Titik Api Baru Muncul di Lereng Lawu Magetan, 8 Hektare Hutan Pinus Terbakar
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 53 menit yang lalu
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu kembali memunculkan titik api baru di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (16/9/2026). Sedikitnya delapan hektare kawasan hutan produksi di Petak 66 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, terdampak kobaran api.
Titik kebakaran diketahui sekitar pukul 11.30 WIB setelah kepulan asap terlihat dari kawasan hutan di Soge. Asap tersebut terpantau Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Getas Anyar yang kemudian melaporkannya kepada petugas kehutanan.

Mantri Hutan Lawu Selatan Bara Ariawan mengatakan, laporan tersebut segera diteruskan kepada KRPH Bedagung. Petugas Perhutani bersama personel gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.
“Kawasan yang terbakar merupakan hutan produksi. Luas baku Petak 66 sekitar 57 hektare, sedangkan yang terdampak kebakaran sekitar 8 hektare,” ujar Bara.
Vegetasi yang terbakar meliputi tanaman pinus, serasah, dan tumbuhan bawah yang berada di lantai hutan. Kondisi vegetasi kering membuat penanganan harus dilakukan secara cepat untuk mengantisipasi rambatan api ke kawasan lainnya.
Sebanyak 114 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Mereka berasal dari Perhutani, TNI-Polri, BPBD, unsur pemerintah, PGL, CDK, serta masyarakat sekitar.
Pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat gepyok. Petugas juga membuat ilaran atau sekat bakar untuk memutus jalur rambatan api dan membatasi area terdampak. Bara memastikan kobaran api di Petak 66 telah berhasil dikendalikan.
“Api sudah bisa dikendalikan dengan pembuatan ilaran dan padam,” katanya.
Meski api dinyatakan padam, petugas masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan mencegah munculnya titik api baru.
Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Petugas masih mengumpulkan informasi dan melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber awal munculnya api. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





