Tanamkan Kedisiplinan, Dindik Kota Madiun Jalani Retret Re-Kalibrasi di Yonif Para Raider 501
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
- visibility 14
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Dinas Pendidikan Kota Madiun menyelenggarakan kegiatan Retret Re-Kalibrasi bagi pengawas, kepala sekolah, serta tenaga pendidik berstatus P3K jenjang TK, SD, dan SMP negeri. Program ini dilaksanakan di Batalyon Infanteri Para Raider 501/Bajra Yudha, Jumat (03/10/2025).
Retret yang dibagi dalam dua gelombang tersebut dirancang untuk menyegarkan kembali semangat para peserta sekaligus memperkuat komitmen pengabdian mereka di dunia pendidikan. Nilai-nilai dasar profesi seperti disiplin, integritas, loyalitas, dan etos kerja menjadi fokus utama dalam pelatihan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, menjelaskan bahwa total peserta mencapai 535 orang. Dari jumlah tersebut, 462 merupakan guru dan tenaga kependidikan P3K, sementara 67 lainnya adalah kepala sekolah. “Retret ini ibarat pengisian daya ulang. Setelah kegiatan, harapannya energi positif kembali muncul, sehingga para pendidik mampu bekerja lebih disiplin dan berintegritas,” ujarnya.
Gelombang pertama yang digelar 03–04 Oktober diikuti 330 peserta, sedangkan gelombang kedua pada 10–11 Oktober akan diikuti 205 peserta dari unsur kepala sekolah, pengawas, dan sebagian guru maupun tenaga kependidikan. Selama kegiatan, peserta menginap di fasilitas Yonif 501, baik di barak maupun GOR.
Materi yang diberikan mencakup latihan baris-berbaris, kepemimpinan, hingga penguatan kedisiplinan, dengan 15 instruktur dari Yonif Para Raider 501. Lettu Inf Aceng Sudirman, Pasi Pers Yonif 501/BY, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan bertujuan menjadikan guru semimiliter, melainkan membentuk karakter disiplin, tegas, dan bertanggung jawab yang bisa diterapkan di lingkungan kerja.
Wali Kota Madiun, Maidi, yang hadir membuka kegiatan, menekankan pentingnya disiplin sebagai kunci sukses. “Awal dari keberhasilan adalah kedisiplinan. Guru, kepala sekolah, dan P3K harus menjalankan tugasnya dengan baik, datang tepat waktu, dan terus berinovasi,” tegasnya.
Maidi juga mengingatkan agar guru tidak tertinggal di era digitalisasi. Menurutnya, pendidik harus mampu beradaptasi, kreatif, dan inovatif agar menjadi teladan bagi siswa. “Guru jangan kalah dengan muridnya. Pendidikan adalah garda terdepan perubahan, sehingga inovasi mutlak diperlukan,” katanya.
Melalui retret ini, Pemkot Madiun berharap seluruh ASN di sektor pendidikan memiliki semangat baru dalam mengabdi tanpa perlu pengawasan ketat. Dengan kedisiplinan dan kreativitas guru, diharapkan lahir generasi muda yang unggul, tangguh, dan berkarakter kuat.
Surya – Sinergia
- Penulis: Kriswanto


