Berita Terkini
Trending Tags

Harga Minyak Goreng Melonjak, Perajin Kerupuk di Magetan Kecilkan Ukuran dan Kurangi Isi Kemasan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 38
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga minyak goreng naik, isi kemasan kerupuk dikurangi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Lonjakan harga minyak goreng yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir memaksa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Magetan melakukan berbagai strategi agar usahanya tetap bertahan. Salah satunya dengan memperkecil ukuran kerupuk dan mengurangi jumlah isi dalam setiap kemasan tanpa menaikkan harga jual.

Kondisi tersebut dialami perajin kerupuk di Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan. Kenaikan harga minyak goreng, disertai naiknya harga tepung dan plastik kemasan, membuat biaya produksi meningkat signifikan sehingga margin keuntungan terus menyusut.

Sri Wahyuni (52), perajin kerupuk setempat, mengatakan sejak minyak goreng kemasan menjadi mahal dan sulit diperoleh di pasaran, ia beralih menggunakan minyak goreng curah. Namun, pilihan tersebut juga tidak banyak membantu karena harga minyak goreng curah ikut naik dari Rp16 ribu menjadi Rp19.300 per kilogram.

Dalam sehari, usahanya membutuhkan sekitar 250 kilogram minyak goreng untuk menggoreng berbagai jenis kerupuk mentah yang didatangkan langsung dari produsen. Kenaikan harga bahan baku membuat biaya produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat dinilai belum memungkinkan jika harga jual dinaikkan terlalu tinggi.

Sebagai jalan tengah, Sri memilih mengurangi ukuran kerupuk sekaligus mengurangi jumlah isi kemasan. Jika sebelumnya satu bungkus berisi 15 keping kerupuk dengan harga Rp3.000, kini isi kemasan dikurangi menjadi 14 keping dengan harga yang tetap sama.

Langkah tersebut dilakukan agar produk tetap terjangkau oleh konsumen sekaligus menjaga keberlangsungan usaha. Meski demikian, kebijakan itu tidak jarang memicu keluhan dari pelanggan yang menyadari isi kemasan berkurang.

“Sejak harga minyak goreng naik, kami benar-benar terdampak. Terpaksa mengurangi jumlah isi kemasan dan memperkecil ukuran kerupuk. Belum lagi harga tepung dan plastik juga ikut naik,” ujar Sri Wahyuni.

Hal senada disampaikan Wuryadi, salah seorang pengecer kerupuk. Menurutnya, keuntungan penjualan ikut menurun karena produsen mengurangi isi kemasan untuk menyesuaikan biaya produksi yang semakin tinggi.

“Penghasilan setiap hari menurun. Kerupuk yang biasanya berisi 15 keping sekarang tinggal 14 keping supaya produsen masih bisa mendapatkan sedikit keuntungan,” katanya.

Selain minyak goreng, pelaku usaha juga menghadapi lonjakan harga bahan penunjang lainnya. Harga plastik kemasan, misalnya, naik tajam dari sekitar Rp30 ribu menjadi Rp52 ribu per kilogram. Kenaikan harga tepung sebagai bahan baku utama turut menambah beban biaya produksi.

Pelaku UMKM menilai kondisi tersebut semakin menyulitkan usaha kecil yang mengandalkan keuntungan tipis. Mereka harus memilih antara menaikkan harga jual dengan risiko kehilangan pelanggan atau mempertahankan harga dengan mengurangi isi dan ukuran produk.

Para perajin berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan baku, terutama minyak goreng, tepung, dan plastik kemasan. Menurut mereka, kepastian pasokan dan harga yang stabil sangat dibutuhkan agar UMKM dapat terus berproduksi, mempertahankan tenaga kerja, dan menjaga daya saing di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Habis, Lima Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Magetan Berhenti Operasi

    Dana Habis, Lima Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Magetan Berhenti Operasi

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang tutup tahun anggaran, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan mengalami hambatan serius. Lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan kegiatan produksi dan distribusi karena dana operasional telah habis. Penghentian sementara ini bukan disebabkan kurangnya penerima manfaat, melainkan keterlambatan pencairan dana yang seluruhnya bersumber dari pemerintah pusat melalui […]

    Bagikan
  • Pengelola Tambang Sayutan Klaim Kantongi Izin Lengkap, Aktivitas Saat Ini Baru Pembukaan Akses

    Pengelola Tambang Sayutan Klaim Kantongi Izin Lengkap, Aktivitas Saat Ini Baru Pembukaan Akses

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik tambang galian C di Dusun Jeruk, Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, masih berlanjut. Di tengah tuntutan warga yang meminta aktivitas tambang dihentikan total, pihak pengelola mengklaim seluruh kegiatan telah mengantongi izin resmi dan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Tim kerja CV Persada Tunggal Abadi, Sicuanto, mengatakan proses perizinan tambang […]

    Bagikan
  • Enam Ribu Santri Ponpes Darul Huda Mayak Dipulangkan Dengan 70 Bus

    Enam Ribu Santri Ponpes Darul Huda Mayak Dipulangkan Dengan 70 Bus

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 698
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sekitar enam ribu santri dan santriwati Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipulangkan ke daerah asal masing-masing pada Sabtu (7/3/2026). Proses pemulangan dilakukan secara bertahap dengan menyiapkan puluhan armada bus. Sejak pagi hari, para santri tampak bersiap meninggalkan kompleks pondok. Mereka mengemas pakaian serta buku ke dalam tas […]

    Bagikan
  • Jelang Ramadhan, Satpol PP Pemkab Madiun Melakukan Dakwah Humanis Saat Patroli Gabungan

    Jelang Ramadhan, Satpol PP Pemkab Madiun Melakukan Dakwah Humanis Saat Patroli Gabungan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Ndor
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Satpol PP Pemkab Madiun belum menunjukkan taring meskipun  bulan ramadhan di depan mata. Justru yang dilakukan masih dalam bentuk “dakwah” atau himbauan berupa kegiatan patroli gabungan antara Satpol PP Pemkab Madiun bersama sejumlah dinas terkait, TNI, dan Polri, Jumat (13/02/2026) malam. Petugas gabungan bergerak dari Pendopo Muda Graha Pemkab Madiun, […]

    Bagikan
  • Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Magetan, 1 Korban Dilarikan ke RSUD dr. Soedono

    Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Magetan, 1 Korban Dilarikan ke RSUD dr. Soedono

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – 1 korban kecelakaan di perlintasan kereta api sebidang JPL 08, KM 176+586, dekat Stasiun Magetan yang terjadi pada Senin siang (19/05/2025) dievakuasi ke RSUD dr. Soedono. Korban berinisial RH (22) saat ini tengah mendapat perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. Soedono, dr. Heru […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Siap Fasilitasi Cabor Kembangkan Potensi Atlit

    Pemkot Madiun Siap Fasilitasi Cabor Kembangkan Potensi Atlit

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun tengah berupaya meningkatkan potensi para atlit dari berbagai cabang olahraga (Cabor) di Kota Madiun. Berkaca pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 lalu, Kota Madiun menempati peringkat 24 dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur. Perolehan medali tercatat 9 emas, 18 perak dan 30 perunggu. Kedepan, potensi-potensi […]

    Bagikan
expand_less