Berita Terkini
Trending Tags

Usulan Rp8,5 Miliar untuk Mobil Camat dan Videotron di Magetan Dikritik, DPRD Soroti Prioritas Jalan Rusak

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • visibility 174
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Anggota Badan Anggaran DPRD Magetan dari Fraksi Golkar, Didik Haryono. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengalokasikan anggaran sekitar Rp8,5 miliar untuk pengadaan 18 mobil operasional camat dan lima unit videotron mendapat sorotan dari DPRD Magetan. Di tengah ruang fiskal daerah yang terbatas, belanja tersebut dinilai perlu dikaji kembali agar anggaran lebih banyak diarahkan untuk kebutuhan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Magetan dari Fraksi Golkar, Didik Haryono, secara khusus menilai rencana pengadaan lima videotron dengan nilai sekitar Rp3,4 miliar hingga Rp3,5 miliar belum menunjukkan urgensi yang memadai.

Menurut Didik, nilai investasi tersebut tidak sebanding dengan potensi penerimaan daerah dari pajak reklame videotron yang disebut hanya sekitar Rp245 juta per tahun. Perhitungan itu, kata dia, belum memasukkan biaya pemeliharaan, operasional, serta risiko kerusakan perangkat.

“Pengadaan videotron Rp3,5 miliar itu menurut saya tidak rasional sekali,” kata Didik, Jumat (21/8/2026).

Dia menilai pemerintah perlu menghitung secara lebih matang manfaat ekonomi dari pengadaan aset tersebut sebelum memasukkannya dalam belanja daerah.

“Sekarang pendapatan pajak reklame videotron di Magetan setahun hanya Rp245 juta. Sementara pengadaannya sampai Rp3,5 miliar. Kira-kira butuh berapa tahun sampai rusak, itu tidak akan dapat pengembaliannya untuk menutupi biaya tersebut,” ujarnya.

Didik khawatir videotron justru menjadi aset yang membutuhkan biaya besar tetapi tidak memberikan kontribusi penerimaan yang sepadan.

“Tidak produktif dan boros itu,” tegasnya.

Sorotan juga diarahkan pada rencana pembelian 18 mobil operasional camat dengan anggaran sekitar Rp5 miliar. Pemkab Magetan sebelumnya menyebut kendaraan yang digunakan para camat rata-rata telah berusia sekitar 20 tahun, sehingga boros bahan bakar dan sering mengalami kerusakan.

Didik tidak mempersoalkan kebutuhan untuk mengganti kendaraan yang memang sudah tidak layak. Namun, dia mempertanyakan keputusan mengganti seluruh kendaraan secara bersamaan.

“Memang kondisi mobil camat itu sudah banyak yang rusak. Itu perlu diganti, saya sepakat. Tetapi apakah harus diganti secara bersamaan sehingga menyedot anggaran sampai Rp5 miliar?” ujarnya.

Menurutnya, pengadaan kendaraan dinas dapat dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kendaraan yang kondisinya paling buruk atau memiliki tingkat kebutuhan operasional paling tinggi.

Skema tersebut dinilai lebih sesuai dengan kondisi fiskal daerah yang saat ini harus membagi ruang anggaran untuk berbagai kebutuhan pelayanan publik.

Didik kemudian membandingkan rencana belanja tersebut dengan persoalan infrastruktur yang masih dihadapi masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah kerusakan sejumlah ruas jalan kabupaten.

Dia mencontohkan jalur Bendo-Kawedanan yang disebut masih mengalami kerusakan dan menjadi salah satu jalur utama masyarakat. Kondisi jalan tersebut, menurutnya, tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

“Masih banyak kondisi jalan di Magetan itu rusak parah. Contohnya jalur Bendo-Kawedanan. Sering menyebabkan kecelakaan, itu jalur utama,” katanya.

Karena itu, Didik mempertanyakan dasar penentuan prioritas belanja Pemkab Magetan. Dia menilai pemerintah perlu menjelaskan alasan sebuah program dianggap lebih mendesak dibanding kebutuhan infrastruktur yang langsung digunakan masyarakat setiap hari.

“Pemda selalu berdalih tidak ada anggaran untuk perbaikan jalan. Penting mana, mobil atau jalan itu?” sindirnya.

Dalam rencana Pemkab Magetan, lima videotron tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, antara lain kawasan Pasar Sayur, Pasar Baru, dan Alun-Alun Magetan.

Pemerintah daerah sebelumnya menyampaikan bahwa videotron tidak hanya difungsikan sebagai media penyebarluasan informasi kepada masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat membuka peluang pendapatan melalui pemasangan iklan.

Namun, bagi Fraksi Golkar, potensi tersebut tetap harus dibandingkan dengan nilai investasi awal dan biaya pengelolaan aset. Perhitungan mengenai masa pengembalian investasi atau break even point dinilai penting agar pengadaan tidak sekadar menghasilkan aset baru tanpa manfaat fiskal yang jelas.

Usulan pengadaan mobil camat dan videotron tersebut saat ini masih menjadi bagian dari pembahasan Perubahan APBD (P-APBD) 2026 antara Pemkab Magetan dan DPRD. Dengan demikian, belum ada keputusan final bahwa seluruh usulan tersebut akan direalisasikan.

Didik berharap pembahasan anggaran tidak hanya didasarkan pada kebutuhan perangkat daerah, tetapi juga mempertimbangkan urgensi, kemampuan keuangan daerah, manfaat publik, serta dampak jangka panjang terhadap APBD.

“Harapan saya dalam menentukan pos anggaran itu didasarkan pada skala prioritas, bukan sekadar butuh,” ujarnya.

Terkait detail perencanaan dan pengusulan anggaran tersebut, Didik menyebut informasi lebih lanjut dapat dikonfirmasi kepada Bappeda/Bapperida Magetan sebagai pihak yang berkaitan dengan proses perencanaan program pembangunan daerah.

Di tengah keterbatasan fiskal, pilihan antara menambah aset pemerintah atau mempercepat penanganan infrastruktur publik menjadi bagian penting dalam menentukan arah belanja daerah pada P-APBD 2026. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tamu Berdatangan, Disperkim Kota Madiun Siap Potong Pohon depan Rumdin Wabup Madiun

    Tamu Berdatangan, Disperkim Kota Madiun Siap Potong Pohon depan Rumdin Wabup Madiun

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Perumahan dan Permukiman ( Disperkim ) Kota Madiun cepat bergerak melihat kondisi dua pohon di depan rumah dinas Wakil Bupati (Wabup) Madiun di Jalan lombok Kota Madiun. 2 Pohon ini nyaris membuat kesulitan dipakai parkir mobil. Kepala Dinas Perkim Kota Madiun Jemakir bakal melakukan eksekusi penebangan dua pohon di […]

    Bagikan
  • Kejari Ponorogo Musnahkan Puluhan Ribu Barang Haram dari 26 Perkara Narkotika

    Kejari Ponorogo Musnahkan Puluhan Ribu Barang Haram dari 26 Perkara Narkotika

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo mengeksekusi pemusnahan ribuan barang bukti dari perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Kegiatan berlangsung di halaman kantor kejaksaan, Kamis (27/11/2025). Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut dilibatkan dalam prosesi pemusnahan. Barang bukti narkotika dimusnahkan dengan cara diblender, sementara perangkat elektronik dihancurkan secara […]

    Bagikan
  • Cuaca Ekstrem Terjang Telaga Sarangan, Pohon Kersen Besar Roboh Timpa Jaringan Telekomunikasi

    Cuaca Ekstrem Terjang Telaga Sarangan, Pohon Kersen Besar Roboh Timpa Jaringan Telekomunikasi

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah dataran tinggi Magetan. Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur kawasan wisata Telaga Sarangan, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, pada Rabu pagi (14/1/2026). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah wisatawan mengaku kaget dan panik saat cuaca buruk terjadi. Dampaknya, sebuah pohon kersen berdiameter sekitar 70 sentimeter roboh. Pohon […]

    Bagikan
  • Duh ! Ayah dan Anak di Madiun Kompak Curi Burung

    Duh ! Ayah dan Anak di Madiun Kompak Curi Burung

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Polisi menangkap ayah dan anak yang terlibat kasus pencurian burung di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Aksi keduanya sempat viral di media sosial sebelum akhirnya diungkap jajaran Polres Madiun dalam Operasi Sikat Semeru 2025. Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengatakan, pelaku utama berinisial Eko (58) merupakan warga Kabupaten Madiun yang dikenal […]

    Bagikan
  • HUT ke-22 RSUD Kota Madiun, Pelayanan Meningkat, Inovasi Layanan Jadi Fokus ke Depan

    HUT ke-22 RSUD Kota Madiun, Pelayanan Meningkat, Inovasi Layanan Jadi Fokus ke Depan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Suasana hangat terasa di RSUD Kota Madiun, Jumat (24/4/2026). Di tengah momentum tasyakuran hari ulang tahun ke-22, perhatian tidak hanya tertuju pada seremoni, tetapi juga pada denyut pelayanan yang terus bergerak melayani ratusan pasien setiap hari. Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, meninjau langsung pelayanan rumah sakit. Ia menyusuri […]

    Bagikan
  • Menyamar Minta Donasi, Seorang Pria Gasak Dua Handphone Kasir Minimarket

    Menyamar Minta Donasi, Seorang Pria Gasak Dua Handphone Kasir Minimarket

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Aksi pencurian terjadi di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, pada Minggu siang (23/3/2025). Seorang pria yang menyamar sebagai peminta donasi berhasil membawa kabur dua unit handphone milik karyawan Garon Mart, dengan total kerugian mencapai Rp 15 juta. Berdasarkan rekaman Closed Circuit Television (CCTV), pelaku terlihat mengenakan masker dan menyerahkan […]

    Bagikan
expand_less