Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Evakuasi Dramatis di Rusunawa Madiun! Penyelamatan Korban dari Gedung Tinggi

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • visibility 362
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petugas gabungan gelar simulasi penyelamatan di Rusunawa Hayam Wuruk, (28/4/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Suasana mendadak menegangkan di area Rusunawa Hayam Wuruk, Kelurahan Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (28/4/2026). Petugas Damkar Kota Madiun bergerak cepat melakukan pemadaman kobaran api dari gedung 4 lantai tersebut.

Seseorang terlihat berada di ketinggian gedung, sementara petugas bersiaga dengan tali dan perlengkapan khusus. Dalam hitungan menit, proses evakuasi berlangsung cepat, memancing perhatian warga yang menyaksikan.

Namun, adegan dramatis itu bukanlah kejadian nyata. Seluruh rangkaian merupakan bagian dari simulasi vertical rescue dalam Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026.

Simulasi ini melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, Satpol PP dan Damkar, Dinas Perkim, TNI-Polri, PMI hingga relawan kebencanaan. Mereka mempraktikkan skenario penyelamatan korban kebakaran di gedung bertingkat mulai dari proses evakuasi, pengamanan lokasi, hingga penanganan medis para korban.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, yang hadir langsung di lokasi, menegaskan bahwa latihan ini dirancang mendekati kondisi nyata agar kesiapan tim benar-benar teruji.

“Yang terpenting itu timing dalam penyelamatan. Bagaimana korban bisa segera ditangani dengan aman dan cepat. Ini tidak bisa dilakukan sendiri, harus kolaborasi semua pihak,” ujarnya.

Menurutnya, pemilihan simulasi vertical rescue bukan tanpa alasan. Kota Madiun kini memiliki semakin banyak bangunan bertingkat, sehingga potensi risiko bencana di ketinggian juga meningkat.

“Kita tidak pernah tahu kejadian akan terjadi di mana. Bisa saja di gedung tinggi, jadi semua harus siap,” tambahnya.

Dalam simulasi tersebut, terlihat bagaimana petugas menurunkan korban dari lantai atas menggunakan teknik tali, dengan pengamanan berlapis. Setiap gerakan dilakukan terukur, mengutamakan keselamatan sekaligus kecepatan. Meski hanya latihan, keseriusan para petugas mencerminkan kondisi yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

“Kemampuan dan kesiapan personel saat ini sudah cukup baik, namun perlu terus diasah. Jadi untuk latihan serupa tidak hanya saat momen apel saja, tetapi dilakukan secara rutin, minimal sebulan sekali,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, M. Yusuf Ahmadi, menyebut simulasi ini sebagai bentuk kesiapsiagaan nyata dalam menghadapi tantangan bencana di wilayah perkotaan. Sebanyak 75 personel terlibat dalam latihan ini, dengan 45 personel berasal dari BPBD. 

“Ini bentuk kesiapan kami dalam menghadapi bencana, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki tantangan seperti gedung bertingkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, evaluasi akan terus dilakukan, terutama pada aspek kecepatan, koordinasi, dan keselamatan petugas maupun korban.

Image Not Found
Simulasi evakuasi korban di Rusunawa Hayam Wuruk Madiun, (28/4/2026), Foto : Kris-Sinergia

Selain simulasi, perhatian juga diarahkan pada potensi bencana yang kini diwaspadai di Kota Madiun. Perubahan cuaca yang tidak menentu, ditambah mulai masuknya musim kemarau, meningkatkan risiko kebakaran lahan, terutama di area kosong dengan vegetasi kering.

“Untuk di Kota Madiun yang perlu diwaspadai adalah perubahan cuaca yang sekarang ini. Seperti kita ketahui sekarang sudah memasuki musim kemarau, tapi masih ada hujan dan diiringi angin kencang,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama OPD terkait telah menyiapkan berbagai kebutuhan menghadapi musim kemarau panjang. Termasuk menyiapkan tangki air untuk mengatasi potensi kekeringan.

“Kita siapkan nanti tangki-tangki air apabila nanti dibutuhkan, kita sudah siap untuk disuplai ke wilayah yang terkena dampak kekeringan,” 

Melalui simulasi dramatis ini, Pemerintah Kota Madiun ingin memastikan bahwa di balik setiap latihan, ada kesiapan nyata. Ketika bencana benar-benar terjadi, tim sudah terlatih, terkoordinasi, dan siap bergerak cepat menyelamatkan nyawa. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Tersangka Dugaan Korupsi PT.INKA Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor

    3 Tersangka Dugaan Korupsi PT.INKA Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Perkara dugaan korupsi di PT. Industri Kereta Api (INKA) Persero telah masuk meja hijau Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada Selasa (15/1/2025). Dalam pers rilis Kejaksaan Negeri Kota Madiun menerangkan ketiga terdakwa dihadirkan dalam sidang dakwaan diantaranya Budi Novianto selaku Mantan Dirut PT INKA, Syaiful Idham sebagai Direktur Utama PT […]

    Bagikan
  • Bendungan Kedungrejo Ambrol, 1.400 Hektar Sawah di Madiun Terancam Kekeringan

    Bendungan Kedungrejo Ambrol, 1.400 Hektar Sawah di Madiun Terancam Kekeringan

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Bendungan Kedungrejo di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, mengalami kerusakan parah setelah bangunan pengendali aliran air tersebut ambrol pada Jumat (27/3/2026). Kondisi diperparah dengan longsornya tebing di sekitar bendungan pada Selasa (31/3/2026) dini hari. Kerusakan ini menyebabkan aliran air irigasi dari Sungai Jeroan terhenti, sehingga ribuan hektare lahan pertanian di dua kecamatan […]

    Bagikan
  • Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Rutin Ikuti Kajian Ba’dha Sholat Fardhu

    Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Rutin Ikuti Kajian Ba’dha Sholat Fardhu

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Makkah – Tidak ada waktu luang yang disia-siakan Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata selama di Tanah Suci Makkah. Berbagai kegiatan pun diikuti guna mengisi waktu seperti menyimak kajian di Mushola hotel. Kajian ini rutin dilaksanakan usai waktu sholat Fardhu. Kajian ini tidak hanya diikuti jemaah Sindo Wisata, namun juga jemaah haji dari travel […]

    Bagikan
  • Sosialisasi Perbup 47/2025, Pemkab Madiun Perkuat Transparansi Pengelolaan Hibah dan Bansos

    Sosialisasi Perbup 47/2025, Pemkab Madiun Perkuat Transparansi Pengelolaan Hibah dan Bansos

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar kegiatan peningkatan transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan serta sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 47 Tahun 2025 tentang pengelolaan hibah dan bantuan sosial (bansos) pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi ini diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Madiun. Juga melibatkan […]

    Bagikan
  • Kapolres Tegaskan Larangan Balon Udara dan Petasan Usai Ledakan Maut di Ponorogo

    Kapolres Tegaskan Larangan Balon Udara dan Petasan Usai Ledakan Maut di Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Pasca insiden ledakan petasan yang menewaskan satu remaja di Dusun Cuet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Polres Ponorogo menegaskan larangan keras penerbangan balon udara liar dan penggunaan petasan selama Ramadan. Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah pencegahan jauh sebelum bulan Ramadan tiba. Sosialisasi dan imbauan telah digencarkan […]

    Bagikan
  • 13 Ribu Pengangguran Menanti Pekerjaan, Pemkab Magetan Genjot Sistem Digital Ketenagakerjaan

    13 Ribu Pengangguran Menanti Pekerjaan, Pemkab Magetan Genjot Sistem Digital Ketenagakerjaan

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sebuah ironi terjadi di Kabupaten Magetan. Belasan ribu kursi kerja kosong, namun ribuan pencari kerja masih belum terserap. Data terbaru mencatat, 16.000 lowongan kerja tersedia, tetapi 13.000 warga tercatat masih menganggur. Kondisi ini membuka mata Pemerintah Kabupaten Magetan untuk segera membenahi sistem penyaluran tenaga kerja. Salah satu langkah nyata dilakukan […]

    Bagikan
expand_less