300 Satlinmas Kota Madiun Dilatih Tanggap Kebakaran, Jadi Garda Awal Hadapi Keadaan Darurat
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 47
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 300 personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) se-Kota Madiun mendapat pelatihan tanggap kebakaran di GOR Wilis, Selasa (11/8/2026). Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Madiun memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran. Pelatihan digelar dengan melibatkan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Madiun.
Para personel Satlinmas diberikan edukasi mengenai pencegahan kebakaran hingga langkah awal yang dapat dilakukan ketika terjadi kebakaran skala kecil di lingkungan masyarakat. Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, pelatihan tersebut penting karena Satlinmas merupakan unsur yang berada dekat dengan masyarakat dan dapat bergerak lebih awal ketika terjadi keadaan darurat.
“Ini kan tanggap darurat. Kalau beberapa kali kita melatih secara internal, hari ini saya menginstruksikan kepada Satpol, Damkar, untuk melatih masyarakat, dalam hal ini Satlinmas,” ujarnya.
Menurut Bagus, Satlinmas ke depan akan semakin banyak dilibatkan dalam berbagai kegiatan, terutama yang berkaitan dengan kedaruratan. Hal itu tidak lepas dari sejumlah kejadian yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari kebakaran hingga kemunculan hewan yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Dengan pelatihan tersebut, Satlinmas diharapkan mampu memberikan respons awal sembari menunggu petugas Satpol PP dan Damkar tiba di lokasi. “Setidaknya Satlinmas membantu di awal sambil menunggu kedatangan rekan-rekan dari Satpol Damkar. Sehingga materi hari ini sangat penting,” katanya.

Bagus juga meminta agar materi pelatihan tidak berhenti di GOR Wilis. Pelatihan serupa diharapkan kembali digelar di tingkat kecamatan sehingga kemampuan personel Satlinmas semakin terasah.
“Materi-materi ini teman-teman Satlinmas bisa sangat menguasai. Nanti akan diulang di kecamatan-kecamatan untuk mengingatkan lagi bagaimana cara penggunaan alat dan bagaimana apabila terjadi kondisi tertentu Satlinmas ini bergerak,” jelasnya.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Agus Purwo Widagdo mengatakan, peran Satlinmas dalam penanganan kebencanaan tidak hanya sebatas membantu ketika kejadian berlangsung. Mereka juga memiliki peran penting dalam mitigasi dan pencegahan. Saat terjadi kebakaran, Satlinmas diharapkan mampu membantu melokalisasi wilayah serta mengetahui cara menggunakan peralatan yang tersedia di lokasi.
“Bagaimana pada saat mitigasi, kemudian bagaimana apabila terjadi kejadian, ini bisa melokalisir wilayah. Teman-teman setidaknya sudah tahu bagaimana cara menggunakan alat-alat yang ada di lokasi,” kata Agus.
Ia menyebut pelatihan tersebut diikuti sekitar 300 Satlinmas dari seluruh wilayah Kota Madiun. Setelah pelatihan tingkat kota, kegiatan serupa direncanakan berlanjut di tiga kecamatan. Harapannya, seluruh Satlinmas memiliki pengetahuan dasar mengenai pencegahan maupun penanganan awal kebakaran dalam skala kecil.
Agus mengungkapkan, sepanjang 2026 hingga saat ini tercatat sudah ada sekitar 60 kejadian kebakaran di wilayah Kota Madiun. Bahkan, pada periode Juli hingga Agustus saja terdapat sekitar 18 kejadian. Menurutnya, pola kebakaran belakangan ini mulai banyak terjadi di area perkebunan atau lahan terbuka yang kondisinya kering.
Sementara untuk kebakaran di permukiman, penyebab yang sering ditemukan berkaitan dengan aktivitas rumah tangga, terutama penggunaan kompor. Sedangkan di tempat usaha dan pertokoan, korsleting listrik menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.
“Untuk yang sekarang trennya satu bulan terakhir ini kebakaran di kebun-kebun,” ungkap Agus.
Kondisi cuaca yang kering selama musim kemarau turut meningkatkan risiko api cepat membesar. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api. Agus secara khusus mengimbau masyarakat tidak membakar sampah di kebun maupun lahan kosong.
Menurutnya, sebagian kejadian kebakaran dipicu aktivitas pembakaran yang ditinggalkan sebelum api benar-benar padam. “Jangan membakar sampah di kebun. Apalagi cuaca sekarang lagi kering, akhirnya sampah-sampah mudah sekali tersulut api,” tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat yang terlanjur melakukan pembakaran juga harus memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Bara yang masih tersisa dapat kembali membesar dan memicu kebakaran.
Untuk itu, melalui pelatihan Satlinmas dan sosialisasi kepada masyarakat, Satpol PP dan Damkar Kota Madiun berharap pencegahan dapat dilakukan sejak dini. Bagi Damkar, semakin sedikit kejadian kebakaran menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam menjalankan fungsi pencegahan.
“Keberhasilan kita itu kan tidak banyaknya kebakaran. Semakin sedikit kebakaran, itu indikator kinerja kita,” pungkas Agus. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez



