Berita Terkini
Trending Tags

Tingkatkan Kewaspadaan, Pemkab Madiun Bahas Ancaman Bencana Hidrometeorologi

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 63
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Kabupaten Madiun menggelar rapat koordinasi Forum Pengurangan Resiko Bencana bersama stakeholder, Foto: Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun bersiap menghadapi peningkatan risiko bencana hidrometeorologi seiring peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Kesiapsiagaan ini dibahas dalam rapat koordinasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada Senin, (1/12/2025).

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan agenda FPRB ketiga pada tahun ini. Fokus pembahasan diarahkan pada potensi banjir dan tanah longsor yang merupakan dua jenis bencana hidrometeorologi paling sering terjadi di wilayah Kabupaten Madiun.

Menurut Boby, wilayah rawan longsor sudah dipetakan, terutama pada kawasan dataran tinggi seperti Kecamatan Kare, Saradan, Gemarang, dan Dagangan. 

“Beberapa langkah preventif juga telah dilakukan, contohnya penanganan cepat terhadap pergerakan tanah di Mendak belum lama ini, yang ditangani bersama tim ahli dari ITS, ESDM, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.” ucap Boby.

Untuk ancaman banjir, BPBD memetakan empat zona rawan yang bersumber dari dua gunung besar di Kabupaten Madiun yakni Gunung Wilis dan Gunung Pandan. 

“Aliran air dari Gunung Wilis umumnya memperbesar risiko banjir di wilayah Kecamatan Kare bagian atas, kemudian mengalir ke Kecamatan Wungu, Kecamatan Madiun, hingga Wonoasri.” tambahnya.

Sementara itu, dampak luapan air dari Gunung Pandan diperkirakan mengarah ke Kecamatan Pilangkenceng dan bermuara di Kecamatan Balerejo.

Boby menekankan bahwa mitigasi tidak bisa hanya mengandalkan penanganan teknis pemerintah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, terutama di kawasan dataran tinggi yang rentan mengalami kerusakan lahan.

“Kami mendorong penanaman pohon secara lebih masif. Idealnya satu pohon setiap 10 meter persegi di kawasan dataran tinggi. Ini penting untuk memperkuat struktur tanah dan mengurangi potensi longsor,” ungkapnya.

Rakor ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Madiun memastikan kesiapan seluruh pihak menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada Desember hingga awal tahun 2026. (Tov/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Perkuat Kompetensi SDM Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api

    Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Perkuat Kompetensi SDM Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun berkomitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai garda terdepan keselamatan perjalanan kereta api. Hal itu sebagai bentuk persiapan menjelang masa Angkutan Lebaran 2026.  Seperti dalam Diklat Refreshing Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) Manual Tingkat Muda dengan Penggerak Non Listrik Angkatan […]

    Bagikan
  • Ramai Wisatawan Tahun Baru di Kota Madiun, Dishub Ingatkan Jangan Ada Getok Tarif Parkir

    Ramai Wisatawan Tahun Baru di Kota Madiun, Dishub Ingatkan Jangan Ada Getok Tarif Parkir

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kepadatan lalu lintas diprediksi akan meningkat di wilayah Kota Madiun dalam momen pergantian tahun baru 2026. Jalan Pahlawan akan ditutup untuk kegiatan Car Free Night (CFN) bagi masyarakat. Berbagai hiburan menarik akan disuguhkan Pemerintah Kota Madiun untuk menghibur para wisatawan yang hadir di Pahlawan Street Center (PSC) maupun Alun-Alun Kota […]

    Bagikan
  • Kapolres Magetan Pimpin Panen Raya Jagung Serentak, Tegaskan Dukungan terhadap Swasembada Pangan 2026

    Kapolres Magetan Pimpin Panen Raya Jagung Serentak, Tegaskan Dukungan terhadap Swasembada Pangan 2026

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SInergia | Magetan – Upaya memperkuat ketahanan pangan digencarkan Polres Magetan. Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa memimpin kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar di lahan pertanian Desa Ngunut, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Agenda nasional ini merupakan bagian dari program percepatan swasembada pangan 2026. Pelaksanaan panen digelar serentak di […]

    Bagikan
  • DJKA dan KAI Daop 7 Lakukan Ramp Check Jelang Angkutan Nataru 2025/2026

    DJKA dan KAI Daop 7 Lakukan Ramp Check Jelang Angkutan Nataru 2025/2026

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tim dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya melakukan pemeriksaan keselamatan atau ramp check di wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun. Pemeriksaan tersebut merujuk pada aturan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 48 Tahun 2015 mengenai standar pelayanan minimum angkutan […]

    Bagikan
  • Perbuatan Haram Paman “Kumbang” Dilakukan Dua Kali Pada Keponakan Umur 4 Tahun

    Perbuatan Haram Paman “Kumbang” Dilakukan Dua Kali Pada Keponakan Umur 4 Tahun

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Ngawi – Seorang paman nakal sebut saja Kumbang (62) tahun, warga Desa Pengkol, Kec Mantingan Ngawi harus mendekam di balik jeruji besi. Dengan bermodal permen ia tega berbuat tak senonoh pada keponakan sendiri yang masih berusia 4 tahun. Kelakuan paman Kumbang di ketahui saat orang tua korban mendapat keluhan dari korban yang […]

    Bagikan
  • Dampak PMK , Harga Ternak Sapi di Ngawi Anjlok

    Dampak PMK , Harga Ternak Sapi di Ngawi Anjlok

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 18
    • 0Komentar

    KAB. NGAWI – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali merebak di Kabupaten Ngawi. Dinas Perikanan Dan Peternakan Kabupaten Ngawi mencatat hingga akhir Desember 2024 terdapat 277 ternak sapi yang terjangkit PMK. Bahkan 13 diantaranya mati. Merebaknya kasus PMK berdampak pada harga ternak sapi. Hal itu sangat dikeluhkan para peternak lantaran harga sapi anjlok hingga […]

    Bagikan
expand_less