Sering Mengamuk, Keluarga Terpaksa Mengurung Suhananto Sejak 2014
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- visibility 45
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Keputusan keluarga mengurung Suhananto, 45 tahun, warga Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, di dalam kandang besi bukan tanpa alasan. Selama lebih dari 25 tahun, keluarga hidup dalam bayang-bayang gangguan jiwa yang dialami Suhananto. Nanto merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Buki dan Damitun.
Gangguan kejiwaan yang dialaminya bermula setelah pulang merantau dari Malaysia. Usai lulus SMP, ia bekerja ke luar negeri, namun sekitar enam bulan kemudian pihak agen mengabarkan bahwa Suhananto mengalami gangguan jiwa dan tidak lagi mampu bekerja.
Setelah kembali ke rumah, kondisinya semakin memburuk. Ia tidak mau bekerja, tidak mengurus diri, dan kerap mengamuk. Dalam beberapa kejadian, Suhananto bahkan membawa benda berbahaya yang mengancam keselamatan keluarga dan warga sekitar.
“Kami benar-benar tidak punya pilihan lain. Kalau sampai ada yang terluka atau meninggal, siapa yang bertanggung jawab,” ungkap Diana Puspita Sari, adik Suhananto.
Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, mulai dari pengobatan alternatif hingga perawatan medis. Suhananto sempat dirawat hampir dua tahun di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta dan kondisinya sempat membaik. Namun, setelah kembali ke rumah, penyakitnya kembali kambuh dan semakin parah.
“2014 itu pernah mengamuk ke keluarga. Ya untuk mencegah akhirnya terpaksa di kurung itu,” imbuh Diana.
Saat ini, kasus tersebut telah mendapat perhatian aparat kepolisian. Pihak kepolisian menyatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk penanganan lanjutan, meski hingga kini instansi terkait belum datang langsung ke lokasi.
Keluarga berharap adanya tindak lanjut nyata agar Suhananto bisa mendapatkan perawatan yang lebih layak, sekaligus pendampingan bagi keluarga yang selama bertahun-tahun hidup dalam tekanan.(ega).
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Kris
