Berita Terkini
Trending Tags

Bupati Madiun Dorong Penurunan Kemiskinan Lewat Kolaborasi Pilar Sosial dan Data Tunggal Nasional

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • visibility 24
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati dan Wakil Bupati Madiun berdialog dengan ratusan anggota pilar pilar sosial, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab.Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan angka kemiskinan di wilayahnya turun di bawah rata-rata provinsi pada akhir 2025. Target itu disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam pertemuan bersama para pilar sosial, Selasa (28/10/2025), sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam memperkuat sistem perlindungan dan pemberdayaan sosial.

“Kami berterima kasih karena pilar sosial menjadi kepanjangan tangan pemerintah. Saran dan masukan dari mereka sangat penting agar kita bisa menyusun rencana terbaik bagi masyarakat. Tujuannya jelas, bagaimana kesejahteraan segera kita capai,” ujar Bupati Hari Wuryanto.

Bupati mengakui bahwa tingkat kemiskinan Kabupaten Madiun masih berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur. Namun, ia optimistis kondisi itu dapat berubah melalui kerja sama lintas sektor, terutama dengan para relawan sosial di lapangan.

“Insya Allah, akhir Desember nanti kita bisa menurunkan angka kemiskinan di bawah provinsi. Upaya ini terus kita lakukan bersama teman-teman pilar sosial,” tambahnya.

Bupati menilai kinerja pilar sosial di Kabupaten Madiun “luar biasa”, terutama dalam memastikan validitas data sosial ekonomi. Pemerintah daerah kini menggunakan Data Tunggal Ekonomi Nasional (DTEN) yang diintegrasikan dengan Sistem Ekonomi Nasional (SEN) dan diperbarui setiap tiga bulan.

“Permasalahan seperti double payment atau penerima bantuan yang sudah meninggal kini tidak ada lagi. Data kita sudah valid, dan prosesnya dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS),” jelas Hari.

Pemkab Madiun saat ini mengarahkan kebijakan sosial pada dua pilar utama: Perlindungan dan Jaminan Sosial, serta Pemberdayaan Sosial.

Program perlindungan dan jaminan sosial mencakup: Perlindungan bagi masyarakat miskin dan rentan, Penyaluran bantuan sosial berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar tepat sasaran, Peningkatan kualitas hidup lansia, penyandang disabilitas, dan anak terlantar.

Sementara program pemberdayaan sosial menitikberatkan pada penguatan peran masyarakat dan lembaga sosial, peningkatan kemandirian sosial ekonomi melalui pelatihan dan penguatan kelembagaan sosial di tingkat desa.

Menurut Bupati Madiun Hari Wuryanto kedua program itu saling melengkapi. 

“Satu memastikan perlindungan bagi yang lemah, sementara yang lain mendorong kemandirian dan partisipasi aktif dalam pembangunan sosial,” ujarnya.

Dengan pendekatan berbasis data dan partisipasi masyarakat, Pemkab Madiun berharap kebijakan sosial ke depan tidak hanya menekan angka kemiskinan, tetapi juga menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan inklusif.

Tova Pradana – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • PR Pemkab Madiun ! 22 Ribu Rumah Tangga di Madiun Belum Nikmati Akses Sanitasi Layak

    PR Pemkab Madiun ! 22 Ribu Rumah Tangga di Madiun Belum Nikmati Akses Sanitasi Layak

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun memiliki segudang pekerjaan rumah salah satunya masih banyak rumah tangga di 206 Desa/Kelurahan belum memiliki Sanitasi limbah domestik yang layak. Tercatat sekitar 22 ribu rumah tangga di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, belum memiliki akses terhadap sanitasi yang layak. Angka ini setara dengan 12,4 persen dari total 184 […]

    Bagikan
  • DKPP Wacanakan Penutupan Sementara Seluruh Pasar Hewan di Madiun

    DKPP Wacanakan Penutupan Sementara Seluruh Pasar Hewan di Madiun

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN – Wabah Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terdeteksi menyerang sapi milik peternak di Kabupaten Madiun. Data sementara sudah ada sebanyak  31 sapi suspek PMK yang terjangkit dari sebelumnya hanya 29 kasus.  Atas temuan itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun bakal mengusulkan penutupan pada semua pasar hewan di Kabupaten Madiun.  “Ini […]

    Bagikan
  • 2 Pelaku Pembuangan Bayi Dibekuk Polisi

    2 Pelaku Pembuangan Bayi Dibekuk Polisi

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tim Resmob Satreskrim Polres Madiun bergerak cepat mengungkap kasus pembuangan bayi di Sungai Sono Desa Tiron Kecamatan/Kabupaten Madiun yang ditemukan pada Kamis (9/1/2025) lalu. Dua orang pelaku ialah VVK (25) warga Desa Sumberejo, Kecamatan/ Kabupaten Madiun, dan EENO (19) warga Desa Mojorayung, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Keduanya berhasil dibekuk dirumahnya […]

    Bagikan
  • Gontor Berduka, Pimpinan PMDG Prof. Amal Fathullah Zarkasyi Meninggal Dunia

    Gontor Berduka, Pimpinan PMDG Prof. Amal Fathullah Zarkasyi Meninggal Dunia

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Salah satu pimpinan PMDG, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., wafat pada Sabtu, 3 Januari 2026, bertepatan dengan 14 Rajab 1447 Hijriah, pukul 12.14 WIB di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta. Kabar wafatnya almarhum disampaikan secara resmi oleh Sekretariat Pimpinan PMDG. […]

    Bagikan
  • 41.577 Pelanggan Nikmati perjalanan dengan KA BIAS selama Libur Nataru

    41.577 Pelanggan Nikmati perjalanan dengan KA BIAS selama Libur Nataru

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 23
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Kereta Api (KA) Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) rute Solo – Madiun PP menjadi KA favorit pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2024/2025 (Nataru) di Wilayah Daop 7 Madiun. Bagaimana tidak, pada periode 19 Desember 2024 – 5 Januari 2025 telah tercatat sebanyak 41.577 pelanggan menggunakan kereta api tersebut. Untuk keberangkatan […]

    Bagikan
  • Harga Bumbu Dapur Melonjak di Magetan Jelang Nataru, Pedagang Keluhkan Pasar Sepi

    Harga Bumbu Dapur Melonjak di Magetan Jelang Nataru, Pedagang Keluhkan Pasar Sepi

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, sejumlah komoditas bumbu dapur di Pasar Sayur Magetan mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Para pedagang menyebut lonjakan ini dipicu oleh intensitas hujan yang mulai tinggi, menyebabkan banyak tanaman rusak dan gagal panen. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit dari sebelumnya berkisar Rp. 45–50 ribu […]

    Bagikan
expand_less