Berita Terkini
Trending Tags

PHRI Magetan Sesalkan Aksi Getok Harga, Peringatan Teguran Hanya Angin Lalu

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 151
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
PHRI Magetan Sesalkan Aksi Getok Harga yang Terjadi di Sarangan, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magetan menyatakan keprihatinannya atas praktik getok harga yang dilakukan sejumlah pedagang kuliner di kawasan Telaga Sarangan. Insiden yang mencuat saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 itu memicu keluhan wisatawan hingga ramai diperbincangkan di media sosial.

Kasus serupa bukan kali pertama terjadi dan kembali menjadi perhatian dalam pertemuan antara PHRI, Pemkab Magetan, serta sejumlah pelaku usaha di Restoran Klothok Lawu Sarangan, Jumat (9/1/2026).

Ketua PHRI Kabupaten Magetan, Sunardi, menjelaskan bahwa dalam setiap agenda pertemuan rutin, pihaknya terus menekankan aturan dan larangan bagi para pelaku usaha yang tercantum dalam AD/ART organisasi.

“Kami selalu menyampaikan arahan, informasi, dan prosedur yang harus diikuti. Termasuk dalam persoalan terbaru ini, imbauan sebenarnya sudah kami sampaikan sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Sunardi, praktik serupa telah terulang hingga lima kali. Namun, ia menegaskan bahwa PHRI tidak memiliki kewenangan penindakan.

“Kalau sudah menyangkut tindakan hukum, itu ranah aparat. Kami hanya bisa mengingatkan dan menyerahkan proses lebih lanjut kepada yang berwenang,” katanya.

Ia menambahkan, peringatan kepada anggota paguyuban sebenarnya sudah sering diberikan secara lisan. Sunardi menegaskan, jika pemerintah daerah nantinya mengambil langkah tegas, PHRI siap untuk tidak lagi memasukkan pelaku pelanggaran sebagai bagian dari kelompok usaha kuliner di Sarangan.

Lebih jauh, Sunardi berharap Pemkab Magetan melakukan pembenahan serius di kawasan wisata Telaga Sarangan, mulai dari pengelolaan area parkir hingga peningkatan fasilitas kenyamanan bagi wisatawan.

Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan pedagang agar tidak lagi melanggar aturan yang justru merugikan citra pariwisata daerah. “Lingkungan harus tetap bersih, aman, dan tertib. Kami juga mendorong agar ada patroli keamanan rutin di area wisata,” tutupnya.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sugiri Sancoko Pantau CFD di Jalan Cokroaminoto – Jalan Jenderal Sudirman

    Sugiri Sancoko Pantau CFD di Jalan Cokroaminoto – Jalan Jenderal Sudirman

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab, Ponorogo – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menilai pelaksanaan uji coba car free day (CFD) di Jalan HOS Cokroaminoto hingga Jalan Jenderal Sudirman pada Minggu (9/2/2025) berjalan sukses. Kegiatan ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin berolahraga dan bersantai bersama keluarga di ruang publik yang lebih luas. “Uji coba CFD ini cukup baik. […]

    Bagikan
  • Awal Tahun 2025, Pasien DBD di RSUD Caruban Melonjak Tajam

    Awal Tahun 2025, Pasien DBD di RSUD Caruban Melonjak Tajam

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Memasuki puncak musim penghujan, di awal tahun 2025, jumlah Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD ) di RSUD Caruban Kabupaten Madiun meningkat. Kasi Pelayanan Medik RSUD Caruban, dr. Didik Indrawanto, membenarkan hasil rekam medis yang masuk di awal tahun 2025 yakni sejak tanggal 1 hingga 14 Januari 2025 ini sebanyak 46 […]

    Bagikan
  • Meriahnya Larung Sesaji, Telaga Sarangan Magetan Kenalkan Tradisi dan Wisata Lokal

    Meriahnya Larung Sesaji, Telaga Sarangan Magetan Kenalkan Tradisi dan Wisata Lokal

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Telaga Sarangan Kabupaten Magetan mengadakan acara larung sesaji pada Jumat (31/01/2025). Kegiatan yang berawal dari upacara adat bersih desa ini telah menjadi tradisi yang berlangsung turun temurun. Larung sesaji atau larung tumpeng ini kini menjadi bagian penting dari budaya lokal yang juga berfungsi sebagai sarana untuk mempromosikan wisata Telaga Sarangan.  […]

    Bagikan
  • Musim Entong Tiba! Warga Banyubiru Berburu ‘Lauk Gurih’, Laris Dijual Rp20 Ribu Segelas

    Musim Entong Tiba! Warga Banyubiru Berburu ‘Lauk Gurih’, Laris Dijual Rp20 Ribu Segelas

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Datangnya musim hujan membawa aktivitas khas bagi warga di sekitar kawasan hutan jati Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Tumpukan daun jati kering yang berserakan di lantai hutan berubah menjadi habitat entong—kepompong ulat jati berwarna cokelat. Tidak hanya sebagai sumber pangan sekaligus rezeki musiman bagi warga. Sejak pagi, para ibu rumah […]

    Bagikan
  • Ular Berbisa Masuk Rumah Warga Pulung, Damkar Evakuasi Dini Hari

    Ular Berbisa Masuk Rumah Warga Pulung, Damkar Evakuasi Dini Hari

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ponorogo mengevakuasi seekor ular berbisa yang masuk ke rumah warga di Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (22/1/2025) dini hari. Laporan diterima sekitar pukul 02.20 WIB. Ular yang masuk ke rumah tersebut diketahui merupakan jenis banjang taring (Boiga Cynodon), dengan panjang sekitar dua meter. […]

    Bagikan
  • Jembatan Antar Desa di Sawoo Ambrol, Warga Harus Putar Hingga 5 Kilometer

    Jembatan Antar Desa di Sawoo Ambrol, Warga Harus Putar Hingga 5 Kilometer

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Jembatan penghubung antara Desa Tempuran dan Desa Sriti, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, ambrol akibat terjangan arus sungai setelah hujan deras dengan intensitas tinggi. Akibatnya, akses utama warga lumpuh dan memaksa masyarakat mencari jalur alternatif yang lebih jauh. Jembatan yang berada di Dusun Krajan, Desa Tempuran tersebut diketahui ambruk pada Rabu malam, […]

    Bagikan
expand_less