Isak Tangis Sambut Jenazah PMI Asal Ponorogo Korban Kebakaran Apartemen Hongkong di Rumah Duka
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Jumat, 26 Des 2025
- visibility 67
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Penantian panjang keluarga Dina Martiana akhirnya berujung kepastian. Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Ponorogo yang menjadi korban kebakaran apartemen di Hongkong tiba di rumah duka pada Kamis (25/12/2025) malam.
Jenazah Dina Martiana (36) sebelumnya mendarat di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah seluruh proses administrasi selesai, jenazah langsung diberangkatkan menuju rumah duka di Desa Tajug, Kecamatan Siman, Ponorogo, dan tiba sekitar pukul 22.00 WIB.
Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga, kerabat, serta warga sekitar. Suasana duka nampak saat peti jenazah dibawa masuk ke dalam rumah. Duka yang selama ini hanya terpendam dalam kabar dan doa, kini benar-benar hadir di hadapan keluarga.
Proses pemulangan jenazah Dina Martiana didampingi langsung oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ponorogo. Dina merupakan salah satu dari sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran apartemen di Hongkong.
Tim Family Engagement Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Reza Darmawan, menjelaskan bahwa dari sembilan korban tersebut, satu orang berasal dari Jawa Barat, tiga orang dari Jawa Tengah, dan lima orang dari Jawa Timur. Pemulangan jenazah Dina Martiana menjadi yang terakhir untuk korban asal Jawa Timur.
“Alhamdulillah, jenazah almarhumah Ibu Dina Martiana telah tiba di rumah duka dengan kondisi baik. Proses pemulangan dilakukan sesuai prosedur dan didampingi penuh oleh pemerintah” ujar Reza Darmawan.
Setibanya di rumah duka, peti kargo penerbangan dibuka dan hanya keluarga serta kerabat terdekat yang diizinkan masuk untuk melakukan pengenalan jenazah. Setelah itu, jenazah disholatkan di rumah duka sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

Prosesi pemakaman turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, salah satunya Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno. Ia menyebut almarhumah sebagai sosok pejuang keluarga yang telah berulang kali bekerja di Hongkong demi menghidupi keluarganya.
“Almarhumah ini pejuang keluarga. Dari informasi keluarga, Mbak Dina sudah beberapa kali bekerja di Hongkong. Almarhumah meninggalkan seorang putra yang saat ini masih duduk di bangku SMP. Mari kita doakan bersama semoga almarhumah husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” tutur Dwi Agus Prayitno.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat melanda sebuah apartemen di kawasan Wang Fuk Court, Hongkong, pada akhir November 2025. Dina Martiana ditemukan meninggal dunia di lantai 26 apartemen tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, korban meninggal dunia saat berupaya melindungi majikannya dari kobaran api.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat Ponorogo.(Ega/Krs).
- Penulis: Ega Patria


