Berita Terkini
Trending Tags

Menyusuri Jalur Moksa Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu, Rute Klasik yang Kian Diminati Saat Bulan Suro

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 260
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gerbang Pendakian Lawu melalui Jalur klasik Singolangu.

Sinergia | Magetan – Menjelang datangnya bulan Muharram atau yang lebih dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, suasana sakral di kawasan Gunung Lawu mulai terasa semakin kuat. Gunung yang menjulang setinggi 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah itu tidak hanya menjadi tujuan favorit para pendaki, tetapi juga dikenal sebagai kawasan yang sarat nilai sejarah, spiritualitas, dan legenda.

Salah satu kisah yang paling melekat adalah perjalanan moksa Prabu Brawijaya V, raja terakhir Kerajaan Majapahit, yang diyakini menempuh perjalanan menuju puncak Gunung Lawu sebelum menghilang secara spiritual. Jejak kisah tersebut hingga kini masih dipercaya masyarakat dan dikaitkan dengan Jalur Klasik Singolangu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Di antara lima jalur pendakian resmi menuju puncak Lawu, Singolangu dikenal sebagai jalur tertua yang masih bertahan hingga saat ini. Jalur sepanjang sekitar 8,2 kilometer tersebut memiliki karakter berbeda dibandingkan jalur pendakian lainnya karena menyimpan sejumlah situs yang dipercaya berkaitan dengan perjalanan spiritual Prabu Brawijaya V.

Pengelola Jalur Pendakian Gunung Lawu via Singolangu, Dedi Renaldi, menjelaskan bahwa jalur tersebut telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan diyakini lebih dahulu ada dibandingkan jalur-jalur pendakian yang kini lebih populer.

Menurutnya, keberadaan jalur lama itu terungkap setelah dirinya bersama puluhan pegiat alam bebas menggali informasi dari para sesepuh Dusun Singolangu mengenai akses kuno menuju puncak Gunung Lawu.

“Awalnya kami hanya berkumpul dengan teman-teman yang memang hobi mendaki gunung. Dari obrolan dengan para sesepuh, kami mendapat informasi bahwa sebelum jalur Cemoro Sewu dibuka, sebenarnya sudah ada jalur lama menuju puncak Lawu, yakni melalui Singolangu,” kata Dedi.

Image Not Found
Gerbang Pendakian Lawu melalui Jalur klasik Singolangu.

Berbekal informasi tersebut, komunitas pendaki kemudian melakukan penelusuran dan membuka kembali jalur yang sempat lama tertutup dan jarang digunakan. Jalur itu akhirnya resmi diaktifkan kembali pada 2019 dan diberi nama Jalur Klasik Singolangu.

Tidak hanya mengandalkan cerita tutur masyarakat, jalur ini juga menyimpan sejumlah titik yang dipercaya sebagai petilasan bersejarah. Beberapa lokasi yang masih dapat ditemukan antara lain Sendang Sanggar di area basecamp, Watu Lapak yang berbentuk menyerupai pelana kuda di jalur menuju Pos 2, serta Sendang Banyu Urip yang menjadi sumber mata air alami bagi para pendaki.

“Jalur ini menurut cerita sesepuh merupakan jalur pendakian Prabu Brawijaya V dalam perjalanan menuju puncak. Untuk petilasan masih banyak lagi sebenarnya, tetapi yang paling dikenal itu Watu Lapak, Sendang Banyu Urip, dan Sendang Sanggar,” ujarnya.

Selain memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat, jalur ini juga menawarkan pengalaman pendakian yang berbeda. Pendaki akan melintasi hutan pinus dan cemara yang masih terjaga kealamiannya, dengan suasana yang relatif lebih tenang dibandingkan jalur lain seperti Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, Candi Cetho, maupun Jogorogo.

Perjalanan dimulai dari basecamp di ketinggian sekitar 1.314 mdpl. Selanjutnya pendaki akan melewati Pos 1 Kerun-Kerun, Pos 2 Banyu Urip yang memiliki sumber air alami, Pos 3 Cemoro Lawang yang dipercaya sebagai tempat beristirahat Prabu Brawijaya V, hingga Pos 4 Sendang Drajat atau kawasan candi yang menyimpan sejumlah petilasan. Dari titik tersebut, pendaki melanjutkan perjalanan menuju puncak tertinggi Gunung Lawu, Hargo Dumilah.

Keunikan lainnya terdapat di kawasan Pos 4 yang dikenal sebagai Taman Edelweis. Pada musim tertentu, hamparan bunga edelweis tumbuh subur dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki yang melintasi jalur tersebut.

Image Not Found
Salah satu yang dipercaya sebagai petilasan bersejarah Prabu Brawijaya V dijalur klasik singolangu.

Memasuki bulan Suro, jumlah pengunjung yang datang melalui Jalur Klasik Singolangu biasanya mengalami peningkatan. Tidak sedikit peziarah maupun pelaku tirakat yang memilih jalur ini karena dianggap memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit dan perjalanan spiritual Prabu Brawijaya V.

“Bahkan di luar bulan Suro tetap ada yang datang untuk laku tirakat atau berziarah. Namun saat bulan Suro jumlahnya memang meningkat,” ungkap Dedi.

Meski memiliki nuansa spiritual yang kuat, pengelola tetap mengedepankan aspek keselamatan pendakian. Seluruh pendaki diwajibkan melakukan registrasi dan mengikuti pengarahan sebelum memasuki kawasan gunung. Pendaki pemula juga disarankan tidak melakukan pendakian seorang diri.

“Kalau baru pertama kali naik Gunung Lawu, sebaiknya jangan sendirian. Kami selalu memberikan briefing terlebih dahulu agar pendaki memahami karakter jalur dan menjaga keselamatan selama pendakian,” pungkasnya.

Dengan perpaduan antara panorama alam yang masih alami, jejak sejarah Majapahit, serta tradisi spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat, Jalur Klasik Singolangu menjadi salah satu wajah lain Gunung Lawu yang semakin menarik perhatian, khususnya menjelang datangnya bulan Suro.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesigapan Personil TNI Korem 081/DSJ Membantu Para Pemudik

    Kesigapan Personil TNI Korem 081/DSJ Membantu Para Pemudik

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Korem 081/DSJ mengerahkan personelnya untuk mengamankan arus mudik lebaran tahun ini, salah satunya di kawasan Stasiun Madiun. Tak hanya fokus melaksanakan tugas pengamanan, para prajurit TNI itu juga terlihat sering membantu para pemudik yang kesulitan membawa barang bawaannya. Seperti terlihat pada Minggu (30/03/2025), ratusan penumpang turun di Stasiun Madiun. Personil […]

    Bagikan
  • Harga Ayam Potong di Pasar Legi Ponorogo Naik Hingga Rp. 37 Ribu

    Harga Ayam Potong di Pasar Legi Ponorogo Naik Hingga Rp. 37 Ribu

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Harga ayam potong di Pasar Legi Ponorogo kembali merangkak naik. Pada Jumat (12/09/2025), harga tercatat mencapai Rp. 37 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya harga hanya berkisar Rp.30 ribu per kilogram. Srikatin, salah seorang pembeli sekaligus penjual nasi goreng, mengaku tetap membeli meski harga naik signifikan. Ia memilih pasrah karena kebutuhan dagangan […]

    Bagikan
  • Tiket Kereta Lebaran 2026 Mulai Padat, Simak Penjelasan KAI

    Tiket Kereta Lebaran 2026 Mulai Padat, Simak Penjelasan KAI

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat lonjakan signifikan penjualan tiket jelang Angkutan Lebaran 2026. Meski demikian, KAI memastikan tiket kereta api reguler masih tersedia di sejumlah jadwal dan menghimbau masyarakat agar fleksibel memilih tanggal keberangkatan. Hingga Senin (9/2/2026), pemesanan tiket telah dibuka untuk perjalanan sampai H+4 Lebaran […]

    Bagikan
  • Menilik Petirtaan Dewi Sri Simbatan, Jejak Peradaban Mataram Kuno yang Masih Lestari

    Menilik Petirtaan Dewi Sri Simbatan, Jejak Peradaban Mataram Kuno yang Masih Lestari

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di tengah hamparan persawahan Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, berdiri sebuah situs kuno yang hingga kini masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Petirtaan Dewi Sri bukan sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga pusat tradisi budaya yang terus diwariskan lintas generasi melalui ritual Bersih Desa dan Tari Ikan Kutuk. Situs yang kerap […]

    Bagikan
  • Periksa 2 Orang Terkait Benda Mencurigakan, Kapolres Madiun : Isi Kardus Itu Petasan

    Periksa 2 Orang Terkait Benda Mencurigakan, Kapolres Madiun : Isi Kardus Itu Petasan

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Jajaran Polres Madiun bersama tim Gegana Satbrimob Polda Jatim melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang yang berkaitan dengan benda mencurigakan diduga berisi bahan peledak menyerupai bom. Diketahui, benda mencurigakan itu ditemukan di sekitar Exit Tol Dumpil Kecamatan/Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Rabu (29/1/2025) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Tim Gegana […]

    Bagikan
  • Kantor PNM Mekaar di Madiun Dibobol Maling, 14 Ponsel dan Uang Tunai Raib, Polisi Amankan Rekaman CCTV

    Kantor PNM Mekaar di Madiun Dibobol Maling, 14 Ponsel dan Uang Tunai Raib, Polisi Amankan Rekaman CCTV

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kantor unit PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar di Desa Tiron, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dibobol pencuri saat kantor dalam kondisi kosong selama libur Lebaran, Sabtu (28/3/2026). Aksi pencurian itu baru diketahui sekitar pukul 17.20 WIB, ketika seorang karyawan yang mendapat jadwal piket datang untuk mengecek kondisi kantor. Saat […]

    Bagikan
expand_less