Berita Terkini
Trending Tags

Demi Anak Tetap Sekolah, Keringat Perempuan di Balik Manisnya Gula

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
  • visibility 59
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ibu-ibu warga Desa Gonggang saat menebang Tebu, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Di bawah terik matahari, deretan batang tebu menjulang seakan tak habis ditebang. Di sanalah, puluhan perempuan desa berjuang, menggenggam sabit dengan tangan kapalan. Mereka bukan sekadar buruh, tetapi ibu-ibu tangguh yang menjadikan pendidikan anak sebagai alasan utama untuk tetap bertahan.

Ngatmi (38), warga Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, sudah setahun terakhir menekuni pekerjaan ini. Dengan suara lirih ia bercerita, “Kalau uangnya nanti buat bekal sekolah anak, sama beli lauk-pauk. Walaupun panas dan capek, tetap saya jalani. Saya hanya ingin anak-anak saya bisa terus sekolah,” ujarnya.

Di sampingnya, Nurjanah (37) mengangguk sambil menambahkan, “Capek itu sudah pasti, apalagi panasnya luar biasa. Tapi harus dikuatkan, Mas. Suami saya kerja di mebel, penghasilannya pas-pasan. Kalau saya tidak ikut kerja, siapa yang akan bantu? Uang dari menebang ini untuk ragat anak sekolah. Harapannya sederhana, sekolah anak lancar, itu saja,” imbuhnya.

Dalam satu kelompok berisi 25–30 orang, mereka bisa menyelesaikan lima hingga enam truk tebu per hari. Namun upah yang dibawa pulang hanya Rp50–55 ribu. “Sehari dapat segitu, Mas. Ya disyukuri saja, yang penting bisa bawa uang pulang,” ujar Ngatmi.

Image Not Found
Warga Desa Gonggang saat menebang Tebu, Foto : Kusnanto – Sinergia

Meski tenaga perempuan sering dianggap tak sekuat laki-laki, mereka membuktikan ketegarannya. “Biasanya kan laki-laki yang tebang. Tapi saya ikut turun, supaya bisa bantu suami. Kalau tidak musim panen, ya di rumah saja, nganggur,” ungkap Nurjanah.

Keduanya mengaku, pekerjaan terberat adalah saat tebu roboh atau bengkok. “Kalau menarik tebu yang roboh itu, aduh, berat banget. Apalagi kalau hujan, makin susah,” tutur Ngatmi.

Beruntung, kini ada alat berat yang membantu mengangkat tebu ke atas truk. Meski begitu, tenaga mereka tetap menjadi penentu utama. “Ya kalau alat berat kan hanya mengangkat, tapi memotongnya tetap kami. Jadi tetap berat,” kata Nurjanah sembari menyeka keringat di dahinya.

Setelah musim panen tebu berakhir, pekerjaan pun berganti. Ada yang jadi buruh tanam padi, ada pula yang menggarap pekerjaan tani lain. Sementara sebagian perempuan yang sudah berumur lebih memilih tinggal di rumah, menjaga keluarga.

Bagi Ngatmi dan Nurjanah, upah yang kecil tidak pernah menyurutkan niat. “Yang penting sekolah anak-anak lancar. Itu sudah cukup buat saya,” tegas Ngatmi. Nurjanah menimpali dengan nada mantap, “Capek bisa hilang, panas bisa dilupakan, tapi kalau anak tidak bisa sekolah, itu yang paling berat bagi kami.”

Di tengah ladang tebu Magetan, mereka membuktikan bahwa kekuatan seorang ibu tidak hanya soal fisik yang tangguh, tetapi juga hati yang kokoh. Dari tangan mereka yang kapalan dan tubuh yang lelah, lahirlah pelajaran berharga: cinta seorang ibu adalah energi paling manis, bahkan lebih manis daripada gula itu sendiri.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hujan Lebat Picu 10 Titik Longsor di Poncol Magetan, Sejumlah Rumah Rusak

    Hujan Lebat Picu 10 Titik Longsor di Poncol Magetan, Sejumlah Rumah Rusak

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur wilayah Kecamatan Poncol selama lebih dari tiga jam pada Senin (9/3/2026) memicu bencana tanah longsor di sejumlah lokasi. Sedikitnya 10 titik longsor dilaporkan, sembilan di antaranya berada di Desa Plangkrongan, dan satu titik lainnya di Desa Genilangit. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian […]

    Bagikan
  • Sidang Landak Jawa di Madiun, Saksi Ungkap Dugaan Motif Balas Dendam

    Sidang Landak Jawa di Madiun, Saksi Ungkap Dugaan Motif Balas Dendam

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kasus kepemilikan satwa dilindungi kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun. Sidang dengan terdakwa Darwanto, warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, yang didakwa memelihara enam ekor landak jawa dengan agenda pemeriksaan saksi a de charge di Ruang Sidang Cakra, Rabu (18/12/2025). Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Indira Patmi itu, terungkap […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Target Investasi Tahun 2025 Sebesar Rp 2,5 Triliun

    Pemkab Madiun Target Investasi Tahun 2025 Sebesar Rp 2,5 Triliun

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menaikan target investasi di tahun 2025. Tahun 2024 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun berhasil melampaui target investasi. Yakni mampu meraup realisasi investasi sebesar Rp. 2,3 Triliun. Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Madiun mematok target nilai investasi naik menjadi Rp 2,5 triliun.  […]

    Bagikan
  • Jelang Sidang Perdana, Tim Hukum Sugiri Sancoko Telah Siapkan Strategi

    Jelang Sidang Perdana, Tim Hukum Sugiri Sancoko Telah Siapkan Strategi

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Menjelang sidang perdana kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Ponorogo non aktif, Sugiri Sancoko, tim penasihat hukum menyatakan tidak melakukan persiapan khusus. Sidang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 10 April 2026 di Pengadilan negeri (PN) Tipikor Surabaya.  Penasihat hukum Sugiri Sancoko,Indra Priangkasa, mengatakan bahwa persiapan yang dilakukan merupakan bagian dari rutinitas profesi. […]

    Bagikan
  • Tiadakan Pesta Kembang Api Tahun Baru 2026 di Ponorogo, Wujud Empati Korban Bencana di Sumatera

    Tiadakan Pesta Kembang Api Tahun Baru 2026 di Ponorogo, Wujud Empati Korban Bencana di Sumatera

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo meniadakan pesta kembang api pada perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat, termasuk Polri, yang tidak memberikan izin pelaksanaan pesta kembang api pada malam tahun baru. Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan keputusan itu diambil sebagai bentuk empati pemerintah terhadap […]

    Bagikan
  • Razia Indekos, Miras dan Pasangan Kumpul Kebo Diamankan

    Razia Indekos, Miras dan Pasangan Kumpul Kebo Diamankan

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABUPATEN MADIUN – Pada Selasa sore, 24 Desember 2024, sehari sebelum perayaan Natal, petugas Satpol PP Kabupaten Madiun melakukan razia ke sejumlah indekos di wilayah Caruban, Kecamatan Mejayan. Dalam razia tersebut, beberapa penghuni kos dimintai data KTP dan dilakukan pemeriksaan. Dari sejumlah rumah kos yang diperiksa, petugas menemukan sebuah kamar yang dihuni oleh pasangan bukan […]

    Bagikan
expand_less