Sabtu, 17 Okt 2026
Trending Tags

8 Fraksi DPRD Kota Madiun Pelototi Rancangan P-APBD 2026, Segera RDP Tentukan Arah Kebijakan

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 234
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Delapan fraksi DPRD Kota Madiun bahas P-APBD 2026. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun melaksanakan Rapat Paripurna dengan agenda Pemandangan Umum (PU) Fraksi DPRD pada Rabu (26/8/2026). Sebanyak 8 Fraksi DPRD Kota Madiun menyoroti Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun anggaran 2026. Sejumlah catatan dan pertanyaan diajukan Fraksi DPRD baik dari sektor Pendapatan maupun Belanja Daerah.

Seperti Fraksi Perindo yang disampaikan oleh Armaya yang menyoroti soal pentingnya efisiensi dan efektivitas antara temuan teknis dengan penyesuaian pos anggaran belanja. Fraksi Perindo mempertanyakan sejauh mana rancangan P-APBD 2026 mengintegrasikan hasil evaluasi perbaikan dengan skala prioritas kebutuhan masyarakat. Termasuk langkah nyata yang akan dilakukan oleh Pemkot Madiun.

Image Not Found

“Bagaimana pemetaan teknis yang dilakukan Eksekutif agar seluruh pergeseran maupun penambahan belanja modal pada rancangan P-APBD 2026 benar-benar linier, berbasis data granular serta terkawal utuh guna mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagaimana yang tercantum dalam RPJMD Kota Madiun 2025-2029, mohon penjelasan,” tutup Armaya.

Sementara itu, PU Fraksi PDI Perjuangan dibacakan oleh Usman Effendi yang salah satunya menanyakan soal Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada P-APBD 2026, PAD Kota Madiun ditargetkan mengalami kenaikan sebesar Rp. 13,9 miliar dari anggaran sebelum perubahan sebesar Rp. 296,8 miliar. Artinya proyeksi pada P-APBD 2026 menjadi sebesar Rp. 310,7 miliar.

“Bagaimana strategi pemerintah dalam meningkatkan pendapatan di tahun-tahun berikutnya tanpa bergantung pada Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat ?,” tanya Usman, Juru Bicara PDIP.

Fraksi Demokrat melalui juru bicaranya Sugeng mempertanyakan perihal Dana Transfer Pemerintah Pusat yang mengalami pengurangan. Hal itu tercatat pada sektor Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) hingga insentif fiskal lainnya yang disampaikan pada Nota Keuangan Wali Kota Madiun. Selain itu juga menyoroti soal Belanja Barang Jasa yang mengalami peningkatan sebesar Rp. 28,8 miliar.

“Upaya apa yang dilakukan Pemerintah Kota Madiun agar insentif fiskal dari pemerintah pusat dapat diraih untuk dipergunakan untuk memenuhi pencapaian Visi-Misi Kota Madiun. Fraksi Demokrat juga menanyakan bagaimana strategi pemerintah daerah meningkatkan serapan anggaran Belanja Barang dan Jasa agar tidak menjadi SILPA,” tegas Sugeng.

Lanjar Agus Susilo, menjadi juru bicara Fraksi PSI yang mencermati adanya perubahan struktur pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam perubahan APBD Kota Madiun Tahun Anggaran 2026. Untuk itu, Fraksi PSI meminta penjelasan dari Eksekutif terkait sumber kenaikan atau penurunan pendapatan daerah, terutama PAD, dana transfer, serta sumber pembiayaan alasan dan dasar perhitungannya.

“Fraksi PSI juga meminta penjelasan mengenai strategi Pemerintah Daerah dalam menjaga kesinambungan fiskal setelah perubahan APBD ini, khususnya apabila terjadi penurunan pendapatan atau meningkatnya kebutuhan belanja pada tahun-tahun berikutnya?,” terang Lanjar.

Image Not Found

Disisi lain, Citra Kristin dari Fraksi Gerindra-Nasdem meminta penjelasan Pemkot Madiun terkait Belanja Daerah pada rancangan P-APBD 2026 yang melampaui Pendapatan Daerah. Belanja Daerah direncanakan naik Rp. 36,43 miliar menjadi Rp. 1,098 triliun, sementara Pendapatan Daerah hanya bertambah Rp. 15,63 miliar menjadi Rp. 943,90 miliar. Tidak hanya itu, juga soal ketergantungan Pemkot Madiun terhadap SILPA. Diketahui, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya naik menjadi Rp. 154,80 miliar.

“Fraksi kami memandang kenaikan belanja yang lebih dari dua kali lipat kenaikan pendapatan sebagai hal yang perlu dicermati secara serius dari sisi kesehatan fiskal daerah. Fraksi Gerindra NasDem meminta penjelasan, mengapa SILPA sebesar ini baru dimanfaatkan pada Perubahan APBD, dan bukan 7 direncanakan sejak APBD murni?,” tanya Citra.

drg. Indah Sat Rachmaniati, juru bicara Fraksi PKS menyampaikan bahwa pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 harus efektivitas, efisiensi, transparansi hingga akuntabilitas. Selain itu juga memiliki keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat Kota Madiun. Fraksi PKS menilai RAPBD Perubahan 2026, belanja barang dan jasa meningkat dari sekitar Rp441,079 miliar menjadi Rp469,960 miliar, atau bertambah sekitar Rp28,88 miliar.

“Sehubungan dengan peningkatan anggaran Belanja Barang dan Jasa tersebut, Fraksi PKS meminta penjelasan Saudara Plt. Wali Kota mengenai dasar dan pertimbangan peningkatan belanja tersebut serta sejauh mana tambahan anggaran tersebut mendukung efektivitas pelayanan publik dan pencapaian target pembangunan daerah,” terang Indah.

Fraksi PKB memberikan sorotan secara rinci terhadap Rancangan P-APBD tahun anggaran 2026 Kota Madiun. Juru bicara Fraksi PKB, Erlina Susilorini menyikapi soal penetapan target PAD pada APBD 2026 murni sebesar Rp. 296,81 miliar atau turun sekitar 26,48 miliar dibandingkan realisasi 2025.  Namun, pada rancangan P-APBD 2026, pemerintah daerah melakukan koreksi terhadap target PAD dengan menaikkannya menjadi Rp.310,72 milyar. Tidak hanya dari sisi Pendapatan, Fraksi PKB juga mememoloti soal penurunan transfer sekitar Rp.200,43 milyar dibandingkan realisasi 2025.

“Apa dasar perhitungan tambahan PAD sebesar Rp.13,91 milyar? Apakah terdapat potensi PAD yang belum dimasukkan dalam target? Apa strategi Pemkot untuk mengantisipasi penurunan transfer? 4. Apakah penurunan transfer sudah diikuti dengan rasionalisasi belanja?,” tanya Erlina, Fraksi PKB.

Sementara, Fraksi Golkar melalui juru bicaranya Sudarmaji menyikapi soal kenaikan pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Tercatat dari Rp 2,00 Miliar pada APBD murni menjadi Rp 13,52 Miliar (naik Rp 11,52 Molar atau 576%) pada rancangan P-APBD 2026. Fraksi Golkar menilai kenaikan ekstrem ini mengindikasikan kelemahan perencanaan pada APBD Murni, atau potensi penampungan program non-darurat secara tidak transparan melalui pos BTT.

“Fraksi Golkar mendesak Pemkot Madiun merasionalisasi dana BTT maksimal di angka Rp 5,00 Miliar untuk keadaan darurat bencana alam/sosial yang nyata. Sisa dana BTT sebesar Rp 8,5 Miliar wajib dialihkan (shifting) secara langsung ke program ekonomi publik seperti bantuan modal UMKM, operasi pasar murah penanganan inflasi, serta pemeliharaan saluran drainase kawasan rawan genangan,” tegas Sudarmaji.

Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mengatakan, pandangan umum fraksi telah memberikan sejumlah catatan terhadap rancangan APBD Perubahan. Catatan tersebut selanjutnya akan didalami melalui rapat dengar pendapat (RDP) antara komisi DPRD dengan organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai mitra kerja.

“Mulai dari pendapatan, program kegiatan, pembiayaan, dan lain sebagainya. Ini nanti akan kita tindak lanjuti dengan RDP dengan mitranya, antara komisi dan mitranya untuk menentukan arah kebijakan yang sebenarnya bagaimana,” ujar Armaya.

Menurut dia, pembahasan APBD Perubahan dilakukan secara bertahap, mulai dari Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), penyampaian nota keuangan, hingga pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) masing-masing OPD bersama komisi terkait.

“Banyak tadi. Dari pendidikan, dari BTT, dan lain sebagainya. Itu nanti akan kita bahas. Kenaikannya yang signifikan itu di mana, lalu kenapa, ada apa, nanti kita tanyakan di proses selanjutnya,” katanya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, pandangan umum fraksi merupakan hasil analisis terhadap nota keuangan APBD Perubahan yang sebelumnya telah disampaikan Pemkot Madiun kepada DPRD.

Menurut Bagus, berbagai pertanyaan dan catatan dari fraksi nantinya akan dijawab pemerintah daerah melalui mekanisme pembahasan yang telah dijadwalkan. RDP bersama OPD diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih rinci terkait perubahan anggaran tersebut.

“Nota keuangan yang sudah kita serahkan basic-nya, tentunya teman-teman menganalisa. Dari hasil pandangan umum dari fraksi-fraksi, tentunya nanti akan kami jawab di jawaban Wali Kota,” ujar Bagus.

Bagus juga menanggapi sorotan mengenai realisasi belanja modal yang dalam penyampaian nota keuangan baru sekitar 10 persen. Dia menjelaskan, angka tersebut menggambarkan belanja yang telah terealisasi atau dibayarkan hingga saat penyusunan nota keuangan.

Menurutnya, realisasi belanja modal sebenarnya terus berjalan seiring dengan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Saat ini, serapan belanja modal disebut telah mencapai sekitar 50 persen, meski masih terdapat pekerjaan yang berlangsung dan belum seluruhnya dilakukan pembayaran.

“Belanja modal sebenarnya ini lebih dari penyusunan nota keuangan kemarin, dalam artian bahwa itu yang sudah terbayar. Tetapi semuanya masih proses. Begitu hari ini sudah 50 persenan dan masih ada pekerjaan yang berjalan dan juga belum terbayar. Sehingga serapannya ini berdasarkan yang sudah dibayar,” pungkasnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Magetan Lantik 128 Kepala Sekolah, Bupati Pastikan Rekrutmen Baru Segera Dibuka untuk Isi Jabatan yang Masih Kosong

    Pemkab Magetan Lantik 128 Kepala Sekolah, Bupati Pastikan Rekrutmen Baru Segera Dibuka untuk Isi Jabatan yang Masih Kosong

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melantik sebanyak 128 kepala sekolah jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri, Jumat (31/7/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat tata kelola pendidikan sekaligus mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang selama ini terjadi di sejumlah satuan pendidikan. Bupati Magetan […]

    Bagikan
  • Keresahan Warga Soal Maraknya Aksi Pencurian di Desa Cermo

    Keresahan Warga Soal Maraknya Aksi Pencurian di Desa Cermo

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia |Kab. Madiun – Sebuah toko kelontong milik warga di Desa Cermo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun menjadi sasaran aksi pencurian pada Sabtu pagi  (12/07/2025). Pelaku diduga membobol jendela rumah sekaligus toko milik Murdiono (36) dan menggondol uang tunai sekitar Rp. 1 juta. Kejadian tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di lokasi. Dalam rekaman terlihat […]

    Bagikan
  • Heboh! Bendera Merah Putih Sepanjang 181 Meter Membentang di Jalan Magetan, Ini Maknanya

    Heboh! Bendera Merah Putih Sepanjang 181 Meter Membentang di Jalan Magetan, Ini Maknanya

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus menggema di berbagai daerah. Di Kelurahan Sukowinangun, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, warga secara gotong royong membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 181 meter di atas Jalan Sukowinangun sebagai simbol kecintaan terhadap bangsa sekaligus penghormatan kepada jasa para pahlawan. Bendera raksasa dengan […]

    Bagikan
  • Siapa Duduki Kursi Sekda Magetan?

    Siapa Duduki Kursi Sekda Magetan?

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | ​Magetan — Seleksi untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan kini telah memasuki babak akhir. Tujuh kandidat Sekda Magetan telah menjalani tahap wawancara di Telaga Sarangan, Plaosan, pada Selasa (09/09/2025). Tahapan tersebut menentukan tiga nama terbaik yang akan diajukan ke Bupati Magetan. ​Kepala Bidang Mutasi dan Kepangkatan BKPSDM Magetan, Thathit Adi Candra, membenarkan […]

    Bagikan
  • Operasi Keselamatan Mansinam 2025 Polres Kaimana Turut Menyasar Anggota Polri

    Operasi Keselamatan Mansinam 2025 Polres Kaimana Turut Menyasar Anggota Polri

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kaimana – Hari ke-4 pelaksanaan Operasi Keselamatan Mansinam 2025 di Kaimana, Provinsi Papua Barat masih berlangsung secara intens, Kamis (13/02/2025). Operasi Keselamatan kali ini bukan hanya berfokus pada pelanggaran dan tata tertib berlalu lintas kepada masyarakat tapi juga kepada anggota Polri Polres Kaimana. Kapolres Kaimana, AKBP Gadug Kurniawan dihubungi melalui Kasat Lantas Polres […]

    Bagikan
  • Kejari Kota Madiun Gelar Pasar Murah, Sediakan 1.500 Paket Sembako Terjangkau

    Kejari Kota Madiun Gelar Pasar Murah, Sediakan 1.500 Paket Sembako Terjangkau

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka bakti sosial memperingati Hari Lahir Kejaksaan RI ke-80 sekaligus HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Kejaksaan Negeri Kota Madiun menggelar pasar murah di halaman kantor Kejari, Rabu (20/08/2025). Kepala Kejaksaan Negeri Kota Madiun, Dede Sutisna, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. […]

    Bagikan
expand_less