Evakuasi Dramatis di Rusunawa Madiun! Penyelamatan Korban dari Gedung Tinggi
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 55
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Suasana mendadak menegangkan di area Rusunawa Hayam Wuruk, Kelurahan Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (28/4/2026). Petugas Damkar Kota Madiun bergerak cepat melakukan pemadaman kobaran api dari gedung 4 lantai tersebut.
Seseorang terlihat berada di ketinggian gedung, sementara petugas bersiaga dengan tali dan perlengkapan khusus. Dalam hitungan menit, proses evakuasi berlangsung cepat, memancing perhatian warga yang menyaksikan.
Namun, adegan dramatis itu bukanlah kejadian nyata. Seluruh rangkaian merupakan bagian dari simulasi vertical rescue dalam Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026.
Simulasi ini melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, Satpol PP dan Damkar, Dinas Perkim, TNI-Polri, PMI hingga relawan kebencanaan. Mereka mempraktikkan skenario penyelamatan korban kebakaran di gedung bertingkat mulai dari proses evakuasi, pengamanan lokasi, hingga penanganan medis para korban.
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, yang hadir langsung di lokasi, menegaskan bahwa latihan ini dirancang mendekati kondisi nyata agar kesiapan tim benar-benar teruji.
“Yang terpenting itu timing dalam penyelamatan. Bagaimana korban bisa segera ditangani dengan aman dan cepat. Ini tidak bisa dilakukan sendiri, harus kolaborasi semua pihak,” ujarnya.
Menurutnya, pemilihan simulasi vertical rescue bukan tanpa alasan. Kota Madiun kini memiliki semakin banyak bangunan bertingkat, sehingga potensi risiko bencana di ketinggian juga meningkat.
“Kita tidak pernah tahu kejadian akan terjadi di mana. Bisa saja di gedung tinggi, jadi semua harus siap,” tambahnya.
Dalam simulasi tersebut, terlihat bagaimana petugas menurunkan korban dari lantai atas menggunakan teknik tali, dengan pengamanan berlapis. Setiap gerakan dilakukan terukur, mengutamakan keselamatan sekaligus kecepatan. Meski hanya latihan, keseriusan para petugas mencerminkan kondisi yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.
“Kemampuan dan kesiapan personel saat ini sudah cukup baik, namun perlu terus diasah. Jadi untuk latihan serupa tidak hanya saat momen apel saja, tetapi dilakukan secara rutin, minimal sebulan sekali,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, M. Yusuf Ahmadi, menyebut simulasi ini sebagai bentuk kesiapsiagaan nyata dalam menghadapi tantangan bencana di wilayah perkotaan. Sebanyak 75 personel terlibat dalam latihan ini, dengan 45 personel berasal dari BPBD.
“Ini bentuk kesiapan kami dalam menghadapi bencana, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki tantangan seperti gedung bertingkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, evaluasi akan terus dilakukan, terutama pada aspek kecepatan, koordinasi, dan keselamatan petugas maupun korban.

Selain simulasi, perhatian juga diarahkan pada potensi bencana yang kini diwaspadai di Kota Madiun. Perubahan cuaca yang tidak menentu, ditambah mulai masuknya musim kemarau, meningkatkan risiko kebakaran lahan, terutama di area kosong dengan vegetasi kering.
“Untuk di Kota Madiun yang perlu diwaspadai adalah perubahan cuaca yang sekarang ini. Seperti kita ketahui sekarang sudah memasuki musim kemarau, tapi masih ada hujan dan diiringi angin kencang,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama OPD terkait telah menyiapkan berbagai kebutuhan menghadapi musim kemarau panjang. Termasuk menyiapkan tangki air untuk mengatasi potensi kekeringan.
“Kita siapkan nanti tangki-tangki air apabila nanti dibutuhkan, kita sudah siap untuk disuplai ke wilayah yang terkena dampak kekeringan,”
Melalui simulasi dramatis ini, Pemerintah Kota Madiun ingin memastikan bahwa di balik setiap latihan, ada kesiapan nyata. Ketika bencana benar-benar terjadi, tim sudah terlatih, terkoordinasi, dan siap bergerak cepat menyelamatkan nyawa. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





