Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Relawan Magetan Tembus Daerah Terisolasi di Sumatera, Salurkan Bantuan Hingga ke Titik Terujung Longsor

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 292
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Relawan asal Kab.Magetan, Jawa Timur, mengantarkan bantuan ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra, Foto: Istimewa

Sinergia | Sumatera Barat – Perjalanan ribuan kilometer tak menghalangi tekad relawan asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, untuk mengantarkan bantuan ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra. Dengan menempuh jalur darat selama empat hari, tim ini berupaya menembus kawasan yang sempat terisolasi akibat kerusakan parah infrastruktur.

Enam anggota Relawan 24 Jam Magetan bersama dua personel BPBD Magetan memulai perjalanan pada 17 Desember 2025. Setelah melintasi lebih dari 2.000 kilometer, mereka menjangkau tiga lokasi bencana di Sumatra Barat diantaranya Batu Busuak (Padang), Malalak (Agam), dan Malolo (Tanah Datar).

Setibanya di lokasi, tantangan terbesar langsung menghadang. Jalanan yang longsor dan dipenuhi material banjir membuat akses menuju titik-titik terdampak nyaris mustahil dilewati kendaraan biasa

Salah satu relawan, Setyo Budi Hariyanto, menuturkan bahwa tim harus berjibaku dengan medan berat. Ia menyampaikan bahwa di beberapa titik, kendaraan mereka menjadi yang pertama mampu mencapai lokasi terdampak.

“Saat masuk kawasan Malalak, kendaraan kami menjadi mobil relawan pertama yang mencapai daerah paling ujung. Kondisi jalan rusak parah, dan banyak rumah warga yang sudah tidak layak karena sapuan longsor,” ungkapnya, Selasa (23/12/2025).

Kendaraan double cabin berpenggerak ganda yang mereka gunakan merupakan bantuan dari seorang donatur, diberikan hanya dua hari sebelum keberangkatan. Mobil tersebut memungkinkan tim mengangkut logistik langsung ke titik yang terisolasi.

Dalam misi dua hari itu, relawan menyalurkan hampir 100 paket sembako berisi beras, gula, minyak goreng, dan obat-obatan senilai Rp100.000–Rp125.000 per paket. Mereka juga membawa sekitar 60 paket perlengkapan sekolah berupa tas dan alat tulis untuk anak-anak penyintas.

“Kami juga memberikan bantuan uang tunai. Banyak kebutuhan warga yang tidak selalu bisa dipenuhi hanya dengan paket sembako,” kata Setyo.

Selain itu, tim turut membagikan air mineral, telur, dan bahan pokok dalam kemasan karton yang diangkut langsung dengan kendaraan lapangan. Penasihat Hukum Relawan 24 Jam Magetan, Gunadi, menjelaskan bahwa seluruh bantuan merupakan hasil gotong royong masyarakat, instansi, hingga donatur pribadi.

“Dukungan masyarakat sangat tinggi. Donasi tetap masuk meski relawan sudah berada di Sumatra,” ujarnya.

Total donasi yang tersalurkan melebihi Rp100 juta. Sekitar Rp20 juta hingga Rp24 juta berupa sembako dibawa langsung dari Magetan, sementara sisanya berasal dari pembelanjaan logistik di lokasi dan pemberian tunai kepada warga terdampak.

Gunadi mengatakan ada donatur yang bahkan membeli unit double cabin hanya beberapa hari sebelum keberangkatan untuk memastikan bantuan tersampaikan dengan lancar. “Jika dihitung semuanya mulai sembako, perlengkapan anak, sampai uang tunai nilainya memang lebih dari Rp100 juta,” tambahnya.

Dalam perjalanan panjang itu, para relawan juga menjaga transparansi dan efisiensi penggunaan dana. Gunadi menyebut tim beberapa kali mengurungkan rencana membeli makanan di tempat tertentu karena harganya dianggap tidak wajar. “Uang itu titipan donatur. Kami harus menggunakannya sebijak mungkin supaya manfaatnya maksimal bagi korban,” jelasnya.

Usai dua hari penuh menyalurkan bantuan langsung dari rumah ke rumah, tim relawan segera kembali ke Magetan. Mereka menempuh rute pulang dengan kondisi medan yang tidak jauh berbeda dari perjalanan berangkat.

“Kami menyelesaikan tugas kemanusiaan dan langsung kembali. Perjalanannya sama beratnya, tapi yang terpenting bantuan sampai ke warga,” tutup Gunadi.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalur Menuju Wisata Telaga Sarangan Magetan Macet Parah

    Jalur Menuju Wisata Telaga Sarangan Magetan Macet Parah

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Telaga Sarangan Magetan masih menjadi primadona masyarakat untuk menikmati liburan. Tak terkecuali pada H+5 lebaran, banyak masyarakat yang menuju wisata alam di kaki Gunung Lawu tersebut. Dampaknya, kepadatan lalu lintas terjadi di jalur menuju Telaga Sarangan pada Sabtu (05/04/2025). Niko dari Purwokerto Jawa Tengah mengaku berlibur di Magetan bersama keluarga. Meski […]

    Bagikan
  • Fraksi PDIP Soroti Perda Parkir Berlangganan dan Masalah Pertanian di Kabupaten Madiun

    Fraksi PDIP Soroti Perda Parkir Berlangganan dan Masalah Pertanian di Kabupaten Madiun

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun mengusulkan pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2020 tentang parkir berlangganan. Ketua Fraksi PDIP, Budi Wahono, menyampaikan usulan tersebut dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Jumat (11/07/2025), dengan alasan lemahnya implementasi di lapangan dan minimnya peningkatan pelayanan. Menurut Budi, sistem parkir berlangganan semestinya […]

    Bagikan
  • Program BST Tamat, Berganti Bahana Bersahaja,  Mbah Tarom : Apalah Arti Sebuah Nama

    Program BST Tamat, Berganti Bahana Bersahaja,  Mbah Tarom : Apalah Arti Sebuah Nama

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Mantan Bupati Madiun, Muhtarom, bereaksi dengan besar hati ketika mendengar bahwa program Bakti Sosial Terpadu (BST) telah berubah nama menjadi Bhakti Harmoni Madiun Bersahaja. Bupati Madiun dua periode itu mengaku tidak masalah dengan perubahan nama tersebut. Menurutnya justru yang terpenting adalah substansi dan dampak positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat. […]

    Bagikan
  • Jembatan Garuda Penghubung Ponorogo-Trenggalek Mulai Dibangun

    Jembatan Garuda Penghubung Ponorogo-Trenggalek Mulai Dibangun

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, memasuki tahap pengecoran pada Selasa (7/7/2026). Jembatan tersebut diproyeksikan menjadi jalur alternatif strategis yang menghubungkan Kabupaten Ponorogo dengan Kabupaten Trenggalek. Proses pengecoran dilakukan secara gotong royong oleh prajurit Kodim 0802/Ponorogo bersama warga setempat sebagai bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah […]

    Bagikan
  • Simbol Perlawanan atau Tren Pop, Diskusi Bendera One Piece Soroti Kritik Sosial dalam Anime

    Simbol Perlawanan atau Tren Pop, Diskusi Bendera One Piece Soroti Kritik Sosial dalam Anime

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Di tengah maraknya pengibaran bendera tengkorak bertopi jerami ala Jolly Roger dari anime One Piece yang ramai dijadikan simbol perlawanan, sekelompok pemuda di Madiun memilih pendekatan berbeda yakni berdiskusi. Puluhan pemuda berkumpul di sebuah kafe di Jalan Salak, Kota Madiun, Madiun (03/08/2025), untuk mendalami makna cerita dalam One Piece, bukan […]

    Bagikan
  • Jelang HUT RI Tren Mendaki ke Gunung Lawu Meningkat, Rental Peralatan Panen Penyewa

    Jelang HUT RI Tren Mendaki ke Gunung Lawu Meningkat, Rental Peralatan Panen Penyewa

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Fenomena fear of missing out (FOMO) rupanya merambah dunia pendakian. Menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia dan libur panjang sekolah, jalur pendakian Gunung Lawu via Magetan dipadati pendaki tektok atau naik turun dalam sehari tanpa menginap. Lonjakan pendaki ini tak lepas dari tren media sosial yang memicu banyak remaja untuk “ikut-ikutan” […]

    Bagikan
expand_less