Berita Terkini
Trending Tags

Kasus Warga Madiun Hilang di Korea Belum Terungkap, Disnaker Jatim: Belum Bisa Disimpulkan Ingin Jadi Pekerja Ilegal

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 56
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, Purwanti Utama. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Misteri hilangnya Femas Yani Arianto (22), warga Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, saat mengikuti perjalanan wisata di Korea Selatan masih belum menemukan titik terang. Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum menyimpulkan motif di balik hilangnya pemuda tersebut, termasuk dugaan bahwa ia sengaja menghilang untuk bekerja secara ilegal.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jawa Timur, Purwanti Utami, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penelusuran sebelum mengambil kesimpulan terkait kasus tersebut.

“Kami masih harus mengetahui terlebih dahulu penyebab dia terpisah dari rombongan. Apa motivasinya, itu yang belum diketahui. Jadi belum bisa disimpulkan apa pun,” kata Purwanti usai menghadiri pembekalan peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) di Kabupaten Madiun, Selasa (21/7/2026).

Menurut Purwanti, dugaan bahwa Femas sengaja menghilang untuk menjadi pekerja ilegal juga masih terlalu dini. Pasalnya, Korea Selatan memiliki sistem pengawasan dan mekanisme penerimaan tenaga kerja asing yang jauh lebih ketat dibandingkan sejumlah negara tujuan lainnya.

Ia menjelaskan, penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan dilakukan melalui prosedur resmi dengan basis data yang lengkap. Kondisi itu membuat peluang seseorang masuk sebagai pekerja secara ilegal tidak mudah.

“Di Korea berbeda dengan beberapa negara lain. Sistem penempatan tenaga kerjanya sangat ketat dan seluruh data pekerja migran tercatat dengan baik. Karena itu, tidak mudah masuk melalui jalur yang tidak sesuai prosedur,” ujarnya.

Meski demikian, Disnaker Jatim memastikan pemerintah akan mengambil langkah jika nantinya ditemukan indikasi adanya praktik bekerja secara ilegal dalam kasus tersebut.

Purwanti menegaskan, penanganan kasus warga Indonesia yang bermasalah di luar negeri saat ini berada dalam koordinasi pemerintah pusat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kabupaten Madiun tidak akan bertindak sendiri.

“Apabila nantinya mengarah pada dugaan bekerja secara ilegal, tentu penanganannya akan dilakukan sesuai mekanisme melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI),” jelasnya.

Ia menambahkan, sejauh ini kasus wisatawan asal Kabupaten Madiun yang diduga menghilang dari rombongan di Korea Selatan merupakan peristiwa yang belum pernah ditemui sebelumnya. Oleh karena itu, pemerintah memilih menunggu hasil penyelidikan dan koordinasi lintas kementerian sebelum menyampaikan kesimpulan mengenai motif hilangnya Femas. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Visi Indonesia Emas 2045 Dihadapkan Realitas Kekurangan Tenaga Pendidik di Sekolah

    Visi Indonesia Emas 2045 Dihadapkan Realitas Kekurangan Tenaga Pendidik di Sekolah

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kekurangan tenaga pendidik menjadi sorotan serius di tengah ambisi besar mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tak terkecuali di Kota Madiun. Pemerintah Kota (Pemkot) mencatat sedikitnya 138 guru masih kurang, terutama di jenjang SD dan SMP yang dinilai berpotensi menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun, F […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Kawal Mudik Ribuan Santri Temboro, Armada dan Sopir Wajib Lolos

    Polres Magetan Kawal Mudik Ribuan Santri Temboro, Armada dan Sopir Wajib Lolos

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia Magetan – Polres Magetan menerapkan pengamanan ketat untuk memastikan ribuan santri Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro dapat pulang ke daerah asal dengan aman dan nyaman. Pengawalan, pemeriksaan armada, hingga pengecekan kesehatan sopir digelar pada Sabtu, 28 Februari 2026, melibatkan Satlantas Polres Magetan, Dinas Perhubungan, dan Polsek Karas. Mudik bersama ini merupakan agenda rutin pondok pesantren […]

    Bagikan
  • Menagih Janji Politik Nanik-Suyatni Usai Dilantik Sebagai Bupati-Wakil Bupati Magetan

    Menagih Janji Politik Nanik-Suyatni Usai Dilantik Sebagai Bupati-Wakil Bupati Magetan

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Setelah resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (23/05/2025), Bupati dan Wakil Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti dan Suyatni Priasmoro, langsung dihadapkan pada tantangan besar yakni mengejar ketertinggalan berbagai program strategis dari pemerintah pusat maupun provinsi. Dalam keterangannya usai pelantikan, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti […]

    Bagikan
  • DPRD Kabupaten Madiun Soroti Penurunan Pendapatan Daerah dalam Rapat Paripurna Perubahan APBD 2025

    DPRD Kabupaten Madiun Soroti Penurunan Pendapatan Daerah dalam Rapat Paripurna Perubahan APBD 2025

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin (14/07/2025). Sebanyak tujuh fraksi menyampaikan pandangan mereka atas Raperda tersebut. Masing-masing menyuguhkan kritik, catatan strategis, hingga usulan korektif atas berbagai aspek kebijakan fiskal yang diusulkan eksekutif. […]

    Bagikan
  • Fasilitas Gedung DPRD Kota Madiun Dirusak Massa, Penutup Got hingga Tiang Bendera Dijarah

    Fasilitas Gedung DPRD Kota Madiun Dirusak Massa, Penutup Got hingga Tiang Bendera Dijarah

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aksi demo di Kantor DPRD Kota Madiun pada Sabtu (30/08/2025) berujung anarkis yang menyebabkan sejumlah fasilitas rusak. Seperti kerusakan parah pada pintu kaca Gedung Paripurna akibat lemparan batu. Tidak hanya itu, fasilitas lainnya seperti taman, tiang bendera hingga kursi turut menjadi sasaran amukan massa. Personil pengamanan dari Polres Madiun Kota […]

    Bagikan
  • Wujudkan Kota Bersih dan Nyaman, Wali Kota Madiun Jum’at Bersih Bareng ASN

    Wujudkan Kota Bersih dan Nyaman, Wali Kota Madiun Jum’at Bersih Bareng ASN

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam upaya menjaga kebersihan dan meningkatkan kenyamanan lingkungan kota, Wali Kota Madiun, Maidi, memimpin langsung apel kebersihan yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Madiun pada Jumat (01/08/2025). Usai memberikan pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti massal di kawasan tengah kota, khususnya sepanjang Jalan Pahlawan dan sekitarnya. Aksi […]

    Bagikan
expand_less