Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Warung Reyog Tua, Menjaga Rasa dan Budaya di dekat Sawah Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 44
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warung Reyog Tua memilih bertahan dengan nuansa tradisional Jawa, Foto : Ega Patria-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Di tengah maraknya warung dan kafe berkonsep modern ala Barat, sebuah warung sederhana di Desa Sawuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, justru tampil dengan wajah berbeda. Warung Reyog Tua memilih bertahan dengan nuansa tradisional Jawa yang kental, baik dari bangunan, koleksi budaya, hingga menu yang disajikan.

Warung yang berdiri tak jauh dari area persawahan ini hanya berjarak sekitar 10 menit dari pusat Kota Ponorogo. Bangunannya berupa rumah kayu khas Jawa, dipenuhi berbagai ornamen jadul yang menghadirkan suasana pedesaan dan nostalgia masa lalu.

Tak sekadar tempat makan, Warung Reyog Tua juga menjadi ruang edukasi budaya. Di dalamnya tersimpan 10 barongan reyog atau topeng harimau khas kesenian Reyog Ponorogo. Barongan-barongan tersebut memiliki usia yang berbeda, dengan koleksi tertua dibuat pada tahun 1921.

Pemilik Warung Reyog Tua, Dimar Yono (37), mengatakan konsep utama yang diusung adalah pelestarian budaya. Selain membuka warung makan dan kopi, pihaknya rutin mengadakan kegiatan edukasi untuk pelajar.

“Konsepnya memang budaya. Kami juga sering mengedukasi anak-anak sekolah. Dua sampai tiga bulan sekali ada kegiatan tabuhan reyog. Koleksi reyog kami dari tahun 1921 sampai 1980, sehingga bentuknya berbeda-beda,” ujar Dimar.

Image Not Found
Warung Reyog Tua juga menjadi ruang edukasi budaya dengan menghadirkan 10 barongan reyog atau topeng harimau khas kesenian Reyog Ponorogo. Foto : Ega Patria-Sinergia

Sejalan dengan konsep tersebut, menu yang disajikan pun merupakan kuliner jadul yang kini mulai jarang ditemui. Di antaranya nasi goreng tiwul hitam serta degan bakar yang dipadukan dengan rempah-rempah tradisional.Harga menu dibanderol terjangkau, mulai Rp15 ribu.

Lastri Widjayanti, salah seorang pengunjung, mengaku terkesan dengan cita rasa menu yang disajikan. “Saya pesan nasi goreng tiwul, ciri khas tiwulnya terasa banget. Ini pertama kali ke sini dan juga baru mencoba degan bakar, rasanya beda, enak, dan terasa segar di badan,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan pengunjung lain, Wuri Wulandari. Ia datang ke Warung Reyog Tua karena ingin berwisata kuliner sekaligus bernostalgia. “Pengen kulineran sambil wisata. Sempat viral di TikTok, jadi penasaran. Selain itu juga ingin nostalgia dengan makanan jadul,” katanya.

Dengan memadukan kuliner tradisional, suasana alam persawahan, serta koleksi budaya reyog yang bernilai sejarah, Warung Reyog Tua menjadi alternatif wisata kuliner sekaligus wisata budaya di Ponorogo.(ega). 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relokasi TPA Mrican ke Lahan Perhutani Sukun Ditargetkan Rampung 2026

    Relokasi TPA Mrican ke Lahan Perhutani Sukun Ditargetkan Rampung 2026

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Proses panjang relokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican ke lahan Perhutani di wilayah Sukun dipastikan segera rampung. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo menyebut, tahap akhir berupa kelengkapan persyaratan administrasi dan teknis kini hampir selesai. Plt. Kepala DLH Ponorogo, Jamus Kunto, mengatakan penyelesaian dokumen dan nilai anggaran ditargetkan tuntas pada Desember […]

    Bagikan
  • Pemkab Ponorogo Rumuskan Program “Kepo” untuk Kembangkan Ekosistem Wisata

    Pemkab Ponorogo Rumuskan Program “Kepo” untuk Kembangkan Ekosistem Wisata

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tengah menyiapkan terobosan baru untuk menumbuhkan ekosistem wisata. Program itu diberi nama Karisma Event Ponorogo atau disingkat Kepo. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan, melalui Kepo pihaknya ingin setiap desa mampu menghadirkan event wisata unggulan yang konsisten, kreatif, dan memiliki kekhasan lokal. Karena itu, ia telah meminta Dinas […]

    Bagikan
  • Dishub Kota Madiun Tertibkan Parkir di Sekitar Sunday Market Bantaran

    Dishub Kota Madiun Tertibkan Parkir di Sekitar Sunday Market Bantaran

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sunday market bantaran Kota Madiun menjadi salah satu jujugan bagi masyarakat untuk mengisi akhir pekan. Hal itu berdampak dari banyaknya kendaraan bagi roda 2 maupun roda 4 yang parkir tidak sesuai tempatnya. Seperti memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Ahmad Yani Kota Madiun. ‘’Sesuai UU 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan […]

    Bagikan
  • Ini Kata Wabup Magetan Suyatni Soal Janji Politik Rp 3 Juta per RT

    Ini Kata Wabup Magetan Suyatni Soal Janji Politik Rp 3 Juta per RT

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ratusan mahasiswa dari BEM STAIM Ma’arif dan PMII Magetan yang menggelar aksis di depan Gedung DPRD Kabupaten Magetan menuntut realisasi program bantuan Rp 3 juta per RT. Itu menjadi janji kampanye Bupati Nanik dan Wakil Bupati Suyatni. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan lain, mulai dari kebijakan pembangunan infrastruktur, transparansi penggunaan […]

    Bagikan
  • HUT PGRI ke-80 di Magetan, Bupati Ajak Guru Berinovasi dan Perkuat Sinergi Pendidikan

    HUT PGRI ke-80 di Magetan, Bupati Ajak Guru Berinovasi dan Perkuat Sinergi Pendidikan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Apel akbar dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Magetan digelar dengan penuh khidmat. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pendidik atas dedikasinya dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa. Sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, PGRI, […]

    Bagikan
  • Usai dilantik, Ini Target dari DPD PKS Kota Madiun

    Usai dilantik, Ini Target dari DPD PKS Kota Madiun

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kepengurusan Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPTD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Madiun resmi terbentuk dalam Musyawarah Daerah (Musda) Sabtu (6/7/2025). Hasta Hadiwiguna resmi diangkat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) DPD PKS Kota Madiun untuk masa bakti 2025/20230. Sementara, posisi Sekretaris DPD diemban oleh Edo Rahadi Permana dan Bendahara dipegang […]

    Bagikan
expand_less