
Sinergia | Ponorogo – Di tengah maraknya warung dan kafe berkonsep modern ala Barat, sebuah warung sederhana di Desa Sawuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, justru tampil dengan wajah berbeda. Warung Reyog Tua memilih bertahan dengan nuansa tradisional Jawa yang kental, baik dari bangunan, koleksi budaya, hingga menu yang disajikan.
Warung yang berdiri tak jauh dari area persawahan ini hanya berjarak sekitar 10 menit dari pusat Kota Ponorogo. Bangunannya berupa rumah kayu khas Jawa, dipenuhi berbagai ornamen jadul yang menghadirkan suasana pedesaan dan nostalgia masa lalu.
Tak sekadar tempat makan, Warung Reyog Tua juga menjadi ruang edukasi budaya. Di dalamnya tersimpan 10 barongan reyog atau topeng harimau khas kesenian Reyog Ponorogo. Barongan-barongan tersebut memiliki usia yang berbeda, dengan koleksi tertua dibuat pada tahun 1921.
Pemilik Warung Reyog Tua, Dimar Yono (37), mengatakan konsep utama yang diusung adalah pelestarian budaya. Selain membuka warung makan dan kopi, pihaknya rutin mengadakan kegiatan edukasi untuk pelajar.
“Konsepnya memang budaya. Kami juga sering mengedukasi anak-anak sekolah. Dua sampai tiga bulan sekali ada kegiatan tabuhan reyog. Koleksi reyog kami dari tahun 1921 sampai 1980, sehingga bentuknya berbeda-beda,” ujar Dimar.

Sejalan dengan konsep tersebut, menu yang disajikan pun merupakan kuliner jadul yang kini mulai jarang ditemui. Di antaranya nasi goreng tiwul hitam serta degan bakar yang dipadukan dengan rempah-rempah tradisional.Harga menu dibanderol terjangkau, mulai Rp15 ribu.
Lastri Widjayanti, salah seorang pengunjung, mengaku terkesan dengan cita rasa menu yang disajikan. “Saya pesan nasi goreng tiwul, ciri khas tiwulnya terasa banget. Ini pertama kali ke sini dan juga baru mencoba degan bakar, rasanya beda, enak, dan terasa segar di badan,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan pengunjung lain, Wuri Wulandari. Ia datang ke Warung Reyog Tua karena ingin berwisata kuliner sekaligus bernostalgia. “Pengen kulineran sambil wisata. Sempat viral di TikTok, jadi penasaran. Selain itu juga ingin nostalgia dengan makanan jadul,” katanya.
Dengan memadukan kuliner tradisional, suasana alam persawahan, serta koleksi budaya reyog yang bernilai sejarah, Warung Reyog Tua menjadi alternatif wisata kuliner sekaligus wisata budaya di Ponorogo.(ega).