Terkuak ! Pembunuhan Ibu dan Anak di 2 TKP Berbeda, Polisi Dalami Motifnya
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 52 menit yang lalu
- visibility 38
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Polisi terus mengungkap rangkaian dugaan pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun uang kini masih menjadi teka teki. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur bersama Satreskrim Polres Madiun Kota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di tiga lokasi berbeda untuk menelusuri praktik pembunuhan sekaligus mengungkap motif di balik kematian ibu dan anak tersebut.
Olah TKP dilakukan pada Senin (26/10/2026), meliputi sebuah Hotel Di Kota Madiun, rumah di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo, serta rumah yang ditempati terduga pelaku Dwi Bagus Martono di Jalan Kunir Nomor 13, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Pemeriksaan di Jalan Kunir dipimpin Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Agus Riyadi. Sementara itu, Dwi Bagus yang merupakan suami siri korban telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim untuk pendalaman lebih lanjut.

Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama Wida Prastianto mengatakan, penyelidikan bermula dari laporan kehilangan Dini dan anaknya pada 5 Oktober 2026. Laporan tersebut disampaikan oleh Khanza, adik korban, serta Dwi Bagus.
“Dari laporan tersebut, tim opsnal Polres Madiun Kota melaksanakan penyelidikan, kemudian menelusuri dari TKP awal sampai ke titik-titik lokasi. Dari hasil penyelidikan, ada indikasi terkait dengan terduga pelaku,” kata AKBP Rizki.
Menurut Kapolres, penyelidikan kini dilakukan bersama jajaran Polda Jatim untuk mengungkap peristiwa tersebut secara menyeluruh.

“Iya, untuk perkara ini kita melaksanakan joint investigation bersama-sama dengan tim Polda,” ujarnya.
Selain menelusuri keterkaitan ketiga lokasi, polisi juga mendalami dugaan praktik pembunuhan yang disebut melibatkan mutilasi dan pembakaran jasad korban.
Kapolres Madiun Kota membenarkan adanya sejumlah alat yang berkaitan dengan perkara tersebut. Namun, polisi belum membeberkan secara terperinci alat yang digunakan maupun kronologi lengkap kejadian karena masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan pengumpulan barang bukti.
Ia menjelaskan, kedua korban ditemukan berkaitan dengan dua lokasi berbeda. Karena itu, penyidik masih berupaya menyusun keterkaitan antara tempat kejadian, barang bukti, dan dugaan tindakan yang dilakukan pelaku. hal ini berkat petunjuk rekaman kamera CCTV dari hotel yang sempat disinggahi oleh pelaku dan korban.
“Untuk penggunaan alatnya memang ada beberapa. Ini ada dua korban, yaitu ibu dan anaknya, di dua lokasi yang berbeda. Saat ini masih dilakukan pengembangan, pendalaman, dan olah TKP untuk merangkai satu kejadian secara utuh,” jelasnya.

Hingga Senin (26/10/2026), polisi belum mengungkap motif di balik dugaan pembunuhan terhadap Dini dan anaknya. Penyidik masih mendalami keterangan terduga pelaku serta mengumpulkan bukti dari sejumlah lokasi.
Polisi meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan karena polisi masih harus memastikan rangkaian peristiwa berdasarkan bukti yang diperoleh.
“Untuk motif saat ini masih digali. Jadi, mohon waktu. Saat ini masih pengembangan,” tegasnya.
Polisi berharap hasil olah TKP dan pemeriksaan barang bukti dapat membantu mengungkap secara jelas bagaimana peristiwa tersebut terjadi, dugaan praktik yang dilakukan, serta motif di balik kematian ibu dan anak itu. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krz/Diez





