Berita Terkini
Trending Tags

Cetak Bibit Pesilat Cilik, Inisiatif KKG PJOK Sawahan Dorong Regenerasi Atlet Sejak Dini

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 31
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kecamatan Sawahan mengenalkan para siswa berlatih pencak silat secara terarah, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Di bawah langit Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, semangat Madiun Kampung Pesilat bukan sekadar slogan yang terpajang di spanduk atau baliho. Di tangan para guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK), semangat itu menjelma jadi gerakan nyata yakni mencetak bibit pesilat sejak bangku sekolah dasar.

Melalui program fasilitasi pencak silat seni yang digagas Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kecamatan Sawahan, para siswa diberi kesempatan mengenal dan berlatih pencak silat secara terarah. Program ini melibatkan guru PJOK, kepala sekolah, serta sanggar pencak silat yang tersebar di wilayah kecamatan.

“Fasilitasi sudah dimulai sejak Januari 2025. Siswa yang menunjukkan minat dan potensi direkomendasikan sekolah untuk berlatih di sanggar terdekat,” ujar Ika Purmeitasari, Ketua KKG PJOK Kecamatan Sawahan.

Menurut Ika, program tersebut telah membuahkan hasil. Sejumlah siswa dari Sawahan berhasil mewakili kecamatan dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kabupaten dan beberapa lomba daerah. Antusiasme siswa juga meningkat dan semakin banyak yang bergabung ke sanggar untuk berlatih rutin.

Beberapa sekolah bahkan mengintegrasikan pencak silat ke dalam kegiatan ekstrakurikuler. “Kami ingin menciptakan iklim kompetitif yang sehat bagi murid, sekaligus menanamkan kebanggaan terhadap warisan budaya lokal,” kata Ika.

Inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari para kepala sekolah yang tergabung dalam KKKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Kecamatan Sawahan. Menurut Rudy Dwi Sunaryanto, Ketua KKKS, seluruh kepala sekolah di wilayahnya sepakat menjadikan pencak silat sebagai bagian penting dari pembelajaran karakter. “Seluruh kepala sekolah mendukung kegiatan fasilitasi pencak silat seni ini,” ujar Rudy.

Ia menjelaskan, dukungan tersebut juga berakar pada kebijakan daerah. Pemerintah Kabupaten Madiun telah menginsersi pencak silat ke dalam mata pelajaran PJOK, kebijakan yang disahkan langsung oleh Bupati Madiun pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2025.

“Bagi guru PJOK yang dulu hanya belajar pencak silat saat kuliah, program ini menjadi sarana untuk mengingat kembali sekaligus mempelajari perkembangan baru dalam dunia pencak silat,” tambah Rudy.

Lebih dari sekadar olahraga, pencak silat di Sawahan dipandang sebagai medium pendidikan karakter. Melalui latihan rutin, siswa belajar disiplin, tekun, dan bertanggung jawab. Sementara saat bertanding, mereka dilatih untuk berani, percaya diri, dan mampu mengendalikan diri di bawah tekanan.

“Nilai-nilai yang diajarkan dalam pencak silat sangat relevan dengan pembentukan karakter anak,” kata Ika. “Mulai dari sikap hormat kepada guru, kerja sama antar teman, hingga rasa cinta tanah air.”

Selain itu, pencak silat juga mengajarkan nilai religiusitas dan kebersamaan sebagai pondasi penting bagi tumbuhnya generasi yang tangguh dan beretika. Program fasilitasi ini menjadi jembatan antara sekolah dan komunitas pencak silat di tingkat akar rumput. Di setiap sanggar, para pelatih membantu guru dalam memberikan pelatihan teknik dasar hingga seni gerak.

Dengan cara ini, pencak silat bukan hanya bagian dari kegiatan olahraga sekolah, melainkan juga ruang untuk membangun karakter dan identitas budaya pelajar Madiun. Bagi Kecamatan Sawahan, upaya ini bukan sekadar mencari juara. Lebih dari itu, ini tentang bagaimana warisan budaya pesilat bisa terus hidup, diteruskan oleh generasi muda yang belajar tidak hanya untuk menang, tetapi juga untuk menjadi manusia yang beradab.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Overstay, Imigrasi Ponorogo Deportasi WNA asal Malaysia

    Overstay, Imigrasi Ponorogo Deportasi WNA asal Malaysia

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo mendeportasi seorang warga negara Malaysia berinisial RBH (59). Ia dipulangkan ke negaranya karena terbukti tinggal di Indonesia melebihi izin kunjungan yang berlaku. Plt Kepala Kantor Imigrasi Ponorogo, Anggoro Widi Utomo, menjelaskan RBH masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda pada 12 November 2024. Saat […]

    Bagikan
  • LavAni Navy Berhasil Pertahankan Gelar Juara Livoli Divisi Utama

    LavAni Navy Berhasil Pertahankan Gelar Juara Livoli Divisi Utama

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tim bola voli putra LavAni Navy menegaskan dominasinya dengan meraih gelar juara di laga Livoli Divisi Utama 2025. Dalam partai final di GOR Ki Mageti, Magetan, Minggu (19/10/2025) malam, LavAni Navy sukses menaklukkan TNI AU Electric dengan skor telak 3-0 (25-21, 28-26, 25-14). Kemenangan ini menandai keberhasilan LavAni Navy dalam mempertahankan […]

    Bagikan
  • Kejari Madiun Segera Tetapkan Tersangka dalam Tiga Kasus Korupsi

    Kejari Madiun Segera Tetapkan Tersangka dalam Tiga Kasus Korupsi

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 36
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN – Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun berkomitmen akan segera menetapkan tersangka untuk tiga kasus dugaan tindak pidana korupsi pada awal tahun 2025. Tiga kasus yang sudah naik ke tahap penyidikan tersebut adalah : Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, Oktario Hartawan Achmad, pada Selasa (31/12) saat ditemui di ruangannya, menjelaskan bahwa pihaknya akan menetapkan tersangka […]

    Bagikan
  • Hasil Uji Kasus Dugaan Keracunan MBG di Magetan, Diduga Ada Bakteri dari Alat Masak

    Hasil Uji Kasus Dugaan Keracunan MBG di Magetan, Diduga Ada Bakteri dari Alat Masak

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hasil uji laboratorium terkait kasus dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa belasan siswa di SDN 2 Kediren, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, akhirnya terungkap. Pemerintah setempat memastikan tidak ada kandungan bakteri berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi siswa. Namun hasil uji ditemukan indikasi kuat adanya kontaminasi dari alat […]

    Bagikan
  • Bonus Atlet Porprov Segera Cair, Pemkot Madiun Siapkan Rp.1,4 Miliar

    Bonus Atlet Porprov Segera Cair, Pemkot Madiun Siapkan Rp.1,4 Miliar

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kabar gembira datang bagi para atlet Kota Madiun yang sukses menyumbang medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Pemerintah Kota Madiun memastikan, bonus penghargaan bagi para peraih medali akan segera dicairkan dalam waktu dekat. “Penyerahan bonus dijadwalkan pada 22 Oktober 2025,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, […]

    Bagikan
  • Diterjang Luapan Bengawan Madiun, Rumah Lansia di Balerejo Ambles 2 Meter

    Diterjang Luapan Bengawan Madiun, Rumah Lansia di Balerejo Ambles 2 Meter

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Sebuah rumah milik pasangan lanjut usia (lansia) di Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, ambles sedalam dua meter. Hal itu akibat diterjang luapan Sungai Bengawan Madiun pada pertengahan Maret lalu. Insiden ini terjadi bersamaan dengan pertengahan bulan Ramadan. Pemilik rumah, Kasidin (62) dan Sri Fatonah (61), menyebut amblesnya tanah menyebabkan […]

    Bagikan
expand_less