
Sinergia | Kab. Magetan – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur wilayah Kecamatan Kawedanan pada Minggu (15/06/2025) sore mengakibatkan talud sayap Jembatan Selorejo di Dukuh Ponggok, Desa Selorejo, longsor. Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan menyebabkan kerusakan cukup signifikan.
Kepala Seksi Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan, Eka Wahyudi, menyampaikan bahwa longsor mengakibatkan talud setinggi sekitar 6 meter dan sepanjang 12 meter runtuh ke dasar aliran. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun dampaknya jembatan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat bertonase berat untuk sementara waktu.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah melakukan pemasangan terpal untuk mencegah longsor susulan dan memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi jembatan,” jelas Eka pada Senin (16/06/2025).
Saat ini, akses di sekitar jembatan hanya aman dilalui oleh kendaraan ringan dan sepeda motor dengan kehati-hatian tinggi. Kejadian berawal saat hujan mengguyur kawasan sejak pukul 17.30 WIB. Sekitar setengah jam kemudian, longsor terjadi di sisi talud jembatan yang diduga akibat kondisi tanah yang jenuh air dan minimnya penahan struktur.
Mendapati laporan dari warga, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Magetan segera bergerak ke lokasi bersama tim TRC-PB untuk melakukan kaji cepat. Selain pemasangan terpal dan rambu, pihak BPBD juga telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk penanganan lanjutan.
BPBD Kabupaten Magetan akan berkoordinasi dengan Tim Teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk penanganan rekonstruksi talud yang longsor. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan longsor.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan tanda-tanda potensi longsor seperti retakan tanah, pohon atau tiang yang mulai miring, suara gemuruh dari lereng, atau air keruh yang keluar dari celah tanah,” ujar Eka.
Masyarakat juga diminta untuk menghindari aktivitas di lereng saat dan pasca hujan lebat, tidak melewati area yang telah dipasangi terpal atau barikade, menyiapkan tas darurat berisi dokumen penting, obat, makanan ringan, dan air, serta selalu memantau informasi resmi dari BPBD dan BMKG.
“Kewaspadaan dan kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam menghadapi bencana alam seperti ini. Mari kita jaga keselamatan bersama,” pungkas Eka.
Kusnanto – Sinergia