Berita Terkini
Trending Tags

Harga Minyak Goreng Melonjak, Perajin Kerupuk di Magetan Kecilkan Ukuran dan Kurangi Isi Kemasan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga minyak goreng naik, isi kemasan kerupuk dikurangi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Lonjakan harga minyak goreng yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir memaksa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Magetan melakukan berbagai strategi agar usahanya tetap bertahan. Salah satunya dengan memperkecil ukuran kerupuk dan mengurangi jumlah isi dalam setiap kemasan tanpa menaikkan harga jual.

Kondisi tersebut dialami perajin kerupuk di Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan. Kenaikan harga minyak goreng, disertai naiknya harga tepung dan plastik kemasan, membuat biaya produksi meningkat signifikan sehingga margin keuntungan terus menyusut.

Sri Wahyuni (52), perajin kerupuk setempat, mengatakan sejak minyak goreng kemasan menjadi mahal dan sulit diperoleh di pasaran, ia beralih menggunakan minyak goreng curah. Namun, pilihan tersebut juga tidak banyak membantu karena harga minyak goreng curah ikut naik dari Rp16 ribu menjadi Rp19.300 per kilogram.

Dalam sehari, usahanya membutuhkan sekitar 250 kilogram minyak goreng untuk menggoreng berbagai jenis kerupuk mentah yang didatangkan langsung dari produsen. Kenaikan harga bahan baku membuat biaya produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat dinilai belum memungkinkan jika harga jual dinaikkan terlalu tinggi.

Sebagai jalan tengah, Sri memilih mengurangi ukuran kerupuk sekaligus mengurangi jumlah isi kemasan. Jika sebelumnya satu bungkus berisi 15 keping kerupuk dengan harga Rp3.000, kini isi kemasan dikurangi menjadi 14 keping dengan harga yang tetap sama.

Langkah tersebut dilakukan agar produk tetap terjangkau oleh konsumen sekaligus menjaga keberlangsungan usaha. Meski demikian, kebijakan itu tidak jarang memicu keluhan dari pelanggan yang menyadari isi kemasan berkurang.

“Sejak harga minyak goreng naik, kami benar-benar terdampak. Terpaksa mengurangi jumlah isi kemasan dan memperkecil ukuran kerupuk. Belum lagi harga tepung dan plastik juga ikut naik,” ujar Sri Wahyuni.

Hal senada disampaikan Wuryadi, salah seorang pengecer kerupuk. Menurutnya, keuntungan penjualan ikut menurun karena produsen mengurangi isi kemasan untuk menyesuaikan biaya produksi yang semakin tinggi.

“Penghasilan setiap hari menurun. Kerupuk yang biasanya berisi 15 keping sekarang tinggal 14 keping supaya produsen masih bisa mendapatkan sedikit keuntungan,” katanya.

Selain minyak goreng, pelaku usaha juga menghadapi lonjakan harga bahan penunjang lainnya. Harga plastik kemasan, misalnya, naik tajam dari sekitar Rp30 ribu menjadi Rp52 ribu per kilogram. Kenaikan harga tepung sebagai bahan baku utama turut menambah beban biaya produksi.

Pelaku UMKM menilai kondisi tersebut semakin menyulitkan usaha kecil yang mengandalkan keuntungan tipis. Mereka harus memilih antara menaikkan harga jual dengan risiko kehilangan pelanggan atau mempertahankan harga dengan mengurangi isi dan ukuran produk.

Para perajin berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan baku, terutama minyak goreng, tepung, dan plastik kemasan. Menurut mereka, kepastian pasokan dan harga yang stabil sangat dibutuhkan agar UMKM dapat terus berproduksi, mempertahankan tenaga kerja, dan menjaga daya saing di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Kepala Dinas di Kota Madiun Diisi Plt, 2 Eselon II Tahun ini Menyusul Pensiun

    2 Kepala Dinas di Kota Madiun Diisi Plt, 2 Eselon II Tahun ini Menyusul Pensiun

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun hingga kini belum ada tanda-tanda melakukan mutasi jabatan di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dikonfirmasi usai pembekalan persiapan purna pegawai negeri sipil (PNS), Pj Wali Kota Madiun, Eddy Supriyanto mengungkapkan hal itu terus dikoordinasikan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) maupun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi ( Kemenpan-RB). […]

    Bagikan
  • Hari Jadi Kota Madiun ke-108 Bukan Sekadar Pesta, Plt Wali Kota Siapkan Panggung Besar Anak Muda dan UMKM

    Hari Jadi Kota Madiun ke-108 Bukan Sekadar Pesta, Plt Wali Kota Siapkan Panggung Besar Anak Muda dan UMKM

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun tahun ini dipastikan berbeda. Bukan sekadar seremoni tahunan, Pemerintah Kota Madiun ingin menjadikan momentum Hari Jadi sebagai panggung besar bagi talenta lokal, anak muda kreatif, hingga pelaku usaha untuk ikut tumbuh bersama. Hal itu ditegaskan Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun saat peluncuran […]

    Bagikan
  • Hadapi Musim Kemarau, BPBD Madiun Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

    Hadapi Musim Kemarau, BPBD Madiun Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mulai mengaktifkan sejumlah langkah mitigasi. Antisipasi difokuskan pada potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan. “Kami akan mulai menurunkan tim ke lapangan minggu depan. Fokusnya pada pemantauan desa-desa yang berisiko […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Maut di Paron Ngawi, Anggota Polisi Tewas Setelah Adu Banteng dengan Mobil

    Kecelakaan Maut di Paron Ngawi, Anggota Polisi Tewas Setelah Adu Banteng dengan Mobil

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 943
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dan sebuah mobil terjadi di ruas Jalan Raya Ngawi–Mantingan KM 7–8, Desa Kebon, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, pada Kamis (5/3/2026). Peristiwa tersebut menewaskan seorang anggota kepolisian yang meninggal seketika di lokasi kejadian. Korban diketahui bernama Briptu Dennis Irfan Ghazali (29) anggota Polsek Kedunggalar. Ia mengendarai […]

    Bagikan
  • Thariq Megah Lakukan Perlawanan Hukum Atas Dakwaan, Maidi dan Rochim Pilih Ke Tahap Pembuktian

    Thariq Megah Lakukan Perlawanan Hukum Atas Dakwaan, Maidi dan Rochim Pilih Ke Tahap Pembuktian

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 575
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Terdakwa perkara dugaan korupsi, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Thariq Megah memilih langkah berbeda usai menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (11/6/2026). Setelah mendengarkan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Thariq melalui kuasa hukumnya […]

    Bagikan
  • Wabah PMK Kembali Merebak Jangkit Puluhan Sapi, DKPP Madiun Gencar Desinfektan dan Vaksinasi 

    Wabah PMK Kembali Merebak Jangkit Puluhan Sapi, DKPP Madiun Gencar Desinfektan dan Vaksinasi 

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menyerang hewan ternak di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, sedikitnya 30 ekor sapi dilaporkan terjangkit PMK, dengan rincian 20 ekor di Kecamatan Saradan dan Gemarang sedangkan 10 ekor di Kecamatan Dolopo. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun […]

    Bagikan
expand_less