Berita Terkini
Trending Tags

Menyusuri Jalur Moksa Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu, Rute Klasik yang Kian Diminati Saat Bulan Suro

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 50
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gerbang Pendakian Lawu melalui Jalur klasik Singolangu.

Sinergia | Magetan – Menjelang datangnya bulan Muharram atau yang lebih dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, suasana sakral di kawasan Gunung Lawu mulai terasa semakin kuat. Gunung yang menjulang setinggi 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah itu tidak hanya menjadi tujuan favorit para pendaki, tetapi juga dikenal sebagai kawasan yang sarat nilai sejarah, spiritualitas, dan legenda.

Salah satu kisah yang paling melekat adalah perjalanan moksa Prabu Brawijaya V, raja terakhir Kerajaan Majapahit, yang diyakini menempuh perjalanan menuju puncak Gunung Lawu sebelum menghilang secara spiritual. Jejak kisah tersebut hingga kini masih dipercaya masyarakat dan dikaitkan dengan Jalur Klasik Singolangu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Di antara lima jalur pendakian resmi menuju puncak Lawu, Singolangu dikenal sebagai jalur tertua yang masih bertahan hingga saat ini. Jalur sepanjang sekitar 8,2 kilometer tersebut memiliki karakter berbeda dibandingkan jalur pendakian lainnya karena menyimpan sejumlah situs yang dipercaya berkaitan dengan perjalanan spiritual Prabu Brawijaya V.

Pengelola Jalur Pendakian Gunung Lawu via Singolangu, Dedi Renaldi, menjelaskan bahwa jalur tersebut telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan diyakini lebih dahulu ada dibandingkan jalur-jalur pendakian yang kini lebih populer.

Menurutnya, keberadaan jalur lama itu terungkap setelah dirinya bersama puluhan pegiat alam bebas menggali informasi dari para sesepuh Dusun Singolangu mengenai akses kuno menuju puncak Gunung Lawu.

“Awalnya kami hanya berkumpul dengan teman-teman yang memang hobi mendaki gunung. Dari obrolan dengan para sesepuh, kami mendapat informasi bahwa sebelum jalur Cemoro Sewu dibuka, sebenarnya sudah ada jalur lama menuju puncak Lawu, yakni melalui Singolangu,” kata Dedi.

Image Not Found
Gerbang Pendakian Lawu melalui Jalur klasik Singolangu.

Berbekal informasi tersebut, komunitas pendaki kemudian melakukan penelusuran dan membuka kembali jalur yang sempat lama tertutup dan jarang digunakan. Jalur itu akhirnya resmi diaktifkan kembali pada 2019 dan diberi nama Jalur Klasik Singolangu.

Tidak hanya mengandalkan cerita tutur masyarakat, jalur ini juga menyimpan sejumlah titik yang dipercaya sebagai petilasan bersejarah. Beberapa lokasi yang masih dapat ditemukan antara lain Sendang Sanggar di area basecamp, Watu Lapak yang berbentuk menyerupai pelana kuda di jalur menuju Pos 2, serta Sendang Banyu Urip yang menjadi sumber mata air alami bagi para pendaki.

“Jalur ini menurut cerita sesepuh merupakan jalur pendakian Prabu Brawijaya V dalam perjalanan menuju puncak. Untuk petilasan masih banyak lagi sebenarnya, tetapi yang paling dikenal itu Watu Lapak, Sendang Banyu Urip, dan Sendang Sanggar,” ujarnya.

Selain memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat, jalur ini juga menawarkan pengalaman pendakian yang berbeda. Pendaki akan melintasi hutan pinus dan cemara yang masih terjaga kealamiannya, dengan suasana yang relatif lebih tenang dibandingkan jalur lain seperti Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, Candi Cetho, maupun Jogorogo.

Perjalanan dimulai dari basecamp di ketinggian sekitar 1.314 mdpl. Selanjutnya pendaki akan melewati Pos 1 Kerun-Kerun, Pos 2 Banyu Urip yang memiliki sumber air alami, Pos 3 Cemoro Lawang yang dipercaya sebagai tempat beristirahat Prabu Brawijaya V, hingga Pos 4 Sendang Drajat atau kawasan candi yang menyimpan sejumlah petilasan. Dari titik tersebut, pendaki melanjutkan perjalanan menuju puncak tertinggi Gunung Lawu, Hargo Dumilah.

Keunikan lainnya terdapat di kawasan Pos 4 yang dikenal sebagai Taman Edelweis. Pada musim tertentu, hamparan bunga edelweis tumbuh subur dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki yang melintasi jalur tersebut.

Image Not Found
Salah satu yang dipercaya sebagai petilasan bersejarah Prabu Brawijaya V dijalur klasik singolangu.

Memasuki bulan Suro, jumlah pengunjung yang datang melalui Jalur Klasik Singolangu biasanya mengalami peningkatan. Tidak sedikit peziarah maupun pelaku tirakat yang memilih jalur ini karena dianggap memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit dan perjalanan spiritual Prabu Brawijaya V.

“Bahkan di luar bulan Suro tetap ada yang datang untuk laku tirakat atau berziarah. Namun saat bulan Suro jumlahnya memang meningkat,” ungkap Dedi.

Meski memiliki nuansa spiritual yang kuat, pengelola tetap mengedepankan aspek keselamatan pendakian. Seluruh pendaki diwajibkan melakukan registrasi dan mengikuti pengarahan sebelum memasuki kawasan gunung. Pendaki pemula juga disarankan tidak melakukan pendakian seorang diri.

“Kalau baru pertama kali naik Gunung Lawu, sebaiknya jangan sendirian. Kami selalu memberikan briefing terlebih dahulu agar pendaki memahami karakter jalur dan menjaga keselamatan selama pendakian,” pungkasnya.

Dengan perpaduan antara panorama alam yang masih alami, jejak sejarah Majapahit, serta tradisi spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat, Jalur Klasik Singolangu menjadi salah satu wajah lain Gunung Lawu yang semakin menarik perhatian, khususnya menjelang datangnya bulan Suro.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disetujui DPRD, Pemkab Ponorogo Akan Pinjam Rp. 100 Miliar ke Bank Jatim untuk Perbaikan Jalan

    Disetujui DPRD, Pemkab Ponorogo Akan Pinjam Rp. 100 Miliar ke Bank Jatim untuk Perbaikan Jalan

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – DPRD Ponorogo menyetujui usulan Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk meminjam dana sebesar Rp. 100 miliar ke Bank Jatim. Pinjaman ini akan digunakan untuk pembiayaan perbaikan infrastruktur, khususnya jalan-jalan rusak yang tersebar di sejumlah wilayah. Persetujuan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap Raperda Perubahan APBD (P-APBD) tahun 2025, yang digelar […]

    Bagikan
  • 3 Unit Rumah di Perkara Penyalahgunaan PSU Segel Kejaksaan

    3 Unit Rumah di Perkara Penyalahgunaan PSU Segel Kejaksaan

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun mengambil langkah tegas dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) prasarana, sarana, utilitas umum (PSU) perumahan puri asri lestari. Rabu (22/1/2025) Korps Adyaksa melakukan penyegelan 3 unit rumah di perumahan yang berada di Jalan Pilang Amd Kelurahan Kanigoro Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun. Penyitaan objek itu […]

    Bagikan
  • Waspada, Magetan Diterjang Tujuh Bencana Akibat Hujan Deras

    Waspada, Magetan Diterjang Tujuh Bencana Akibat Hujan Deras

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan sepanjang Senin (10/11/2025) memicu rentetan bencana alam di berbagai kecamatan. Dalam kurun waktu kurang dari sehari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat sedikitnya tujuh peristiwa, mulai dari tanah longsor, banjir luapan, hingga rumah warga yang roboh. Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun […]

    Bagikan
  • Wakil Kepala BP Taskin Cek Wilayah Sooko, Pulung, dan Pudak untuk Program MBG

    Wakil Kepala BP Taskin Cek Wilayah Sooko, Pulung, dan Pudak untuk Program MBG

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Republik Indonesia, Nanik S. Deyang, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ponorogo pada Sabtu (03/05/2025). Kunjungan ini untuk meninjau calon lokasi pelaksanaan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Dalam kunjungannya, Nanik disambut langsung […]

    Bagikan
  • Minyak Goreng Mahal dan Langka, Pelaku UMKM Ngawi Terpaksa Menaikkan Harga

    Minyak Goreng Mahal dan Langka, Pelaku UMKM Ngawi Terpaksa Menaikkan Harga

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Lonjakan harga minyak goreng yang diiringi kelangkaan pasokan di pasaran memberikan tekanan serius bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Untuk menjaga keberlangsungan usaha, para pelaku UMKM akhirnya menyesuaikan harga jual produk, meski konsekuensinya berisiko ditinggalkan pelanggan. Kondisi ini terlihat di sentra keripik tempe Desa […]

    Bagikan
  • Ritual Jamasan Pusaka Tumpak Landep, Tradisi Sakral di Ponorogo

    Ritual Jamasan Pusaka Tumpak Landep, Tradisi Sakral di Ponorogo

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ritual sakral Jamasan Pusaka Tumpak Landep kembali digelar di Kabupaten Ponorogo. Tahun ini, prosesi penuh makna tersebut berlangsung di Griya Duwung, Desa Beton, Kecamatan Siman, pada Jumat (21/2/2025) hingga Sabtu (22/2/2025). Rangkaian ritual dimulai pada hari Jum’at dengan doa bersama, dilanjutkan dengan selamatan dan macapat pada malam harinya. Puncak prosesi […]

    Bagikan
expand_less