/5/2026) siang. Seorang terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) babak belur setelah dihajar warga usai gagal membawa kabur motor milik pelanggan bengkel. Dalam video amatir yang beredar, tampak seorang pria menjadi sasaran […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Tinjau Progres Percontohan Tanaman dan Penataan TPA Winongo

    Wali Kota Madiun Tinjau Progres Percontohan Tanaman dan Penataan TPA Winongo

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, meninjau langsung progres percontohan tanaman di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo pada Senin (02/06/2025). Dalam kunjungannya, Maidi menyampaikan bahwa penanaman tanaman buah harus didukung oleh lapisan tanah setebal 60–80 persen, sementara untuk tanaman bunga tidak memerlukan perlakuan tersebut. “Progresnya percontohan tanaman, hari ini mulai diberi […]

    Bagikan
  • Ratusan Siswa Serbu Stasiun! PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Cetak “Duta Keselamatan Cilik”

    Ratusan Siswa Serbu Stasiun! PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Cetak “Duta Keselamatan Cilik”

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Ratusan siswa dari berbagai sekolah di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengikuti program edukasi perkeretaapian yang digelar PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kegiatan ini berlangsung di sejumlah stasiun, seperti Stasiun Madiun, Stasiun Jombang, Stasiun Ngawi, Stasiun Magetan, dan Stasiun Caruban. Program bertajuk Eduspoor dan Fun Trip With BIAS tersebut bertujuan […]

    Bagikan
expand_less