Berita Terkini
Trending Tags

Dipicu Persoalan Sepele, Pria 30 Tahun di Ngawi Bacok Tetangga hingga Luka Berat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
  • visibility 156
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
pelaku pembacokan diamankan oleh satreskrim polres ngawi, Foto : Istimewa

Sinergia | Ngawi – Hanya karena persoalan sepele, Rudianto warga Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, nekat membacok tetangganya hingga mengalami luka serius, Jumat (28/11/2025). Pria 30 tahun itu menganiaya Wahyu Nurhidayat (29), yang kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Widodo Ngawi akibat luka parah.

Peristiwa itu bermula dari keributan antara korban dan pedagang sayur keliling yang masih memiliki hubungan keluarga dengan pelaku. Dalam insiden tersebut, etalase usaha milik paman pelaku dirusak, dilempar dan ditendang oleh keluarga korban. Keributan itu memicu kemarahan pelaku yang saat itu sedang beristirahat.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Ngawi, Ipda Teguh Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa korban menderita sejumlah luka sabetan senjata tajam pada jari, tangan, dan kepala. Bahkan salah satu jari korban dikabarkan putus akibat bacokan celurit.

“Terduga pelaku sudah diamankan oleh Satreskrim Polres Ngawi dan saat ini sedang dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ujar Ipda Teguh.

Dari pemeriksaan awal, Ipda Teguh menyebutkan aksi brutal pelaku diduga dipicu rasa jengkel setelah usaha galon air miliknya dirusak oleh korban dan keluarganya. Pelaku yang tengah tidur mengaku terbangun akibat keributan tersebut. Pelaku secara spontan mengambil celurit dan membacok korban sebanyak tiga kali.

“Kami masih melakukan pendalaman, untuk lebih jelasnya. Pengakuan yang bersangkutan, saat itu pelaku sedang tidur dan spontan langsung melakukan pembacokan,” ungkapnya.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa sebilah celurit, yang sehari-hari digunakan pelaku untuk mencari rumput.

“Senjata tajam yang dipakai untuk mencari rumput. Saat ini masih pendalaman,” pungkas Ipda Teguh.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejurprov Balap Motor di Sirkuit Magetan Masih Tunggu Kepastian Resmi Pemprov Jatim

    Kejurprov Balap Motor di Sirkuit Magetan Masih Tunggu Kepastian Resmi Pemprov Jatim

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) balap motor di Sirkuit Magetan hingga kini belum memperoleh kepastian final dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kendati sirkuit tersebut sebelumnya telah dinyatakan layak menjadi tuan rumah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan belum dapat melangkah ke tahap persiapan menyeluruh tanpa adanya surat resmi. Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga […]

    Bagikan
  • Buntut Pembubaran Bedah Buku “Reset Indonesia” Puluhan Mahasiswa Tuntut Copot Camat Madiun

    Buntut Pembubaran Bedah Buku “Reset Indonesia” Puluhan Mahasiswa Tuntut Copot Camat Madiun

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madiun menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Kecamatan Mejayan, Rabu (24/12/2025).  Aksi demonstrasi dipicu insiden pembubaran acara bedah dan diskusi buku karya kolektif Tim Indonesia Baru—yang ditulis Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu—yang […]

    Bagikan
  • Petani Ponorogo Gigit Jari, Puluhan Hektare Tanaman Padi Rusak Akibat Banjir

    Petani Ponorogo Gigit Jari, Puluhan Hektare Tanaman Padi Rusak Akibat Banjir

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Ponorogo pada awal Januari 2026 menjadi petaka bagi para petani. Ratusan hektare lahan pertanian dilaporkan tergenang air, bahkan sebagian di antaranya dipastikan mengalami gagal panen atau puso. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo mencatat, sedikitnya 538 hektare lahan pertanian terendam banjir yang terjadi pada […]

    Bagikan
  • Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembuangan Bayi di Madiun

    Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembuangan Bayi di Madiun

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kurang dari 24 jam setelah penemuan seorang bayi laki-laki yang dibuang di area persawahan Desa Sumbergandu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Madiun berhasil mengamankan terduga pelaku pada Selasa malam (15/4/2025). Pelaku yang diketahui berinisial Y (27), merupakan warga Desa Wringinharjo, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. […]

    Bagikan
  • Hari Jadi ke-529 Ponorogo Diwarnai Panggung Budaya dan Kreativitas Pelajar Hidupkan Kota

    Hari Jadi ke-529 Ponorogo Diwarnai Panggung Budaya dan Kreativitas Pelajar Hidupkan Kota

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-529 Kabupaten Ponorogo memasuki malam kedua dengan suguhan seni yang menyala di dua titik pusat kota, Senin malam (04/08/2025). Dari panggung utama Alun-alun hingga Jalan Alun-alun Timur, budaya dan kreativitas pelajar tampil menyatu dalam semarak identitas Bumi Reog. Di Alun-alun, pentas Teatrikal Babad Ponorogo memikat perhatian penonton. […]

    Bagikan
  • Warga Ponorogo Digegerkan Penemuan Mortir di Pinggir Sungai

    Warga Ponorogo Digegerkan Penemuan Mortir di Pinggir Sungai

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga Kelurahan Pinggirsari, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, digegerkan dengan temuan sebuah mortir di pinggir sungai pada Senin (9/3/2026) pagi. Benda yang awalnya dikira besi tua itu ternyata merupakan senjata artileri militer yang masih utuh. Mortir tersebut ditemukan oleh Edi Kusdianto saat hendak memancing di sungai dekat rumahnya. Saat itu, Edi melihat […]

    Bagikan
expand_less