Berita Terkini
Trending Tags

Tambang Ilegal di Jenangan Ponorogo Rusak Lahan dan Bantaran Sungai

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 219
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kondisi tambang pasir yang merusak lahan dan bantaran sungai (foto : istimewa)

Sinergia | Ponorogo – Aktivitas pertambangan ilegal di Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mulai dikeluhkan masyarakat. Selain merusak lahan perkebunan warga, aktivitas tersebut juga diduga mengganggu bantaran sungai akibat pengurukan yang dijadikan akses keluar masuk truk tambang.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan, area pertambangan ilegal berada di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan. Sejumlah titik lahan dengan luas sekitar 1.400 meter persegi tampak terkupas dan diduga menjadi lokasi pengerukan material oleh perusahaan tambang yang beroperasi tanpa mengantongi izin resmi.

Tak hanya itu, bantaran sungai di sekitar lokasi juga terlihat diurug. Pengurukan tersebut diduga sengaja dilakukan untuk mempermudah akses kendaraan berat menuju area tambang. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga karena dinilai berpotensi mengganggu aliran sungai serta meningkatkan risiko longsor, terutama saat musim hujan.

Salah satu warga terdampak, Anas Karunia Ilahi, mengaku batas lahan miliknya ikut dikeruk tanpa sepengetahuannya. Akibatnya, sejumlah tanaman yang berada di sekitar lahan tersebut ikut rusak dan terseret longsor.

“Saya tidak pernah memberi izin. Tiba-tiba tanah di batas lahan saya sudah terkikis, tanaman juga banyak yang rusak karena longsor,” ujar Anas kepada Sinergia.

Anas berharap aktivitas pertambangan tersebut benar-benar dihentikan dan ada pemulihan terhadap lahan yang sudah terlanjur rusak.

Sementara itu, Camat Jenangan, Sugeng Prasetyo, menegaskan bahwa aktivitas pertambangan ilegal di wilayahnya telah ditutup. Penutupan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak kecamatan dan warga setempat. “Aktivitas pertambangan yang tidak berizin di Desa Plalangan sudah kami tutup. Itu hasil kesepakatan bersama warga,” tegas Sugeng.

Terkait pengurukan bantaran sungai yang digunakan sebagai akses jalan tambang, Sugeng menyebut pihak kecamatan akan melakukan langkah konservasi dan pemulihan lingkungan guna mencegah dampak yang lebih luas.

“Kami akan melakukan konservasi dan pemulihan lingkungan, terutama di bantaran sungai, agar tidak menimbulkan risiko banjir atau longsor ke depannya,” tambahnya.

Image Not Found
luas tambang yang viral di media sosial ,lokasi di Desa Ngrogung ,Kecamatan Ngebel, Ponorogo (foto:tangkap layar )

Sebelumnya, di media sosial sempat viral maraknya tambang pasir galian C ilegal di wilayah pinggiran Kabupaten Ponorogo. Bahkan, beberapa titik disebut berada di bawah kawasan wisata Telaga Ngebel, yang memicu perhatian publik dan kekhawatiran akan dampak lingkungan jangka panjang.(Ega/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Madiun Berikan Kado Pajak 2026 untuk Ribuan Wajib Pajak

    Pemkot Madiun Berikan Kado Pajak 2026 untuk Ribuan Wajib Pajak

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menyiapkan sejumlah insentif perpajakan bagi ribuan wajib pajak (WP) pada tahun 2026mendatang. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), pemkot berencana membebaskan pembayaran PBB-P2 bagi 1.949 WP dengan nilai pajak di bawah Rp 25 ribu. Selain itu, potongan 50 persen akan diberikan kepada 6.148 WP dengan nominal PBB antara […]

    Bagikan
  • Pesilat Madiun Deklarasi Pemersatu Bangsa, Polri dan Pemerintah Tekankan Pentingnya Kondusivitas

    Pesilat Madiun Deklarasi Pemersatu Bangsa, Polri dan Pemerintah Tekankan Pentingnya Kondusivitas

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan pesilat dari berbagai perguruan silat yang tergabung dalam paguyuban kampung pesilat di Kabupaten Madiun mendeklarasikan diri sebagai pemersatu bangsa. Deklarasi yang berlangsung di Gedung Padepokan Kampung Pesilat Caruban pada Selasa (09/09/2025) itu dihadiri Bupati Madiun, Hari Wuryanto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan […]

    Bagikan
  • Hari Pertama Masuk Kerja, 11 ASN di Ponorogo Ambil Cuti

    Hari Pertama Masuk Kerja, 11 ASN di Ponorogo Ambil Cuti

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 11 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Ponorogo tercatat tidak masuk kantor pada hari pertama kerja usai libur Lebaran, Selasa (8/4/2025). Namun, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memastikan bahwa ketidakhadiran mereka bukan karena bolos, melainkan cuti yang telah dijadwalkan sebelumnya. Plt Kepala BKPSDM Ponorogo, Herry Sutrisno, merinci […]

    Bagikan
  • Ratusan PPPK Akan Perkuat Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Magetan

    Ratusan PPPK Akan Perkuat Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Magetan

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penguatan tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terus dilakukan seiring arahan dari pemerintah pusat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menempatkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guna menopang kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pengelolaan koperasi yang lebih profesional dan transparan. Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten […]

    Bagikan
  • Baru H-6 Lebaran 2026, Stasiun di Wilayah KAI Daop 7 Madiun Sudah Dipadati Pemudik, Ini Datanya

    Baru H-6 Lebaran 2026, Stasiun di Wilayah KAI Daop 7 Madiun Sudah Dipadati Pemudik, Ini Datanya

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Arus mudik Lebaran 2026 menggunakan kereta api mulai terasa di sejumlah stasiun wilayah KAI Daerah Operasi 7 Madiun. Memasuki H-6 Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, stasiun-stasiun di wilayah tersebut mulai dipadati penumpang yang hendak pulang ke kampung halaman. Berdasarkan data sementara Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 11 Maret hingga […]

    Bagikan
  • Fenomena Rojali dan Rohana Marak di Mal Madiun, Pengunjung Ramai tapi Jarang Belanja

    Fenomena Rojali dan Rohana Marak di Mal Madiun, Pengunjung Ramai tapi Jarang Belanja

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun tengah mengalami fenomena unik di pusat-pusat perbelanjaannya. Istilah Rojali (rombongan jarang beli) dan Rohana (rombongan hanya nanya-nanya) kini makin sering terdengar, menggambarkan perilaku pengunjung yang ramai datang ke mal, namun minim transaksi. Manajer Lawu Plaza, Andreas Nugroho, mengakui bahwa tren tersebut cukup terasa di tempatnya. Ia menyebut banyak […]

    Bagikan
expand_less