Berita Terkini
Trending Tags

Menyusuri Jalur Moksa Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu, Rute Klasik yang Kian Diminati Saat Bulan Suro

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 388
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gerbang Pendakian Lawu melalui Jalur klasik Singolangu.

Sinergia | Magetan – Menjelang datangnya bulan Muharram atau yang lebih dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, suasana sakral di kawasan Gunung Lawu mulai terasa semakin kuat. Gunung yang menjulang setinggi 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah itu tidak hanya menjadi tujuan favorit para pendaki, tetapi juga dikenal sebagai kawasan yang sarat nilai sejarah, spiritualitas, dan legenda.

Salah satu kisah yang paling melekat adalah perjalanan moksa Prabu Brawijaya V, raja terakhir Kerajaan Majapahit, yang diyakini menempuh perjalanan menuju puncak Gunung Lawu sebelum menghilang secara spiritual. Jejak kisah tersebut hingga kini masih dipercaya masyarakat dan dikaitkan dengan Jalur Klasik Singolangu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Di antara lima jalur pendakian resmi menuju puncak Lawu, Singolangu dikenal sebagai jalur tertua yang masih bertahan hingga saat ini. Jalur sepanjang sekitar 8,2 kilometer tersebut memiliki karakter berbeda dibandingkan jalur pendakian lainnya karena menyimpan sejumlah situs yang dipercaya berkaitan dengan perjalanan spiritual Prabu Brawijaya V.

Pengelola Jalur Pendakian Gunung Lawu via Singolangu, Dedi Renaldi, menjelaskan bahwa jalur tersebut telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan diyakini lebih dahulu ada dibandingkan jalur-jalur pendakian yang kini lebih populer.

Menurutnya, keberadaan jalur lama itu terungkap setelah dirinya bersama puluhan pegiat alam bebas menggali informasi dari para sesepuh Dusun Singolangu mengenai akses kuno menuju puncak Gunung Lawu.

“Awalnya kami hanya berkumpul dengan teman-teman yang memang hobi mendaki gunung. Dari obrolan dengan para sesepuh, kami mendapat informasi bahwa sebelum jalur Cemoro Sewu dibuka, sebenarnya sudah ada jalur lama menuju puncak Lawu, yakni melalui Singolangu,” kata Dedi.

Image Not Found
Gerbang Pendakian Lawu melalui Jalur klasik Singolangu.

Berbekal informasi tersebut, komunitas pendaki kemudian melakukan penelusuran dan membuka kembali jalur yang sempat lama tertutup dan jarang digunakan. Jalur itu akhirnya resmi diaktifkan kembali pada 2019 dan diberi nama Jalur Klasik Singolangu.

Tidak hanya mengandalkan cerita tutur masyarakat, jalur ini juga menyimpan sejumlah titik yang dipercaya sebagai petilasan bersejarah. Beberapa lokasi yang masih dapat ditemukan antara lain Sendang Sanggar di area basecamp, Watu Lapak yang berbentuk menyerupai pelana kuda di jalur menuju Pos 2, serta Sendang Banyu Urip yang menjadi sumber mata air alami bagi para pendaki.

“Jalur ini menurut cerita sesepuh merupakan jalur pendakian Prabu Brawijaya V dalam perjalanan menuju puncak. Untuk petilasan masih banyak lagi sebenarnya, tetapi yang paling dikenal itu Watu Lapak, Sendang Banyu Urip, dan Sendang Sanggar,” ujarnya.

Selain memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat, jalur ini juga menawarkan pengalaman pendakian yang berbeda. Pendaki akan melintasi hutan pinus dan cemara yang masih terjaga kealamiannya, dengan suasana yang relatif lebih tenang dibandingkan jalur lain seperti Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, Candi Cetho, maupun Jogorogo.

Perjalanan dimulai dari basecamp di ketinggian sekitar 1.314 mdpl. Selanjutnya pendaki akan melewati Pos 1 Kerun-Kerun, Pos 2 Banyu Urip yang memiliki sumber air alami, Pos 3 Cemoro Lawang yang dipercaya sebagai tempat beristirahat Prabu Brawijaya V, hingga Pos 4 Sendang Drajat atau kawasan candi yang menyimpan sejumlah petilasan. Dari titik tersebut, pendaki melanjutkan perjalanan menuju puncak tertinggi Gunung Lawu, Hargo Dumilah.

Keunikan lainnya terdapat di kawasan Pos 4 yang dikenal sebagai Taman Edelweis. Pada musim tertentu, hamparan bunga edelweis tumbuh subur dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki yang melintasi jalur tersebut.

Image Not Found
Salah satu yang dipercaya sebagai petilasan bersejarah Prabu Brawijaya V dijalur klasik singolangu.

Memasuki bulan Suro, jumlah pengunjung yang datang melalui Jalur Klasik Singolangu biasanya mengalami peningkatan. Tidak sedikit peziarah maupun pelaku tirakat yang memilih jalur ini karena dianggap memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit dan perjalanan spiritual Prabu Brawijaya V.

“Bahkan di luar bulan Suro tetap ada yang datang untuk laku tirakat atau berziarah. Namun saat bulan Suro jumlahnya memang meningkat,” ungkap Dedi.

Meski memiliki nuansa spiritual yang kuat, pengelola tetap mengedepankan aspek keselamatan pendakian. Seluruh pendaki diwajibkan melakukan registrasi dan mengikuti pengarahan sebelum memasuki kawasan gunung. Pendaki pemula juga disarankan tidak melakukan pendakian seorang diri.

“Kalau baru pertama kali naik Gunung Lawu, sebaiknya jangan sendirian. Kami selalu memberikan briefing terlebih dahulu agar pendaki memahami karakter jalur dan menjaga keselamatan selama pendakian,” pungkasnya.

Dengan perpaduan antara panorama alam yang masih alami, jejak sejarah Majapahit, serta tradisi spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat, Jalur Klasik Singolangu menjadi salah satu wajah lain Gunung Lawu yang semakin menarik perhatian, khususnya menjelang datangnya bulan Suro.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Penyalahgunaan Identitas, Kejaksaan Geledah Kantor Dispendukcapil Ponorogo

    Dugaan Penyalahgunaan Identitas, Kejaksaan Geledah Kantor Dispendukcapil Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo menggeledah kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo, Selasa (27/5/2025). Penggeledahan dilakukan setelah muncul dugaan penyalahgunaan data identitas untuk pengajuan kredit bank menggunakan KTP yang telah dimodifikasi tanpa sepengetahuan pemiliknya. Selama lebih dari dua jam, tim kejaksaan menyisir sejumlah ruangan di kantor Dispendukcapil yang berada di […]

    Bagikan
  • Bulog Madiun Distribusi 9.000 Liter MinyaKita di Pasar Besar Madiun, Pengawasan Kualitas dan Harga Diperketat

    Bulog Madiun Distribusi 9.000 Liter MinyaKita di Pasar Besar Madiun, Pengawasan Kualitas dan Harga Diperketat

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perum Bulog Kantor Cabang Madiun kembali menyalurkan sebanyak 9.000 liter MinyaKita atau sekitar 750 kardus di Pasar Besar Madiun (PBM), Kamis (2/7/2026). Penyaluran rutin tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan, menstabilkan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sekaligus memastikan kualitas minyak goreng yang beredar tetap aman bagi masyarakat. Kepala Perum […]

    Bagikan
  • Talud Sepanjang 20 Meter Ambrol Timpa Bangunan Kandang Ternak

    Talud Sepanjang 20 Meter Ambrol Timpa Bangunan Kandang Ternak

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur kawasan lereng Gunung Lawu kembali memicu bencana tanah longsor. Sebuah talud setinggi sekitar 4 meter dengan panjang 20 meter di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan ambruk pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Talud yang berada di bagian dapur rumah milik Sudarto, warga RT 29 RW […]

    Bagikan
  • Peningkatan Penumpang di Terminal Purboyo Madiun Saat Libur Sekolah dan Tahun Baru Islam

    Peningkatan Penumpang di Terminal Purboyo Madiun Saat Libur Sekolah dan Tahun Baru Islam

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Memasuki masa libur sekolah tahun ajaran 2024/2025 dan libur 1 Muharam 1447 Hijriah pada Jumat (27/06/2025), Terminal Tipe A Purboyo Kota Madiun mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang, khususnya pada Senin (30/06/2025). Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Purboyo, Ali Imron, mengungkapkan adanya perubahan pola perjalanan masyarakat. Biasanya, masyarakat kembali dari liburan […]

    Bagikan
  • DPRD Kabupaten Madiun Dorong Pemkab Madiun Segera Tangani 2 Jembatan Rusak Dampak Banjir Bandang

    DPRD Kabupaten Madiun Dorong Pemkab Madiun Segera Tangani 2 Jembatan Rusak Dampak Banjir Bandang

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Banjir Bandang sepekan terakhir sangat dirasakan dampaknya bagi masyarakat di Dusun Josaren Desa Sugihwaras Kecamatan Saradan dan di Dusun/Desa Ngale Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Pasalnya, jembatan di 2 desa tersebut rusak bahkan putus. Rusaknya infrastruktur yang selama ini dijadikan akses jalan warga tersebut tak luput dari perhatian Legislatif.  Wakil Ketua […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Siapkan Rotasi Pejabat Jelang Hari Jadi ke-457, Puluhan Kursi Strategis Masih Kosong

    Pemkab Madiun Siapkan Rotasi Pejabat Jelang Hari Jadi ke-457, Puluhan Kursi Strategis Masih Kosong

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun bersiap melakukan rotasi besar-besaran terhadap jajaran pejabat struktural di lingkup pemerintahan. Agenda tersebut direncanakan berlangsung bertepatan atau tak lama setelah peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-457 yang jatuh pada 18 Juli 2025. Informasi tersebut dihimpun dari sumber internal Pemkab Madiun dan dikonfirmasi langsung oleh Bupati Madiun, Hari […]

    Bagikan
expand_less