Berita Terkini
Trending Tags

Dinkes Magetan Lakukan Penyelidikan Dugaan Keracunan Usai Santap MBG

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • visibility 35
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kantor Pemerintah DinKes Kab.Magetan. Foto: Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi. Kali ini menimpa belasan siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Dilaporkan sebanyak 11 siswa SDN Kediren 2 dan 1 siswa MI Nurul Dholam dilarikan ke Puskesmas setempat, Jumat (17/10/2025). Itu setelah mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan, dr. Rohmat Hidayat, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan, rata – rata siswa datang dengan keluhan yang sama, namun seluruhnya dalam kondisi ringan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ada gejala berat. Semua siswa mendapat observasi rawat jalan dan sudah diperbolehkan pulang,” ujar Rohmat.

Dinkes Magetan langsung menurunkan tim untuk menangani kasus ini. Petugas kesehatan melakukan observasi terhadap pasien dan memastikan tidak ada penambahan kasus serupa di sekolah tersebut hingga Jumat sore. Pemeriksaan juga dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Gholam yang dilaporkan beberapa murid mengalami kejadian serupa, meskipun jumlah siswa terdampak masih sama, yaitu 12 anak.

Sebagai langkah lanjutan, Dinas Kesehatan kemudian mengambil sampel makanan MBG serta muntahan siswa untuk diuji kandungannya di Balai Besar Layanan Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya. Hasil uji laboratorium tersebut akan menjadi dasar penentuan penyebab pasti peristiwa tersebut.

“Kami belum dapat memastikan apakah makanan MBG menjadi penyebabnya. Sampel sudah kami kirim ke laboratorium di Surabaya untuk diperiksa,” jelas Rohmat.

Tim surveilans Dinkes juga telah melakukan penyelidikan epidemiologi di lapangan untuk menelusuri sumber penyebab dugaan keracunan tersebut. Dinas berharap hasil laboratorium dapat segera keluar agar tindakan pencegahan bisa dilakukan dengan tepat.

Kasus ini turut membuka fakta baru tentang pelaksanaan program MBG di Kabupaten Magetan. Dari 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana program, belum satu pun memiliki sertifikat laik hygiene sanitasi (SLHS) yang wajib dimiliki penyedia makanan untuk menjamin keamanan pangan siswa.

“Dari 18 SPPG, baru 15 yang aktif. Namun, seluruhnya belum memiliki sertifikat SLHS. Kami mendorong mereka segera memenuhi standar tersebut,” tegas Rohmat.

Selain sertifikat SLHS, tenaga penjamah makanan juga diwajibkan memiliki sertifikat penjamah makanan serta memastikan tempat pengolahan memenuhi standar Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Langkah ini dinilai penting agar kasus serupa tidak kembali terjadi kedepannya.

“Kami berharap ini jadi kejadian pertama dan terakhir. Keamanan pangan harus benar-benar diperhatikan, bukan hanya nilai gizinya,” pungkas Rohmat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pelaksana program MBG untuk memperkuat aspek keamanan pangan di sekolah-sekolah. Pemerintah daerah diharapkan memperketat pengawasan, memastikan setiap penyedia makanan memenuhi standar kesehatan, agar program Makan Bergizi Gratis benar-benar aman dan memberi manfaat bagi siswa.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkara Dugaan Penyelewengan Dana LKK Rp. 9,7 Miliar Segera Naik ke Penyidikan

    Perkara Dugaan Penyelewengan Dana LKK Rp. 9,7 Miliar Segera Naik ke Penyidikan

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun terus menelisik kasus dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana Lembaga Keuangan Kelurahan (LKK). Dugaan penyelewengan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara yang ditafsir senilai Rp. 9,7 miliar. Kejari Kota Madiun mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat status perkara ini akan ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan. “Dalam waktu […]

    Bagikan
  • Dugaan Terkait OTT KPK, Anggota DPRD Ali Masngudi Berlari Dikejar Awak Media

    Dugaan Terkait OTT KPK, Anggota DPRD Ali Masngudi Berlari Dikejar Awak Media

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Masih seputar KPK. Kali ini anggota DPRD Kabupaten Madiun, Ali Masngudi bungkam dan bergegas lari dari kejaran awak media saat dikonfirmasi soal keterlibatan dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wali Kota Madiun. Ali Masngudi merupakan salah satu unsur pimpinan DPRD Kabupaten Madiun, terlihat sedang mengikuti rapat paripurna Kamis (29/01/2026) di […]

    Bagikan
  • Bayi 7 Hari di Magetan Diduga Dianiaya, Polres Magetan Periksa 5 Saksi

    Bayi 7 Hari di Magetan Diduga Dianiaya, Polres Magetan Periksa 5 Saksi

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang bayi berusia tujuh hari di Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, tengah mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Bayi yang masih sangat rentan itu ditemukan dalam kondisi terluka setelah sempat ditinggal sebentar oleh salah satu anggota keluarganya. Ketika […]

    Bagikan
  • Wagub Emil Dardak : Jangan Pernah Mau Ada Iuran di SMA/SMK

    Wagub Emil Dardak : Jangan Pernah Mau Ada Iuran di SMA/SMK

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Persoalan penarikan iuran oleh SMA Negeri 2 Mejayan kepada orang tua/walimurid mendapatkan tanggapan dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Dalam unggahan di akun Instagram @emildardak pada Rabu (04/06/2025), ditegaskan agar jangan pernah mau jika ada yang memaksakan iuran di SMA/SMK di Jawa Timur. Pemprov Jatim menegaskan jika tidak […]

    Bagikan
  • 8 Pemuda Diamankan Polsek Wungu Usai Terlibat Perang Sarung

    8 Pemuda Diamankan Polsek Wungu Usai Terlibat Perang Sarung

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 8 anak muda terlibat perang sarung di Desa Pilangrejo Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Sebuah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok pemuda mengayunkan sarung ke arah seorang remaja.  Dalam rekaman berdurasi singkat itu, korban tampak tidak berdaya setelah menerima beberapa kali pukulan sarung. Bahkan, beberapa pemuda lainnya […]

    Bagikan
  • Soal Distribusi Beras SPHP, Bulog : Proses Administrasi dan Verifikasi Outlet

    Soal Distribusi Beras SPHP, Bulog : Proses Administrasi dan Verifikasi Outlet

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Perum Bulog Cabang Madiun mengakui distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah selatan Kabupaten Madiun belum merata. Hal ini disebabkan oleh proses administrasi dan verifikasi outlet pasar yang belum rampung. “Hingga hari ini, total beras SPHP yang sudah kami salurkan sebanyak 15.500 kilogram, tersebar di enam outlet […]

    Bagikan
expand_less