Curah Hujan Tinggi, Banjir Rendam Permukiman dan Sawah di Ponorogo
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
- visibility 72
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Curah hujan tinggi yang mengguyur Ponorogo sejak Kamis (1/1/2026) malam mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Luapan air sungai mulai terjadi pada Jumat (2/1/2026) dini hari dan mengganggu aktivitas warga. Di Kecamatan Balong, banjir merendam Desa Ngampel, Balong, Bajang, dan Karangan.
Selain itu, genangan air juga terjadi di Desa Winong, Kecamatan Jetis, serta Desa Bedi Kulon, Kecamatan Bungkal, berdasarkan hasil pantauan sementara di lapangan. Salah satu warga Desa Ngampel, Andik Dwi Susilo, mengatakan air mulai meluap sekitar pukul 01.00 WIB. Ketinggian air terus bertambah hingga pukul 04.00 WIB akibat hujan deras yang mengguyur semalaman.
“Air mulai meluap jam satu, dan jam empat pagi sudah setinggi ini. Hujannya deras semalaman,” ujar Andik.

Ketua RT 02/01 Dukuh Krajan, Desa Ngampel, Zainul Karim, menyebut banjir merendam akses jalan desa dan halaman rumah warga. Meski tidak sampai masuk ke dalam rumah, sekitar 150 rumah terdampak genangan air.
“Air meluap sampai ke permukiman. Tidak masuk rumah, tapi menggenangi halaman warga. Kurang lebih ada 150 rumah yang terdampak,” jelas Karim.
Dampak banjir juga dirasakan para petani. Gonar Sunardi mengatakan air terus naik sejak dini hari dan merendam lahan pertanian. Tanaman padi berusia sekitar dua bulan terancam rusak dan gagal panen.
“Mulai tadi malam sekitar jam satu air terus naik sampai hari ini makin tinggi dan makin dalam. Banjir ini merendam pertanian,” ungkapnya. Ia memperkirakan luas sawah yang terendam di wilayah tersebut mencapai lebih dari 30 hektare. Warga pun hanya bisa pasrah menghadapi kondisi tersebut dan berharap banjir segera surut agar aktivitas kembali normal dan kerugian tidak semakin meluas. (Ega/Kir).
- Penulis: Ega Patria


