Berita Terkini
Trending Tags

DPRD Magetan Sahkan PAPBD 2025 dengan Defisit Rp. 109,6 Miliar

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • visibility 113
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Suasana Rapat Paripurna di gedung DPRD Kab. Magetan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – DPRD Kabupaten Magetan akhirnya mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Tahun Anggaran 2025. Keputusan itu diambil dalam rapat paripurna pada Selasa (30/9/2025), meski dalam dokumen anggaran masih tercatat defisit sebesar Rp109,6 miliar.

Berdasarkan ringkasan dokumen, pendapatan daerah setelah perubahan mencapai Rp1,98 triliun atau turun sekitar Rp2,72 miliar dibanding target awal. Penurunan ini terutama karena berkurangnya transfer dari pemerintah pusat hingga Rp30 miliar.

Meski demikian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru naik Rp15,9 miliar, terutama dari pos lain-lain PAD yang sah.

Total belanja daerah setelah perubahan tercatat Rp2,09 triliun, lebih rendah Rp28,3 miliar dari sebelumnya. Belanja operasi dipangkas Rp32 miliar, sementara belanja modal justru meningkat Rp11,9 miliar hingga total Rp203 miliar. Tambahan anggaran ini diarahkan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, gedung, jaringan, dan irigasi.

Bupati Magetan, Nanik Sumantri, menegaskan arah belanja tetap mengutamakan mandatory spending.

“Prioritas kami tetap pada sektor pendidikan dan kesehatan. Selain itu, pemerintah juga memberi perhatian pada pengendalian inflasi, stabilisasi harga pangan, penyediaan cadangan pangan, serta penciptaan lapangan kerja. Harapannya, perubahan APBD ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Defisit Rp109,6 miliar akan ditutup melalui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya serta efisiensi pada pos-pos belanja yang belum menjadi prioritas.

Meskipun telah disahkan DPRD, Perda PAPBD 2025 masih harus melalui evaluasi Gubernur Jawa Timur sebelum resmi berlaku.

Ketua DPRD Magetan sekaligus Ketua Badan Anggaran, Suratno, menambahkan, penyusunan perubahan anggaran tahun ini disesuaikan dengan ketentuan Permendagri Nomor 15 Tahun 2024 tentang pedoman penyusunan APBD 2025 serta Instruksi Presiden terkait efisiensi belanja.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Amankan Belasan Remaja Diduga Hendak Perang Sarung

    Polisi Amankan Belasan Remaja Diduga Hendak Perang Sarung

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Polsek Ponorogo Kota mengamankan belasan remaja yang diduga hendak melakukan perang sarung di kawasan Alun-Alun Ponorogo, Rabu (5/3/2025) dini hari. Para remaja yang tertangkap tersebut masih berusia di bawah umur dan berstatus pelajar SMP. Kapolsek Ponorogo, AKP Catur Juli Hernawan, mengatakan penangkapan dilakukan saat patroli menjelang sahur. Selain di kawasan […]

    Bagikan
  • Mencari Orang Hilang Dengan Alat Dapur, Berhasil Ditemukan Sekitar Hutan Sambit

    Mencari Orang Hilang Dengan Alat Dapur, Berhasil Ditemukan Sekitar Hutan Sambit

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2024
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Pencarian Suwito (54), warga Desa Karanganyar, Kec Pule, Trenggalek, yang hilang di kawasan hutan rakyat Desa Temon, Kec Ngrayun, Ponorogo, memasuki hari kelima atau hingga Jumat (2012/2024). Upaya pencarian dilakukan menggunakan peralatan tradisional seperti tampah, linggis, dan wajan yang dipukul, dikenal dengan istilah “buk buk theng.” Suwito akhirnya berhasil ditemukan […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Genjot Hilirisasi Kakao untuk Tarik Investor

    Pemkab Madiun Genjot Hilirisasi Kakao untuk Tarik Investor

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan yang akan ditawarkan kepada calon investor. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah produk perkebunan daerah dan memperluas penyerapan tenaga kerja lokal. Sesuai data pada tahun 2024, luas areal kakao di Kabupaten Madiun mencapai 4.407 hektar. Sedangkan untuk produksi […]

    Bagikan
  • Ular Piton 5 Meter Hebohkan Warga Magetan, Terlihat Melilit di Atas Pohon Lamtoro

    Ular Piton 5 Meter Hebohkan Warga Magetan, Terlihat Melilit di Atas Pohon Lamtoro

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga Desa Plosotinil, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan dibuat heboh dengan kemunculan seekor ular piton berukuran besar yang tampak melilit dan diam di atas pohon lamtoro, tepat di area rumpun bambu dekat aliran sungai. Ular tersebut pertama kali terlihat oleh pengguna jalan yang melintas. Saat diperhatikan dari bawah, perut piton tampak membesar, […]

    Bagikan
  • Ribuan Wisatawan Padati PSC Kota Madiun, Terhibur Barongsai Berpeci Sapa Pemudik photo_camera 2

    Ribuan Wisatawan Padati PSC Kota Madiun, Terhibur Barongsai Berpeci Sapa Pemudik

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) Kota Madiun menyuguhkan pemandangan unik pada Minggu (22/3/2026). Di tengah keramaian pemudik dan wisatawan, atraksi barongsai hadir tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol kerukunan antarumat beragama di Kota Pendekar. Sontak hal itu langsung menarik ribuan wisatawan yang tumpah ruah di ikon Kota Pendekar […]

    Bagikan
  • Kehamilan di Luar Nikah Dominasi Dispensasi Nikah Anak di Kabupaten Madiun

    Kehamilan di Luar Nikah Dominasi Dispensasi Nikah Anak di Kabupaten Madiun

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Fenomena pernikahan dini di Kabupaten Madiun masih menjadi persoalan serius sepanjang 2025. Data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Madiun menunjukkan, kehamilan di luar nikah menjadi faktor dominan yang mendorong remaja mengajukan dispensasi nikah. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 63 anak mengikuti konseling dispensasi […]

    Bagikan
expand_less