Yon TP Dibangun di Hutan Mategal Magetan, 600 Prajurit Mulai Masuk Juni 2026
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 36
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kabupaten Magetan mulai dipercepat. Lokasi pembangunan berada di kawasan hutan petak 32 RPH Gangsiran, BKPH Sampung, wilayah Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dengan luas lahan mencapai 51,13 hektare milik Perhutani.
Yon TP di Magetan menjadi bagian pembangunan tahap IV Kodam V/Brawijaya bersama 16 titik lain di Jawa Timur. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai strategis, memiliki akses jalan lebar, kontur tanah relatif datar, dekat pusat ekonomi masyarakat, serta berada tidak jauh dari objek vital nasional Lanud Iswahjudi di Kecamatan Maospati.
Saat meninjau lokasi pembangunan, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meminta seluruh proses pembangunan melibatkan masyarakat sekitar agar dampak ekonominya langsung dirasakan warga.
“Kalau bisa tenaga kerja dari Desa Mategal dilibatkan sebanyak-banyaknya. Yang penting honornya cukup,” ujar Rudy Saladin.
Pangdam menargetkan empat barak awal beserta fasilitas pendukung seperti air dan listrik rampung pada awal Juli 2026. Barak tersebut dipersiapkan untuk menampung sekitar 600 prajurit yang dijadwalkan mulai masuk ke lokasi pada awal hingga pertengahan Juni mendatang.

“Sekitar enam ratus personel akan mulai tinggal dan bertugas di sini. Dampaknya secara ekonomi pasti luar biasa,” katanya.
Menurut Rudy, keberadaan ratusan prajurit diperkirakan memicu perputaran ekonomi baru di Desa Mategal dan sekitarnya. Kebutuhan pangan, warung makan, laundry, jasa jahit, pangkas rambut hingga UMKM warga diproyeksikan ikut berkembang.
Ia memperkirakan uang yang beredar dari kebutuhan prajurit bisa mencapai Rp1,8 miliar per bulan.
“Kalau satu prajurit membelanjakan sekitar tiga juta rupiah per bulan, maka uang yang berputar di desa ini bisa miliaran rupiah,” ujarnya.
Selain fungsi pertahanan wilayah, Yon TP juga diklaim mampu membantu pengamanan daerah. Pangdam menyebut sejumlah wilayah yang telah memiliki Yon TP mengalami penurunan angka kriminalitas setelah adanya patroli bersama TNI dan kepolisian.
Yon TP Mategal nantinya tidak hanya memiliki kompi tempur, tetapi juga kompi pertanian, peternakan, konstruksi, dan medis yang diproyeksikan mendukung ketahanan pangan, pembangunan desa, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam arahannya, Pangdam juga meminta kontraktor tetap mempertahankan pohon-pohon besar di kawasan hutan agar lingkungan Yon TP tetap rindang dan tidak gersang.
“Kalau memang tidak perlu ditebang jangan ditebang. Bangunannya menyesuaikan supaya batalyon tetap sejuk dan nyaman,” tegasnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





