TPS3R Diperbanyak, Pemkab Madiun Tekan Ancaman Gunung Sampah di TPA Kaliabu
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Senin, 22 Des 2025
- visibility 42
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mempercepat pengurangan volume sampah rumah tangga yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliabu Kecamatan Mejayan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperluas pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tingkat desa.
Upaya tersebut ditandai dengan peresmian operasional TPS3R di Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, Senin (22/12/2025). Peresmian yang dilakukan oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, ini sekaligus peresmian TPS 3R di Kecamatan Jiwan.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan, keberadaan TPS3R menjadi instrumen penting untuk menekan laju sampah yang setiap hari menumpuk di TPA. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa lagi diselesaikan dengan pola kumpul-angkut-buang lantaran berisiko menimbulkan “gunung sampah” di lokasi pembuangan akhir.
“Ini bagian dari visi Bersih, Sehat, dan Sejahtera. Bersih tidak hanya tata kelola, tapi juga fisik lingkungan. TPS3R diharapkan mengubah pola pikir masyarakat, bahwa sampah bukan semata masalah, tapi juga punya nilai ekonomi,” ujar Hari Wuryanto.
Program TPS3R mengusung tiga prinsip utama, yakni reduce (mengurangi timbulan sampah), reuse (menggunakan kembali barang layak pakai), dan recycle (mendaur ulang). Melalui skema ini, sebagian besar sampah dipilah dan diolah di tingkat desa, sehingga tidak seluruhnya dibuang ke TPA.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun, Muhammad Zahrowi, menyebut saat ini terdapat 15 TPS3R yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk dua unit yang baru diresmikan. Setiap TPS3R diperkirakan mampu mengelola dan mengurangi sampah antara satu hingga satu setengah ton per hari.
“Produksi sampah Kabupaten Madiun saat ini hampir 296 ton per hari yang masuk ke TPA Kaliabu. Kalau TPS3R ini berjalan optimal, jelas akan sangat membantu menekan beban TPA,” kata Zahrowi.
Ia menambahkan, pemerintah daerah masih akan menambah TPS3R di wilayah-wilayah prioritas sebagai bagian dari target nasional pengelolaan sampah 100 persen pada 2029, sebagaimana tertuang dalam agenda Asta Cita pemerintah pusat.
Selain peresmian TPS3R, Pemkab Madiun juga menyerahkan berbagai sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sampah kepada desa dan kelurahan, bank sampah unit, pondok pesantren, serta sekolah berpredikat adiwiyata. Langkah ini diharapkan memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Bagi Pemkab Madiun, gotong royong menjadi kunci keberlanjutan program. Tanpa keterlibatan warga, TPS3R dinilai tidak akan efektif menahan laju sampah yang terus mengancam kapasitas TPA.
“Kalau kebersihan dikerjakan bersama, insyaallah lebih mudah dan berkelanjutan. Ini tanggung jawab kolektif,” kata Hari Wuryanto.
Dengan memperkuat TPS3R di tingkat desa, Pemkab Madiun berharap ancaman penumpukan sampah di TPA dapat ditekan, sekaligus mendorong lahirnya kesadaran baru bahwa pengelolaan sampah adalah bagian tak terpisahkan dari kualitas hidup masyarakat. (Tov/Krs).
- Penulis: Tova Pradana


