Berita Terkini
Trending Tags

Relokasi TPA Mrican ke Lahan Perhutani Sukun Ditargetkan Rampung 2026

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
  • visibility 157
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Peninjauan lokasi TPA Mrican, Foto : Istimewa – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Proses panjang relokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican ke lahan Perhutani di wilayah Sukun dipastikan segera rampung. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo menyebut, tahap akhir berupa kelengkapan persyaratan administrasi dan teknis kini hampir selesai.

Plt. Kepala DLH Ponorogo, Jamus Kunto, mengatakan penyelesaian dokumen dan nilai anggaran ditargetkan tuntas pada Desember 2025. Dengan demikian, pada tahun 2026 TPA baru sudah bisa dioperasikan.

“Target kami tahun 2026 sudah operasional di lahan TPA baru. Makanya Desember ini kita kebut dokumen dan persyaratan lain agar selesai tepat waktu,” ujar Jamus kepada wartawan, Selasa (16/09/2025).

Sambil menunggu proses administrasi, pembangunan sejumlah fasilitas di lokasi baru juga mulai dikerjakan. Fasilitas tersebut meliputi akses jalan, sarana pengelolaan sampah, hingga sistem pengendalian lingkungan.

“Lokasi TPA baru dirancang secara komprehensif, termasuk sistem pengelolaan lindi, pengolahan sampah organik, hingga penataan fasilitas,” imbuhnya.

Karena lahan yang dipakai berada di kawasan Perhutani seluas 9 hektare, pengelolaan TPA baru ini juga harus melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Perizinan penuh wajib melalui kementerian tersebut.

“Lokasi baru berada sekitar 1 kilometer ke arah timur dari TPA Mrican. Luasannya sekitar 9 hektare, jauh lebih memadai dibanding lokasi lama,” jelas Jamus yang juga menjabat Kepala DPUPR Ponorogo.

Relokasi ini dinilai mendesak mengingat kondisi TPA Mrican sudah overload. TPA yang berdiri lebih dari 20 tahun tersebut hanya memiliki lahan kurang dari 2 hektare, namun harus menampung rata-rata 140 ton sampah setiap hari.

“Darurat pengelolaan sampah di Ponorogo harus menjadi titik balik untuk perbaikan menyeluruh. Selama ini, masalah muncul karena volume sampah tidak seimbang dengan kapasitas TPA Mrican,” pungkasnya.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • 62 Ribu KPM di Kabupaten Madiun Terima Bantuan Pangan berupa Beras

    62 Ribu KPM di Kabupaten Madiun Terima Bantuan Pangan berupa Beras

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bantuan pangan dari pemerintah pusat mulai disalurkan kepada puluhan ribu penerima manfaat di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Penyaluran bantuan berupa beras ini dimulai pada Kamis (17/07/2025) dan ditujukan untuk alokasi dua bulan yakni Juni dan Juli 2025. Tercatat, sebanyak lebih dari 62 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di 15 kecamatan […]

    Bagikan
  • Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Madiun Luncurkan Kampung Kendali Penyakit Tidak Menular

    Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Madiun Luncurkan Kampung Kendali Penyakit Tidak Menular

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya menekan angka Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kota Madiun terus digencarkan. Salah satunya melalui peresmian Kampung Kendali PTM yang berada di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun pada Kamis (20/11/2025). Program ini diinisiasi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi. […]

    Bagikan
  • 427 Hektar Lahan Pertanian Terendam Banjir, Petani Terpaksa Tanam Ulang

    427 Hektar Lahan Pertanian Terendam Banjir, Petani Terpaksa Tanam Ulang

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Dampak banjir beberapa waktu lalu sejumlah tanaman padi yang baru berusia 7-21 hari terancam gagal tanam. Genangan air yang masih ada mengancam kondisi tanaman padi. Data menyebut sekitar 427 hektar lahan tanaman padi terendam banjir. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi Supardi menjelaskan, dampak hujan deras di wilayah […]

    Bagikan
  • Kepergian Mbah Bikan Gondo Wiyono, Tinggalkan Duka Mendalam di Kalangan Seniman

    Kepergian Mbah Bikan Gondo Wiyono, Tinggalkan Duka Mendalam di Kalangan Seniman

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Duka mendalam menyelimuti dunia seni dan budaya Ponorogo atas wafatnya Bikan Gondo Wiyono, maestro Reog yang dikenal sebagai pelestari sejati kesenian tradisional Ponorogo. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga kalangan seniman dan budayawan. Seperti yang dirasakan oleh Sudirman, budayawan sekaligus seniman Ponorogo, yang mengaku tak kuasa […]

    Bagikan
  • Kakek 66 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong

    Kakek 66 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga Kelurahan Bulukerto, Kecamatan Magetan, digegerkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang sudah tidak bernyawa di area kebun singkong, Selasa (02/09/2025). Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah kaku sekujur tubuhnya. Korban diketahui bernama Jaladi (66), warga setempat yang sehari-hari memang kerap pergi ke kebun. Lurah Bulukerto, Widya Yusti Atlisiaji, yang […]

    Bagikan
  • Simbol Perlawanan atau Tren Pop, Diskusi Bendera One Piece Soroti Kritik Sosial dalam Anime

    Simbol Perlawanan atau Tren Pop, Diskusi Bendera One Piece Soroti Kritik Sosial dalam Anime

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Di tengah maraknya pengibaran bendera tengkorak bertopi jerami ala Jolly Roger dari anime One Piece yang ramai dijadikan simbol perlawanan, sekelompok pemuda di Madiun memilih pendekatan berbeda yakni berdiskusi. Puluhan pemuda berkumpul di sebuah kafe di Jalan Salak, Kota Madiun, Madiun (03/08/2025), untuk mendalami makna cerita dalam One Piece, bukan […]

    Bagikan
expand_less